tirto.id - Cara mengaktifkan full Linux melalui dev mode di Chromebook perlu diketahui bagi mereka yang ingin memaksimalkan fungsionalitas perangkat ini. Pengguna pun dapat mengakses sistem operasi Linux secara lebih luas dan menyeluruh.
Chromebook merupakan jenis laptop yang dibuat oleh Google dan menggunakan sistem operasi ringan berbasis cloud bernama ChromeOS. ChromeOS sendiri dibangun oleh Google dengan Linux sebagai fondasinya.
Chromebook memiliki beberapa kelebihan yang disukai oleh banyak pengguna. Laptop ini dikenal memiliki kecepatan booting yang cepat, antarmuka sederhana, dan terdapat integrasi penuh dengan layanan Google.
Selain itu, Chromebook dianggap cukup aman dari serangan siber karena memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Daya tarik lain dari Chromebook adalah harganya yang relatif terjangkau dibandingkan laptop lain.
Secara umum, Chromebook menawarkan penggunaan berbagai aplikasi web dan Android, tapi hal ini membatasi pengguna yang membutuhkan aplikasi teknis yang lebih kompleks. Itulah mengapa Linux bisa menjadi solusi tambahan yang mampu membuka akses lebih luas di Chromebook.
Mengaktifkan Linux dapat mengubah Chromebook dari yang awalnya untuk penggunaan ringan menjadi perangkat yang lebih serbaguna. Oleh karena itu, cara mengaktifkan full Linux melalui dev mode di Chromebook wajib diketahui bila ingin menggunakan aplikasi yang lebih kompleks di perangkat ini.
Apa Itu Linux Dan Fungsinya di Chromebook?

Sebelum mengetahui cara mengaktifkan full Linux melalui dev mode di Chromebook, kita perlu memahami tentang Linux itu sendiri dan mengapa kehadirannya di Chromebook bisa sangat bermanfaat.
Linux adalah sistem operasi open-source yang fleksibel dan digunakan secara luas di berbagai perangkat, mulai dari server, komputer desktop, hingga perangkat mobile seperti laptop.
Karena sifatnya yang open-source, Linux dapat dilihat, digunakan, bahkan dimodifikasi oleh pihak lain. Sampai saat ini, Linux telah menjadi inti (kernel) dari banyak distribusi sistem operasi, contohnya Ubuntu, Debian, Fedora, dan lainnya.
Kemampuannya untuk dikustomisasi membuat Linux jadi pilihan populer bagi banyak orang, terutama di kalangan programmer dan pengembang. Menariknya, Linux juga dapat diaktifkan di Chromebook sehingga laptop ini bisa menjadi perangkat yang mumpuni untuk berbagai kebutuhan kompleks.
Dengan adanya Linux di Chromebook, pengguna bisa menjalankan aplikasi atau tool yang tidak tersedia di ChromeOS atau Play Store Android. Misalnya, software editing atau pengolah gambar, aplikasi coding, dan lain sebagainya.
Dengan kata lain, Linux berfungsi untuk memperluas fungsionalitas Chromebook, dari sebuah perangkat ringan menjadi perangkat kerja yang jauh lebih lengkap dan mampu menangani tugas-tugas berat yang sebelumnya hanya bisa dikerjakan di laptop lain seperti laptop Windows dan macOS.
Cara Mengaktifkan Full Linux di Chromebook

Mengaktifkan Linux di Chromebook memungkinkan pengguna menjalankan berbagai aplikasi yang lebih canggih. Pada Chromebook, Linux memang tidak aktif secara default dan dapat dinyalakan oleh pengguna.
Cara mengaktifkannya pun tidak terlalu sulit dan hanya memerlukan beberapa langkah sederhana. Berikut cara mengaktifkan full Linux melalui dev mode di Chromebook:
- Di Chromebook, klik status bar atau bagian jam di pojok kanan bawah.
- Pilih “Settings” (ikon roda gerigi)
- Pilih menu “About ChromeOS”
- Di bagian “Developers” akan terlihat “Linux development environment”. Klik tombol “Set up”
- Klik “Next” atau ikuti instruksi yang muncul di layar, lalu klik “Install”
- Tunggu hingga proses selesai, biasanya memakan waktu sekitar 10 menit.
- Setelah selesai, muncul jendela terminal yang menandakan sudah masuk ke ekosistem Debian. Pengguna bisa mulai menjalankan perintah Linux atau menginstal lebih banyak aplikasi.

Setelah mengetahui cara mengaktifkan full Linux melalui dev mode di Chromebook, kita juga bisa mematikan Linux dengan langkah-langkah yang sangat mudah. Berikut cara mematikan atau menonaktifkan Linux di Chromebook:
- Klik bagian jam di pojok kanan bawah.
- Pilih “Settings”
- Pilih menu “About ChromeOS”
- Pada bagian “Developers”, masuk ke “Linux development environment”
- Klik tombol “Remove” di samping tulisan “Remove Linux development environment”
Itulah cara mengaktifkan full Linux melalui dev mode di Chromebook. Dengan mengaktifkan Linux, Chromebook bisa menjadi perangkat yang lebih fleksibel dan powerful untuk berbagai kebutuhan yang lebih kompleks.
Tertarik dengan isu seputar Chromebook yang sedang ramai di Indonesia? Baca selengkapnya tentang dugaan kasus korupsi laptop Chromebook di sini.
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id




























