tirto.id - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial RI (DWP Kemensos) bersama Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta mengadakan bakti sosial di Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Sabtu (4/7/2026).
Dalam rangkaian agenda tersebut, Penasihat DWP Kemensos, Fatma Saifullah Yusuf sempat melihat ruang pemberdayaan di Balai Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Jombang. Di sana, sejumlah penyandang disabilitas sibuk membuat berbagai barang kerajinan.
Aroma gurih telur asin yang baru matang menyeruak dari satu sudut ruang tersebut. Tidak jauh dari sana, beberapa penyandang disabilitas menganyam tas dengan piawai, sementara yang lain mengolah serabut kelapa menjadi sapu.
Lebih dari sekadar barang kerajinan tangan biasa, produk-produk siap jual itu menjadi bukti bahwa para penyandang disabilitas bisa membuat karya bernilai ekonomi jika mendapatkan kesempatan, pendampingan, sekaligus kepercayaan.
Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Psikososial
Fatma juga meninjau Pos Kesehatan Jiwa (Poskeswa) Mergo Waras yang dibina Puskesmas Dukuhklopo. Selama ini, Poskeswa Mergo Waras dan Poskeswa Mantap Jiwa di Kecamatan Sumobito menyediakan ruang inklusif untuk para penyandang disabilitas psikososial.
Kedua Poskeswa itu memberikan layanan rehabilitasi sosial, terapi, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan usaha.
Menariknya, petugas Poskeswa tidak menyebut warga binaannya dengan label klinis yang kaku. Mereka diberi panggilan hangat "tersayang" sebagai akronim dari "Terabaikan Kasih Sayang di Saat Jiwanya Goyang."
"Bagi saya, sebutan itu mengingatkan kita semua bahwa setiap orang membutuhkan kasih sayang, perhatian, dan penerimaan, terutama ketika sedang menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya," ujar Fatma.
Fatma berharap istilah itu tidak sebatas julukan. Istilah ini harus menjadi pengingat bahwa tidak boleh ada warga yang terabaikan hanya karena kondisi disabilitasnya atau kesehatan jiwanya terganggu.
"Mereka adalah bagian utuh dari masyarakat yang memiliki hak setara untuk bekerja, belajar, berkarya, dan hidup bermartabat," tegas Fatma.
Fatma mengaku bangga karena proses pemulihan di Poskeswa tersebut jauh melampaui pengobatan medis. Dengan dukungan program ATENSI Kemensos, proses pendampingan mengintegrasikan pemenuhan kebutuhan dasar, terapi, bantuan kewirausahaan, hingga pemberdayaan ekonomi.
DWP Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI
Sebagai wujud dukungan nyata, DWP Kemensos menyaluran bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai Rp82.496.521 kepada sejumlah warga penyandang disabilitas dan kelompok rentan di Jombang.
Bantuan ATENSI yang diserahkan bersama Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta itu diterima oleh 22 penerima manfaat. Mereka terdiri atas 21 penyandang disabilitas dan satu kelompok rentan.
Terdapat dua jenis bantuan ATENSI yang disalurkan. Pertama adalah alat bantu aksesibilitas yang meliputi 2 kursi roda standar, 1 kursi roda adaptif (untuk penyandang cerebral palsy), dan 4 sepeda adaptif.
Kedua, bantuan kewirausahaan bagi 15 Penerima. Bantuan ini berupa modal usaha yang disesuaikan dengan potensi masing-masing penerima manfaat. Para penerima bantuan ini mempunyai usaha tambal ban, warung makan/kopi, produksi telur asin, kerajinan tas macrame, mebel, jaranan, hingga penjualan pakaian.
"Jangan pandang bantuan ini sebagai tujuan akhir. Jadikan ini pemantik semangat untuk terus melangkah menuju kemandirian dan peningkatan kualitas hidup," kata Fatma kepada para penerima manfaat.
Selain peninjauan lokasi produksi barang kerajinan penyandang disabilitas dan penyerahan bantuan ATENSI, rangkaian agenda bakti sosial tersebut juga diisi dengan layanan periksa kesehatan kesehatan gratis yang diikuti 100-an warga, termasuk sejumlah kader Posyandu.
Saat menghadiri rangkaian agenda bakti sosial itu, Fatma didampingi oleh Penasihat dan Ketua DWP Kabupaten Jombang, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, jajaran Pemkab Jombang, serta para perwakilan Kemensos.
Wujud sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, beserta masyarakat ini diharapkan bisa mendukung para penyandang disabilitas dan kelompok rentan di Jombang untuk bangkit dan berdaya.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































