tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol untuk mengubah citra alias melakukan rebranding terhadap kawasan Ancol.
Menurut Pramono, rebranding perlu dilakukan agar Ancol dapat menjadi kawasan wisata yang lebih relevan dengan masa kini dan tidak terkesan tua.
“Saya akan membuat dan meminta kepada manajemen Ancol untuk rebranding wajah Ancol [menjadi] lebih kekinian. Jangan kayak orang tua lah,” katanya kepada para wartawan di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (26/7/2025).
Pramono menjelaskan, kawasan Ancol harus dipugar agar mampu menarik lebih banyak pengunjung. Ia mengatakan, salah satu langkah yang sudah dilakukan oleh Pemprov Jakarta untuk menarik pengunjung ke Ancol adalah dengan cara membuka rute Transjakarta baru dengan tujuan Blok M-Ancol.
“Kenapa [pembukaan rute Transjakarta Blok M-Ancol] ini dilakukan? Supaya pengunjung Ancol naik,” katanya.
Selain itu, ia menyebut kawasan Ancol juga nantinya akan diintegrasikan dengan kawasan Jakarta International Stadium (JIS). Sehingga, ketika berbagai acara konser maupun sepak bola digelar di JIS, Ancol akan turut terkena imbasnya.
“Targetnya begini, kalau kemudian JIS bisa dihubungkan dengan Ancol, konser-konser mulai boleh, dan juga Persija akan menjadi homebase sepenuhnya [maka pengunjung Ancol akan ikut meningkat],” terang Pramono.
Dengan begitu, Pramono berharap nantinya Ancol dapat menjadi pusat wisata baru di Jakarta selain Blok M. Dengan berbagai fasilitas yang nantinya akan dibangun di Ancol, ia berharap masyarakat dapat memiliki alternatif untuk berwisata dan juga berolahraga.
“Dan yang paling penting adalah Ancol menjadi hub baru setelah Blok M. Kami sengaja membuka ini di dalam Ancol. Kemudian orang mempunyai alternatif untuk bisa melihat-lihat Ancol,” pungkasnya.
Berdasar informasi dari situs resmi Ancol, pada 10 Juli 2022, bertepatan dengan ulang tahun yang ke-30, Ancol sempat melakukan upaya rebranding, lewat perubahan logo.
Dalam keterangan resminya, Ancol mengatakan penggantian logo ini,"untuk berbenah diri dalam menciptakan sebuah kebaikan di masa kini maupun di masa mendatang,” sekaligus, “langkah awal dari kisah perjalanan Ancol Taman Impian, yang di mana perubahan ini akan membuat Ancol bisa merasa lebih dekat dengan para pengunjungnya.”
Penulis: Naufal Majid
Editor: Alfons Yoshio Hartanto
Masuk tirto.id


































