tirto.id - Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA), Winarto, resmi mengajukan pengunduran diri dari Perseroan pada Senin (13/4/2026). Surat pengunduran diri Winarto disampaikan hanya selang sehari sebelum Ancol menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini, Selasa (14/4/2026).
Winarto mundur setelah menjabat sebagai Direktur Utama PJAA sejak 18 Agustus 2022.
"Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Bapak Winarto selaku Direktur Utama Perseroan pada tanggal 13 April 2026," ungkap Corporate Secretary Ancol, Agung Praptono, dalam Keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/4/2026).
Meski begitu, pengunduran diri Winarto dari pucuk pimpinan Ancol dinilai tidak memberikan dampak material terhadap operasional perusahaan. Kondisi keuangan serta kelangsungan usaha PJAA juga dipastikan tidak akan terpengaruh oleh mundurnya Winarto dari kursi pimpinan.
"Tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan," tegas Agung.
Sementara itu, jika mengacu pada agenda ketujuh RUPST hari ini, Perseroan akan mengusulkan perubahan susunan anggota direksi dan dewan komisaris kepada para pemegang saham. Hal ini sekaligus memenuhi ketentuan yang tertuang dalam Anggaran Dasar Perseroan, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada 6 April 2026, Ancol juga baru saja membayarkan dividen dari laba ditahan tahun buku 2025 kepada para pemegang saham. Total dividen yang ditebar kepada para pemegang saham Ancol mencapai Rp160 miliar.
"PT Taman Impian Jaya Ancol telah melakukan pembayaran dividen dari laba ditahan tahun buku 2025 kepada PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk sebesar Rp160.000.000.000,- (seratus enam puluh miliar rupiah)," tulis Agung dalam Keterbukaan informasi kepada BEI.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































