tirto.id - Contoh teks sambutan acara peringatan Kenaikan Yesus Kristus dapat menjadi acuan umat Kristiani. Simak teks lengkap dan isi yang penuh makna.
Peringatan Kenaikan Yesus Kristus jatuh pada hari Kamis, 14 Mei 2026. Hari Kenaikan Yesus Kristus merupakan peringatan Yesus terangkat ke surga. Melalui perayaan ini, umat mengenang peristiwa kembalinya Sang Juru Selamat ke takhta kemuliaan-Nya sebagai puncak dari penebusan di dunia.
Di sejumlah daerah, umat Kristen biasa mengadakan misa atau acara kebaktian khusus untuk memperingati peristiwa ini. Acara peringatan Kenaikan Yesus Kristus dapat dihadiri oleh keluarga, kerabat, hingga rekan kerja. Agar peringatan berjalan lancar, maka diperlukan teks yang penuh makna dan berisi pesan-pesan keimanan.
Teks Sambutan Acara Peringatan Kenaikan Yesus Kristus
Peringatan Kenaikan Yesus Kristus digelar pada Kamis keempat setelah Paskah atau 40 hari setelah hari Minggu Paskah bagi umat Kristen dan Katolik. Secara teologis, kenaikan Yesus Kristus menyatakan iman bahwa Yesus telah dimuliakan oleh Bapa setelah menyelesaikan tugas-Nya di dunia.
Melalui peristiwa ini, Yesus naik ke surga lebih dahulu untuk membuka jalan bagi umat-Nya, agar kelak mereka dapat hidup bersama-Nya dalam kemuliaan abadi. Salah satu agenda yang digelar untuk memperingati Kenaikan Yesus Kristus yaitu acara kebaktian.
Dalam acara tersebut, jemaat akan merenungkan beberapa hal penting. Pertama, menandai selesainya misi Yesus di bumi secara fisik setelah Ia menderita, mati, dan bangkit. Kedua, kenaikan dipandang sebagai momen Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa untuk memerintah sebagai Raja di atas segala raja.
Ketiga, sebelum naik, Yesus berjanji mengirimkan Roh Kudus untuk menyertai umat-Nya. Dalam kebaktian ini, umat Kristiani akan melantunkan pujian berupa lagu-lagu bertema kemenangan. Lalu pembacaan Alkitab, renungan, hingga perjamuan Kudus.
Agar acara berjalan secara terstruktur, maka diperlukan teks sambutan ditujukan kepada para audiens sebagai pengingat akan janji setia Sang Juru Selamat.
Melalui pesan yang tulus, teks sambutan ini menyebarkan kabar sukacita mengenai pengharapan hidup yang kekal. Hal ini menjadi jembatan untuk memperkuat iman komunitas di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Berikut teks sambutan acara peringatan Kenaikan Yesus Kristus yang dapat menginspirasi:
Shalom, Salam Sejahtera bagi kita semua.
Yang saya hormati, Bapak Pendeta [Nama Pendeta],
Yang saya hormati, seluruh panitia penyelenggara,
Serta yang saya kasihi, seluruh jemaat dan saudara-saudariku dalam Kristus yang hadir pada hari ini.
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yesus Kristus, karena atas kasih karunia-Nya yang tak terbatas, kita dapat berkumpul bersama di tempat ini dalam keadaan sehat dan penuh sukacita. Hari ini, kita memperingati sebuah peristiwa agung yang menjadi puncak dari karya keselamatan-Nya di bumi: Kenaikan Yesus Kristus ke Surga.
Saudara-saudariku yang terkasih,
Peristiwa Kenaikan bukanlah sebuah perpisahan yang menyedihkan. Sebaliknya, ini adalah sebuah pengharapan baru. Kenaikan Yesus menegaskan dua hal penting bagi hidup kita:
Pertama, penyelesaian Tugas Mulia: Yesus telah menyelesaikan misi-Nya di dunia dan kembali ke takhta kemuliaan-Nya untuk menyediakan tempat bagi kita semua.
Kedua, penyertaan yang Kekal: Meski secara fisik Ia naik ke surga, Ia tidak meninggalkan kita yatim piatu. Ia mengutus Roh Kudus untuk menyertai, menghibur, dan menguatkan kita setiap hari hingga akhir zaman.
Melalui peringatan ini, marilah kita tidak hanya terpaku menatap ke langit, tetapi mari kita menoleh ke sekeliling kita. Kenaikan Kristus adalah mandat bagi kita untuk menjadi "saksi-saksi-Nya" di bumi—membawa kasih, kedamaian, dan pengharapan bagi sesama.
"Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." — Matius 28:20b
Akhir kata, saya mewakili [Panitia/Pengurus] mengucapkan selamat merayakan Kenaikan Yesus Kristus. Semoga damai sejahtera Kristus senantiasa memerintah dalam hati dan rumah tangga kita semua.
Selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati kita semua.
Shalom.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id






































