tirto.id - Managing Director Investment Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Stefanus Ade Hadiwidjaja, mengatakan dalam 2-3 tahun ke depan pihaknya akan berfokus menggenjot investasi di 8 sektor.
Beberapa sektor di antaranya adalah mineral; energi terbarukan; energi; Infrastruktur digital khususnya pusat data; layanan kesehatan; layanan keuangan; Infrastruktur, utilitas dan real estate; serta pangan dan pertanian.
"Berbicara tentang sektor-sektor tersebut, kami telah meninjaunya, dan sekali lagi, ini selalu dinamis, tetapi setidaknya dalam dua, tiga tahun pertama, kami ingin fokus pada delapan sektor utama ini," ujarnya, dalam Pertamina Investor Day 2025, di St. Regis Jakarta, Jakarta Selatan, Rabu (16/7/2025).
Sementara itu, dalam enam bulan ke depan, Danantara akan berfokus meningkatkan investasi energi dan mineral. Dalam hal ini, investasi akan banyak dilakukan di industri petrokimia, termasuk di anjungan hulu migas.
"Yang paling mendesak dan juga paling penting adalah bagaimana Danantara Investment berkolaborasi dengan Pertamina. Dan ini hanyalah contoh dari beberapa pendekatan berbeda tentang bagaimana kami dapat berkolaborasi, baik melalui investasi bersama dalam sebuah proyek langsung di tingkat aset," jelas Stefanus.
Dengan kolaborasi ini, Pertamina juga bisa mengajak mitra strategis bersama Danantara Investment untuk berinvestasi bersama di sepanjang rantai nilai perusahaan migas pelat merah tersebut.
Selanjutnya, dalam jangka waktu yang lebih panjang, yakni dalam 12 bulan ke depan, di sektor layanan keuangan, Dana Kekayaan Negara (Sovereign Wealth Fund/SWF) tersebut akan berfokus pada gagasan memperkuat dan memperluas pengamanan terhadap layanan perbankan serta layanan keuangan di Tanah Air.
"Dalam layanan kesehatan, untuk mendukung keamanan layanan kesehatan bagi Indonesia, misalnya di pabrik plasma darah, di jaringan rumah sakit, dan sebagainya. Layanan keuangan, kami mungkin ingin sedikit fokus dalam 12 bulan ke depan pada gagasan sekuritisasi untuk memperluas kapasitas perbankan dan layanan keuangan di Indonesia," papar Stefanus.
Sementara itu, dalam investasi ini, Danantara berkomitmen untuk membuka kesempatan bagi investor baik yang ada di dalam maupun luar negeri untuk berpartisipasi. Tidak hanya itu, dalam hal investasi, Stefanus juga ingin agar Danantara dapat dipandang sebagai mitra terpercaya bagi setiap investor yang menanamkan modalnya di Indonesia.
"Hal-hal inilah yang akan menjadi tema utama kami dalam dua atau tiga tahun ke depan. Dan untuk mewujudkannya, kami akan bermitra dengan investor global dan lokal. Kami tidak ingin mengesampingkan investor global dan lokal. Kami ingin terlibat aktif, kami ingin dipandang sebagai mitra terpercaya bagi setiap investor," tutup dia.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id




































