Menuju konten utama

DPR Dukung Bandara Taif Jadi Pintu Masuk Haji dengan Syarat

Singgih mengatakan, alasan Komisi VIII DPR RI mendukung pemanfaatan Bandara Taif karena ingin durasi masa tinggal jemaah haji hanya selama 30 hari.

DPR Dukung Bandara Taif Jadi Pintu Masuk Haji dengan Syarat
Sejumlah jamaah calon haji kloter pertama Aceh menaiki pesawat Garuda Indonesia Boeing 777 di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh, Minggu (18/5/2025). Sebanyak 393 calon haji kelompok terbang (kloter) pertama embarkasi Aceh mulai diberangkatkan ke Tanah Suci dari total 4.378 jamaah calon haji Aceh berserta petugas yang akan menunaikan ibadah dalam penyelenggaraan haji tahun 1446 H/2025 M. ANTARA FOTO/Khalis Surry/foc.

tirto.id - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, mengatakan, DPR mendukung rencana pemerintah untuk memanfaatkan Bandara Taif, Arab Saudi sebagai pintu masuk jemaah haji.

Singgih pun mengaku Komisi VIII DPR RI telah berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terkait rencana tersebut. Namun, Singgih mensyaratkan agar fasilitas bandara ditingkatkan apabila pemerintah ingin merealisasikan rencana itu.

“Kami sudah mengkaji bersama Kemenhaj supaya bisa menggunakan Bandara Taif, tapi mereka juga harus meningkatkan fasilitas bandara dulu supaya bisa digunakan untuk haji,” kata Singgih kepada Tirto, Kamis (30/10/2025).

Singgih mengatakan, alasan Komisi VIII DPR RI mendukung pemanfaatan Bandara Taif karena ingin durasi masa tinggal jemaah haji hanya selama 30 hari. Sedangkan saat ini, durasi masa tinggal jemaah haji selama 41 hari.

Menurut Singgih, masa tinggal jemaah haji akan sulit berkurang apabila slot bandara untuk keperluan ibadah haji masih berkurang. Selama ini, kedatangan dan kepulangan jemaah haji Indonesia hanya melalui Bandara King Abdul Aziz (Jeddah) dan Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (Madinah). Kepadatan di kedua bandara ini mengakibatkan durasi tinggal jemaah di Arab Saudi menjadi lebih lama.

Oleh karena itu, dengan adanya penambahan bandara baru, yakni Bandara Taif, harapannya waktu masa tinggal juga bisa terpangkas. “Belum bisa maju (durasi masa tinggal jemaah haji) karena memang terjenaka slot bandara di Arab Saudi,” jelas Singgih.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia tengah mempertimbangkan pemanfaatan Bandara Taif sebagai pintu masuk jemaah haji. Jika dioperasikan, bandara ini dapat memperpendek masa tinggal jemaah di Arab Saudi sekaligus menekan biaya haji.

Amirulhaj sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Muhadjir Effendy, menyampaikan bahwa hal tersebut telah dibahas dengan otoritas Bandara Taif.

"Mengobservasi kemungkinan Bandara Taif bisa dijadikan salah satu home base atau entry point bagi jemaah haji Indonesia. Itu yang kemarin sudah saya lakukan dengan Pak Menteri Perhubungan," kata Muhadjir di Jeddah, Arab Saudi, dikutip Kamis (12/6/2025).

Baca juga artikel terkait HAJI atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Andrian Pratama Taher