tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah pada perdagangan hari ini Senin (11/5/2026), di tengah antisipasi pasar terhadap pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait rebalancing saham Indonesia.
Berdasarkan data RTI hingga pukul 15.10 WIB, IHSG mengalami koreksi 49,2 poin atau turun 0,71 persen ke level 6.920.118. Menurut Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menilai pergerakan IHSG saat ini tidak semata-mata dipengaruhi oleh faktor MSCI.
Menurut Pandu, pelemahan indeks dalam negeri itu lebih disebabkan oleh tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang masih tinggi. Rupiah sendiri ditutup melemah 32 poin atau 0,18 persen pada perdagangan hari ini. Rupiah parkir di level Rp17.414 per dolar AS.
“Saya rasa bukan menyangkut soal MSCI kok hari ini. Lebih banyak soal rupiah dan yang lain-lain,” ujar Pandu saat ditemui di Kemenk Pangan, Senin (11/5/2026).
Kendati demikian, Pandu tetap optimistis terhadap prospek pengumuman MSCI besok. Ia menyebutkan bahwa sejumlah catatan lembaga pemeringkat tersebut terkait transparansi dan reformasi pasar modal Indonesia sudah diakomodir.
“Ya kita tunggu aja besok. Seharusnya kan semua udah dimasukin juga. Aku udah lihat perkembangannya, bursa bagus kok dari sisi penerapan yang sedang dilakukan,” ungkapnya.
Ia pun menambahkan harapan agar hasil pengumuman nanti membawa kabar baik. “Insyaallah besok, insyaallah baiklah,” tutur Pandu.
MSCI sebelumnya memutuskan untuk menahan pembekuan rebalancing pada Mei 2026 sekaligus mengeluarkan saham perusahaan RI dengan kategori konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) dari indeksnya.
Di sisi lain, MSCI masih menelaah dampak berbagai reformasi pasar modal Indonesia terhadap kemudahan akses investasi. MSCI juga akan mengandalkan data keterbukaan pemegang saham di atas 1 persen guna menyesuaikan estimasi free float. Selama kajian berlangsung, data dari sumber atau keterbukaan baru tidak akan dimasukkan.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































