Menuju konten utama

Serangan Tetap Berlangsung Meski Rusia-Ukraina Gencatan Senjata

Serangan masih berlangsung antara Rusia dan Ukraina meski kedua negara sudah menyatakan gencatan senjata tiga hari dan berupaya untuk berunding.

Serangan Tetap Berlangsung Meski Rusia-Ukraina Gencatan Senjata
Ilustrasi perang Rusia-Ukraina. (AP Photo/Libkos)

tirto.id - Tiga orang tewas terbunuh dalam serangan Rusia di Ukraina pada akhir pekan lalu. Korban perang bertambah meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru saja mengumumkan gencatan senjata Rusia-Ukraina mulai Sabtu (9/5/2026).

Menukil Al Jazeera, tewasnya tiga orang di Ukraina tersebut dilaporkan otoritas regional pada Minggu (10/5). Masing-masing satu kematian akibat serangan dilaporkan di Zaporizhia, Dnipropetrovsk, dan Kherson.

Korban yang terbunuh di wilayah Kherson adalah seorang perempuan berusia 58 tahun. Kantor Kejaksaan Oblast Kherson menyebut bahwa perempuan itu tewas dalam serangan drone di Desa Nezlamne pada Sabtu.

Gubernur Kherson Oleksandr Prokudin juga telah mengonfirmasi kematian perempuan ini. Prokudin menyebut korban tertembak ketika sedang berjalan di jalanan. Korban tewas dari serangan itu hanya satu, namun tujuh orang lainnya, termasuk seorang anak-anak, terluka dalam serangan drone dan artileri sejak Sabtu pagi.

Gubernur Zaporizhia Ivan Fedorov juga mengonfirmasi warganya yang terbunuh dalam serangan Rusia. Dalam keterangannya, Fedorov menyebut satu orang tewas dan tiga lainnya terluka akibat serangan artileri dan drone selama akhir pekan.

Sementara itu, satu korban lain di Dnipropetrovsk diidentifikasi sebagai perempuan berusia 46 tahun. Ia terbunuh, sementara satu orang lain mengalami luka akibat serangan Rusia di dekat Kota Synelnykove pada Sabtu. Gubernur Dnipropetrovsk Oleksandr Hanza telah mengonfirmasi hal ini.

Selain tiga korban tewas, serangan Rusia ke Ukraina pada akhir pekan lalu juga telah menyebabkan 8 orang luka-luka di Kharkiv dan seorang anak terluka di Dnipropetrovsk.

Angkatan Udara Ukraina menyebut Rusia telah meluncurkan 27 drone jarak jauh ke wilayah mereka sepanjang akhir pekan lalu. Angka tersebut lebih rendah dari serangan pra-gencatan senjata.

Dalam keterangan terpisah, Staf Umum Ukraina menyebut telah terjadi 147 bentrokan di medan pertempuran di sepanjang garis depan dalam kurun waktu 24 jam selam akhir pekan kemarin.

Serangan Rusia sepanjang akhir pekan itu terjadi meskipun Donald Trump baru saja mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Kremlin dan Kyiv. Trump menyebut kesepakatan itu berlaku selama tiga hari dan berlaku sejak 9 Mei.

Rusia Tuduh Ukraina Melanggar Gencatan Senjata

Tak lama setelah memulai serangan sepanjang akhir pekan, Rusia pada Minggu menuduh Ukraina telah melakukan lebih dari 1.000 pelanggaran gencatan senjata. Kremlin menuduh Kyiv telah menyerang pasukan dan target sipil di beberapa wilayah Rusia dengan drone dan artileri.

Kementerian Pertahanan Rusia menyebut serangan Ukraina itu telah menargetkan sejumlah titik di semenanjung Krimea Ukraina yang dianeksasi, juga wilayah Rusia Belgorod, Kursk, Kaluga, Rostov, dan Krasnodar. Pihak militer menyebut telah menembak jatuh 57 drone milik Ukraina.

“Meskipun telah diumumkan gencatan senjata, formasi bersenjata Ukraina melakukan serangan menggunakan pesawat tanpa awak dan artileri terhadap posisi pasukan kami, serta terhadap target sipil,” bunyi pernyataan kementerian tersebut.

Kementerian itu kemudian menyebut bahwa militer mereka telah “membalas dengan cara yang sama”.

Baca juga artikel terkait PERANG RUSIA UKRAINA atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar