Menuju konten utama

Pramono Yakin Cak Lontong Mampu Buat Wisata Ancol Lebih Baik

Pramono menilai Cak Lontong, Sutiyoso, dan Irfan Setiaputra orang-orang yang profesional dan mampu mengembangkan wisata di Ancol.

Pramono Yakin Cak Lontong Mampu Buat Wisata Ancol Lebih Baik
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melambaikan tangan usai meninjau sistem pengolahan sampah di Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta, Kamis (20/3/2025).ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym.

tirto.id - Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Pramono Anung, buka suara perihal penunjukkan Lies Hartono (Cak Lontong), mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, dan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra, sebagai Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol.

Menurut Pramono, penunjukkan Cak Lontong, Sutiyoso, dan Irfan Setiaputra berkaitan dengan kemampuan mereka. Pramono menilai ketiga orang tersebut dipilih dengan alasan orang-orang yang profesional.

“Kenapa ada tiga orang yang kami angkat, pendekatannya ya karena kemampuan mereka. Siapa sih yang meragukan Pak Sutiyoso, Dirut Garuda (Irfan Setiaputra), dan juga Cak Lontong. Ya apapun, [mereka] adalah orang-orang yang memang profesional untuk itu,” kata Pramono kepada para wartawan di Balai Kota Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Pramono mengatakan untuk jajaran direksi Ancol, memang tidak terdapat perubahan. Hal ini karena ia akan meningkatkan konektivitas di kawasan Ancol, salah satunya dengan membangun fasilitas parkir di Ancol bagi para pengunjung Jakarta International Stadium (JIS).

“Terutama untuk melakukan konektivitas Ancol dengan JIS. Supaya kalau JIS ada acara itu parkirnya gampang,” sebutnya.

Sementara itu, Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol, Daniel Windriatmoko, menyebut proses penggantian komisaris Ancol dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan mengedepankan prinsip profesionalisme.

“Kami sampaikan bahwa proses pergantian komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk telah dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundangan dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan profesionalisme,” kata Daniel kepada para wartawan di Jakarta, Senin (28/4/2025) lalu.

Daniel menyebut, baik Cak Lontong, Sutiyoso, hingga Irfan Setiaputra dipilih sebagai komisaris karena pengalaman kerja mereka dan juga komitmen yang tinggi terhadap kinerja.

Ia menjelaskan, Cak Lontong dipilih karena dapat memberikan inovasi dalam bidang seni dan pariwisata. Irfan Setiaputra dipilih karena pengalamannya dalam memimpin PT Garuda Indonesia di tengah krisis pandemi Covid-19. Sedangkan Sutiyoso dipilih karena pengalamannya dalam memimpin Jakarta.

“Bapak Irfan memiliki pengalaman dalam melakukan restrukturisasi PT Garuda Indonesia sehingga mampu bertahan terhadap lemahnya keuangan perusahaan dan tekanan dunia pariwisata akibat Covid-19. Sementara Bapak Lies Hartono dapat memberi warna dalam memunculkan inovasi dalam bidang seni dan pariwisata,” jelas Daniel.

“Sama dengan Bapak Irfan dan Bapak Lies Hartono, Bapak Sutiyoso memiliki pengalaman [sebagai Gubernur Jakarta], dedikasi, dan komitmen penuh sehingga beliau dapat memperkuat fungsi pengawasan dan pengembangan bisnis PT Pembangunan Jaya Ancol yang lebih berdaya saing,” lanjutnya.

Sebagai informasi, perombakan jajaran komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk itu terjadi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Jumat (25/4/2025) lalu.

Baca juga artikel terkait ANCOL atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Bayu Septianto