Menuju konten utama

Contoh Undangan Walimatussafar Haji 2026 dan Desainnya

Simak pengertian walimatussafar haji, hukum dalam Islam, serta contoh undangan tasyakuran jelang keberangkatan haji 2026.

Contoh Undangan Walimatussafar Haji 2026 dan Desainnya
Ilustrasi Undangan. foto/IStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menunaikan ibadah haji merupakan puncak perjalanan spiritual bagi umat Muslim. Selain persiapan fisik dan mental, tradisi di Indonesia biasanya dilengkapi dengan walimatussafar, yakni momen tasyakuran untuk mempererat silaturahmi, memohon maaf, sekaligus memanjatkan doa bersama demi keselamatan jemaah menuju Baitullah.

Berdasarkan rencana perjalanan haji yang tertuang dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 7 Tahun 2025, jadwal penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M telah resmi ditetapkan. Merujuk pada informasi yang dilansir dari akun resmi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, kloter pertama jemaah haji Indonesia tahun 2026 dijadwalkan akan mulai diberangkatkan pada Rabu, 22 April 2026.

Pemerintah Indonesia melalui Kemenhaj RI menetapkan kuota haji tahun 2026 sebanyak 221.000 jemaah, yang terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, penentuan kuota tahun ini dilakukan secara transparan dan berkeadilan berbasis proporsi daftar tunggu di masing-masing wilayah.

Mekanisme baru ini bertujuan untuk menyeragamkan masa tunggu jemaah antarprovinsi sehingga tidak ada lagi kesenjangan antrean yang ekstrem di berbagai daerah.

Pengertian dan Tujuan Walimatussafar

Bagi masyarakat Muslim di Indonesia, istilah walimatussafar sudah menjadi tradisi turun-temurun yang melekat erat setiap kali musim haji tiba. Secara etimologi, kata walimah berarti jamuan atau pesta, sedangkan safar bermakna perjalanan.

Dengan demikian, walimatussafar haji dapat dipahami sebagai sebuah acara tasyakuran atau selamatan yang digelar oleh calon jemaah sebelum mereka bertolak menuju Tanah Suci.

Acara ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan berfungsi sebagai wadah untuk berpamitan, mempererat tali silaturahmi, dan sarana untuk saling memaafkan antar sesama.

Biasanya, rangkaian acara diisi dengan pembacaan tahlil, tausyiah, serta doa bersama demi keselamatan jemaah, yang kemudian ditutup dengan jamuan makan bagi para undangan.

Mengenai hukum pelaksanaannya dalam perspektif Islam, tradisi ini memiliki landasan kuat yang merujuk pada kebiasaan di zaman Nabi Muhammad SAW. Melansir penjelasan dari laman NU Online, praktik mengantarkan atau memberikan ucapan selamat kepada orang yang hendak bepergian jauh sudah berlaku sejak masa Rasulullah.

Hal ini didukung oleh keterangan Imam Nawawi dalam Syarah An-Nawawi 'alal Muslim yang menyebutkan tentang kawasan bernama Tsaniyyatul Wada' di dekat Madinah. Tempat tersebut dinamai demikian karena menjadi titik di mana penduduk Madinah biasa mengiringi dan melepas para pengantar hingga ke sana.

Lebih lanjut, Syekh Abdullah al-Faqih dalam kitab Fatawa Asy-Syabakah Al-Islamiyyah menjelaskan bahwa mengadakan jamuan bagi keluarga dan orang-orang tercinta, baik sebelum keberangkatan maupun setelah kepulangan haji, adalah sesuatu yang baik dan termasuk kebiasaan yang terpuji.

Hal ini dikarenakan di dalam acara tersebut terdapat aktivitas memberi makan yang sangat dianjurkan dalam Islam, sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa kasih sayang serta keakraban.

Namun, para ulama memberikan catatan penting agar penyelenggaraannya tetap bersahaja, tidak mengandung unsur berlebih-lebihan, serta tidak sampai menimbulkan kemasyakatan atau beban yang memberatkan bagi calon jemaah haji itu sendiri.

Contoh Undangan Walimatussafar Haji yang Menarik

Penyusunan surat undangan merupakan elemen teknis krusial dalam rangkaian persiapan walimatussafar haji, yang berfungsi sebagai media komunikasi resmi untuk mengundang kerabat, tetangga, dan saudara agar hadir memberikan doa restu.

Undangan ini idealnya disebarkan sebelum hari pelaksanaan guna memastikan para tamu dapat meluangkan waktu untuk mengikuti prosesi pamitan dan tasyakuran keberangkatan menuju Baitullah.

Mengingat pentingnya aspek kesantunan dan kejelasan informasi mengenai waktu serta lokasi acara, pemilihan format yang tepat sangat diperlukan sebagai representasi kerendahan hati jemaah yang akan berangkat.

Bagi Anda yang memerlukan referensi dalam menyusun redaksi yang informatif dan menyentuh, silakan akses tautan di bawah ini:

Bismillahirrohmanirrohim

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

LabbaikAllahumma Labbaik

Alhamdulillah, wa Syukurillah atas limpahan Rahmat, Taufiq, Hidayah, Inayah Dan Ridha Allah SWT / Tuhan Yang Maha Esa, Kami sekeluarga akan melaksanakan Acara:

Walimatul Haji

Yang InsyAllah akan dilaksanakan pada:

Hari : Minggu

Tanggal : 12 April 2026

Jam : 11.30 WIB

Tempat : Jl. H. Saidi V No.2, RT.2/RW.2, Cipete Selatan

Merupakan suatu kehormatan dan kebahagaiaan bagi kami sekeluarga apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir, sekaligus memberikan do’a restu kepada Kami Sekeluarga untuk keberangkatan kami menunaikan Ibadah Haji Tahun 2026 / 1447 H.

Atas kehadiran dan do’anya kami ucapkan terimakasih yang tiada terbatas Semoga Allaw SWT, senantiasa melimpah ruahkan ganjarannya.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Hormat Kami,

Bpk. Prawira

Sekeluarga

Link Contoh Desain Undangan Walimatussafar Haji

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Satrio Dwi Haryono

tirto.id - Edusains
Kontributor: Satrio Dwi Haryono
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Yantina Debora