Menuju konten utama

COO Danantara Sebut Kondisi Keuangan Garuda 2026 Sudah Membaik

Dony memastikan tanda-tanda pemulihan kinerja keuangan Garuda Indonesia mulai terlihat pada 2026.

COO Danantara Sebut Kondisi Keuangan Garuda 2026 Sudah Membaik
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Danantara, Dony Oskaria di Kemenko Pangan, Senin (29/9/2025). tirto.id/Nanda Aria Putra

tirto.id - Chief Operating Officer (COO) Danantara yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, angkat bicara mengenai kerugian yang masih membayangi PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sepanjang 2025.

Ia menjelaskan, tekanan yang tercermin dalam laporan keuangan tersebut merupakan kondisi sebelum berbagai langkah intervensi dijalankan. Menurutnya, dampak dari upaya perbaikan baru mulai terasa pada awal 2026

"Itu kan problem yang dibukukan hari ini itu kan pendapatan 2025. Intervensi yang kita lakukan itu kan baru di akhir (tahun 2025). Nanti akan terlihat performa di awal 2026. Nanti kan kita akan keluarkan di quarter 1 dan quarter 2," kata Dony seperti dikutip Antara, Senin (30/3/2026).

Ia mengungkapkan, salah satu beban utama yang menekan kinerja Garuda selama 2025 adalah tingginya jumlah pesawat yang tidak beroperasi (grounded). Meski tidak digunakan, pesawat-pesawat tersebut tetap menimbulkan biaya, terutama dari sisi sewa. Selain itu, proses perawatan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO) juga memerlukan waktu yang tidak singkat.

"Sebelum dilakukan intervensi oleh Danantara, berapa grounded-nya. Nah, sekarang berapa yang sudah terbang. Tetapi itu pun belum bisa 100 persen," jelasnya.

Meski masih menghadapi berbagai tantangan, Dony memastikan tanda-tanda pemulihan mulai terlihat pada 2026. Ia mencontohkan kinerja anak usaha Garuda, Citilink, yang telah mencatatkan hasil positif pada kuartal I-2026 sebagai indikasi awal perbaikan di tingkat grup.

"Kita masih banyak PR-nya yang terus kita lakukan. Karena kan tidak cukup hanya dengan memberikan uang. Tapi juga transformasinya," tegasnya.

Sepanjang 2025, Garuda Indonesia masih mencatatkan rugi bersih sebesar 319,39 juta dolar AS, mencerminkan tekanan kinerja yang belum sepenuhnya teratasi.

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H. Kairupan, menyampaikan bahwa tambahan modal sebesar Rp23,67 triliun dari PT Danantara Asset Management (DAM) menjadi katalis penting dalam memperkuat transformasi bisnis perseroan.

Dari total dana tersebut, sekitar Rp8,7 triliun atau 37 persen dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja, termasuk pemeliharaan armada dan peningkatan kualitas layanan. Sementara itu, Rp14,9 triliun atau 63 persen digunakan untuk memperkuat operasional Citilink, termasuk menyelesaikan kewajiban pembayaran bahan bakar kepada Pertamina untuk periode 2019–2021.

Baca juga artikel terkait DANANTARA

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana