tirto.id - Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menjelaskan urgensi penyediaan kendaraan, seperti pikap dan truk, bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai pusat logistik desa.
Menurutnya, kehadiran armada ini akan menekan biaya transportasi yang selama ini membebani petani hingga kerap merugi. KDMP dilengkapi tiga jenis kendaraan untuk operasional, yakni pikap, truk, dan kendaraan roda tiga.
"Koperasi Merah Putih juga menjadi pusat logistik bagi masyarakat desa. Dengan adanya kendaraan yang disediakan di setiap koperasi, kami memastikan masyarakat desa bisa langsung mengantar barang-barang mereka ke pasar," ujar Joao dalam acara Seminar Nasional KDMP di TMII, dikutip dari siaran daring, Kamis (16/7/2026).
Joao mencontohkan beban logistik yang dialami petani singkong di Lampung. Dari kebun ke jalan, biaya angkut mencapai Rp100 per kilogram. Dari jalan ke pengepul dengan truk dikenakan biaya lagi Rp100 per kilogram.
Setelah itu, dari pengepul ke pabrik, ada tambahan biaya Rp100 per kilogram, belum termasuk uang makan sopir, keamanan, dan biaya tunggu.
"Kalau 1 hektar singkong itu 40 ton, biaya transportasi atau logistiknya itu Rp15 juta dan harus dibayar di muka," ungkap Joao.
Dia juga mencontohkan jika pendapatan kotor petani dari 1 hektar singkong hanya Rp25 juta, setelah dipotong biaya logistik Rp15 juta, tersisa Rp10 juta. Setelah dikurangi biaya pupuk, tanam, dan pembersihan, pendapatan bersih petani hanya sekitar Rp6 juta.
"6 juta itu dibagi 8, kurang lebih sekitar Rp700 ribuan. Dengan uang segitu sangat tidak layak dan tidak pantas bagi orang-orang yang berkeringat, tetapi dia tidak menentukan harga dan tidak bisa menikmati keuntungan dari keringat yang mereka kucurkan," ucapnya.
Joao menyebut masyarakat desa di Lampung bahkan sudah berkreasi membuat kendaraan sendiri yang disebut “etet", mobil 4x4 rakitan dari mesin pompa air untuk mengangkut singkong dari kebun ke jalan. Namun, biaya tetap memberatkan karena prosesnya panjang dan berlapis.
"Keterbatasan mereka selama ini terhadap logistik yang begitu mahal bisa kita putus dan kita tekan semaksimal mungkin. Efisiensi logistik itu bisa membantu mewujudkan kesejahteraan petani di desa," tuturnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id






































