Menuju konten utama
Perang Kamboja-Thailand

DPR Minta Kemlu Tenangkan WNI yang Berada di Kamboja-Thailand

Dasco meyakini bahwa pemerintah Indonesia dapat menjembatani konflik antara Thailand dan Kamboja karena memiliki kedekatan dengan kedua negara.

DPR Minta Kemlu Tenangkan WNI yang Berada di Kamboja-Thailand
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (4/6/2025). Tirto.id/Rahma Dwi Safitri
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia aktif berkomunikasi untuk menenangkan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Thailand dan Kamboja setelah situasi perbatasan Thailand dan Kamboja memanas sejak Kamis (24/72025).

Di sisi lain, Dasco meminta agar WNI yang tengah berada di negara yang sedang perang itu untuk tetap tenang.

“Kita mengimbau kepada warga negara kita di Kamboja dan Thailand yang cukup banyak untuk tetap tenang dan kita minta Kementerian Luar Negeri untuk kemudian melakukan komunikasi untuk menenangkan warga negara kita,” kata Dasco di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (25/7/2025).

Kemudian, Dasco meyakini bahwa pemerintah Indonesia dapat menjembatani penyelesaian konflik kedua negara. Hal ini dikarenakan hubungan Indonesia dengan Thailand dan Kamboja dinilai cukup baik.

“Untuk urusan Kamboja dan Thailand, saya pikir hubungan Indonesia terhadap dua negara itu cukup baik. Mudah-mudahan Kementerian Luar Negeri maupun Presiden Indonesia juga bisa menjembatani agar hubungan kedua negara itu akan tetap baik," ujarnya.

Terkait adakah kemungkinan perang konflik itu dibawa ke Forum ASEAN, Dasco belum bisa memastikannya. Namun, Ia memastikan DPR RI akan menyampaikan kepada pemerintah agar bisa diusahakan ada titik damai antara kedua negara.

“Saya belum tahu (kemungkinan akan dibawa ke forum ASEAN), karena nanti belum ketemu Presiden, tapi nanti kita akan sounding dengan harapan bahwa di kawasan ASEAN ini supaya tidak terjadi gejolak yang lebih meningkat,” jelasnya.

Diketahui, aksi saling serang mewarnai perbatasan Thailand dan Kamboja sejak kemarin. Pada Mei kemarin, seorang tentara Kamboja tewas setelah baku tembak dengan tentara Thailand di kawasan perbatasan. Kemudian, pada Rabu, 23 Juli 2025 lalu, lima tentara Thailand dilaporkan terluka akibat ranjau darat saat patroli.

Thailand menuding Kamboja bertanggung jawab penuh terhadap insiden ranjau darat tersebut. Mereka yakin jika ranjau itu baru ditanam oleh pihak Kamboja. Akibat ketegangan ini, baku tembak pun tak terhindarkan keesokan harinya.

Menteri Kesehatan Thailand, Somsak Thepsuthin, mengatakan 12 orang, termasuk 11 warga sipil dan satu tentara, tewas akibat tembakan artileri oleh pasukan Kamboja, menurut laporan Reuters. Ia menambahkan bahwa 24 warga sipil dan tujuh personel militer terluka. Seorang anak termasuk dalam korban warga sipil yang tewas.

Baca juga artikel terkait PERANG atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Andrian Pratama Taher