Menuju konten utama

Diplomat Kemlu Arya Daru Pernah Jadi Saksi Kasus TPPO di Jepang

Arya Daru bertugas dalam penanganan perlindungan untuk WNI di wilayah selain Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Diplomat Kemlu Arya Daru Pernah Jadi Saksi Kasus TPPO di Jepang
Direktur PWNI, Judha Nugroho saat memberikan pernyataan mewakili Kemlu di rumah duka, pada Rabu, (9/7/2025). tirto.id/ Abdul Haris.

tirto.id - Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Judha Nugroho, membeberkan bahwa almarhum Diplomat Muda, Arya Daru Pangayunan, pernah menjadi saksi dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Jepang.

"Memang benar yang bersangkutan pernah menjadi saksi untuk kasus TPPO yang ada di Jepang, sudah lama kasusnya sudah selesai," ungkap Judha saat diwawancarai awak media, Rabu (9/7/2025).

Kendati begitu, Judha meminta, agar hal tersebut tidak dikait-kaitkan dan tidak menimbulkan spekulasi berlebih di publik.

"Tapi itu jangan dikait-kaitkan itu ya, kita lihat nunggu hasil pemeriksaan polisi, kita tunggu hasil penyelidikan," tambahnya.

Judha bilang, almarhum bertugas dalam penanganan perlindungan untuk WNI di wilayah selain Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Ia mengatakan, Arya menangani kasus evakuasi WNI di Turki dan Iran. Beberapa tugas diemban lebih banyak dalam bidang pemulangan anak-anak terlantar hingga evakuasi.

Selain itu, Judha juga menceritakan bahwa pria lulusan FISIP UGM jurusan HI angkatan 2005 itu rencananya akan ditugaskan ke Helsinki, Finlandia di akhir Juli nanti.

"Seyogyanya, kami sudah mempersiapkan buat Mas Daru (Arya) yang bertugas ke Helnsinki akhir Juli, namun Allah ternyata memiliki rencana lain, tapi kita harus yakin Allah adalah pemilik dan sebaik-baiknya pemilik," tutur Judha.

Kepergian Diplomat Muda Kemlu, Arya meninggalkan satu orang istri dengan dua orang anak. Arya ditemukan meninggal di indekosnya pada Selasa (8/7/2025) dengan kepala dibungkus lakban dan tubuh tertutup selimut menyisakan misteri.

Polisi menyatakan dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan adanya kekerasan. Saat ini, Polisi telah memeriksa sebanyak empat orang saksi terkait kasus tewasnya almarhum.

UGM Berbela Sungkawa

Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni, Arie Sujito, mengatakan UGM turut berbela sungkawa atas kepergian almarhum.

"Tentu kita kehilangan sosok alumni berprestasi yang memiliki karir yang baik, semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik disisinya," kata Arie dalam keterangan tertulis yang diterima kontributor Tirto.

Arie menilai kematian almarhum tampak tidak wajar, sehingga perlu diusut tuntas demi kemanusiaan dan tanggung jawab perlindungan negara terhadap warganya.

Pria kelahiran Sleman, 15 Juli 1986 itu dimakamkan di pemakaman Sunten, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca juga artikel terkait DIPLOMAT KEMLU atau tulisan lainnya dari Abdul Haris

tirto.id - Flash News
Kontributor: Abdul Haris
Penulis: Abdul Haris
Editor: Anggun P Situmorang