tirto.id - Pemakaman jenazah diplomat fungsional muda Kementrian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan, diwarnai isak tangis keluarga dan kerabat yang ditinggalkan.
Pria kelahiran Sleman, 15 Juli 1986 itu dimakamkan di pemakaman Sunten, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Rabu (9/7/2025) sekitar pukul 17.20 WIB.
Pantauan dari kontributor Tirto, jenazah Arya tiba di rumah duka pada pukul 15.30 WIB. Lulusan FISIP UGM jurusan Hubungan Internasional angkatan 2005 itu diantarkan dengan mobil ambulans ke rumah duka di jalan Munggur, Jomblang, Janti, Kabupaten Bantul, DIY.
Jenazah kemudian disalatkan di rumah duka sebelum diantar ke tempat peristirahatan terakhir. Isak tangis keluargan tak terbendung saat jenazah dimasukkan ke dalam rumah duka untuk disalatkan.
Mewakili keluarga duka, Meta Bagus selaku kakak ipar almarhum, mengucapkan terima kasih atas dukungan dari para pelayat yang hadir.
"Kepulangan Daru [Arya] bukanlah sebuah akhir, melainkan perjalanan pulang kepada Allah SWT, zat yang maha pengasih yang lebih mencintai Daru," kata Meta dalam menyampaikan sambutan.
Meta menuturkan almarhum merupakan sosok yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan cerdas. Dia mengungkapkan bahwa almarhum rencananya akan ditempatkan di KBRI Finlandia pada akhir Juli 2025.

Turut hadir dalam momen tersebut, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI, Judha Nugraha.
Judha menyebut almarhum bergabung di Kemlu sebagai seorang Diplomat pada tahun 2014.
Judha bilang, selama bertugas Daru dikenal memiliki sifat pekerja keras, berdedikasi, dan suka menolong.
"Beliau banyak membantu WNI yang mengalami masalah di luar negeri, kami sendiri yang melihat bagaimana mas Daru [Arya] membopong anak-anak terlantar di Taiwan," ungkap Judha saat memberikan pernyataan mewakili Kemlu.
Saat ini, Polisi telah memeriksa sebanyak empat orang saksi terkait kasus tewasnya almarhum.
Kapolsek Menteng, Kompol Rezha Rahandhi, merinci keempat orang yang diperiksa adalah pemilik indekos, tetangga indekos, penjaga indekos, hingga istri Arya.
Sebelumnya, Arya ditemukan meninggal dunia dengan kondisi wajah terbungkus isolasi atau lakban di kamar indekos Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, (8/7/2025).
Penulis: Abdul Haris
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id
































