tirto.id - Menteri Haji dan Umrah RI (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, mengungkap adanya usulan dari maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Airlines terkait tambahan biaya per jemaah. Hal ini menyusul kenaikan harga avtur global di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah.
“Kenaikan harga avtur global, lonjakan premi asuransi war risk, serta pelemahan nilai tukar, biaya tersebut meningkat signifikan” ujar Gus Irfan dalam rapat dengan Komisi VIII, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).
Dalam kondisi tersebut, Garuda Indonesia mengusulkan tambahan biaya sekitar Rp7,9 juta per jemaah dengan asumsi harga avtur mencapai 116 sen dolar AS per liter.
“Sedangkan Saudi Airlines melalui surat nomor 11732247/115/01 April 2024 mengusulkan tambahan sebesar 480 US dolar per jemaah pada harga avtur 137,4 US dolar sen per liter,” kata dia.
Gus Irfan menyebut kondisi ini disebabkan oleh tekanan faktor global. Dalam kontrak antara Kemenhaj dan kedua maskapai itu juga terdapat terdapat klausul force majeure.
Meskipun demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang di Indonesia maupun Arab Saudi terkait penerapannya. Pemerintah juga masih tengah membahas hal ini.
“Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi terkait force majeure dari pihak yang berwenang baik di Indonesia maupun di Arab Saudi yang dapat menjadi dasar tersebut,” kata Gus Irfan.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id
































