tirto.id - Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Nasir Djamil, mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus penemuan kerangka Muhammad Farhan Hamid dan Reno Sastrawijaya di Gedung ACC, Kwitang, Jakarta Pusat pasca demonstrasi akhir Agustus 2025 lalu, termasuk melakukan cek kamera pengawas (CCTV) di tempat-tempat yang diperlukan.
“Perlu dilakukan pengusutan dengan memeriksa segala sesuatu yang berhubungan dengan peristiwa itu sendiri, termasuk ya memeriksa CCTV, menanyakan kepada pihak-pihak terkait dan lain sebagainya,” ujar Nasir kepada wartawan dikutip Kamis (13/11/2025).
Nasir menilai, pengusutan itu tak akan sulit apabila dilakukan dengan kemauan kuat, termasuk nantinya mendapatkan fakta-fakta baru terkait kerangka Farhan dan Reno itu.
Politikus PKS ini menilai, keluarga korban memiliki hak untuk mendapatkan kepastian dan keadilan hukum. Menurutnya, pemeriksaan menyeluruh perlu dilakukan agar diketahui apakah ada unsur kekerasan dalam peristiwa tersebut.
“Apakah ada tindakan kekerasan terhadap anakya. Sehingga kemudian akhirnya anakya itu ditemukan tinggal tulang-tulang begitu,” ujar Nasir.
“Jadi gak ada kata lain kecuali memang harus dilakukan upaya proses agar kemudian keluarga korban itu mendapatkan kepastian keadilan dan kemanfaatan dari hukum itu sendiri,” sambungnya.
Sebelumnya, polisi mengungkap adanya penemuan dua kerangka manusia di Gedung Astra Credit Companies (ACC) Kwitang, Jakarta Pusat.
Penemuan kerangka itu berawal saat tim teknis Gedung ACC memeriksa konstruksi untuk renovasi setelah bangunan tersebut hangus terbakar saat demonstrasi akhir Agustus berlangsung. Tim teknisi kemudian melaporkan temuan kerangka tersebut kepada Polres Metro Jakarta Pusat.
Berdasarkan hasil identifikasi, dua kerangka tersebut identik dengan peserta demonstrasi pada akhir Agustus 2025 yang dilaporkan hilang. Kedua orang itu bernama Muhammad Farhan Hamid (23) dan Reno Syahputra Dewo (24).
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id





























