tirto.id - PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), pemegang saham PT Pedagang Aset Kripto (PAK) dan PT Buana Capital, membantah pemberitaan bahwa perusahaan telah diakuisisi oleh platform perdagangan aset digital asal Amerika Serikat (AS), Robinhood Markets, Inc.
Klarifikasi ini disampaikan menyusul permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait hal tersebut. Perseroan menyatakan bahwa rencana akuisisi oleh Robinhood masih dalam tahap awal dan belum final. Robinhood baru memberikan penawaran yang dinilai menarik bagi manajemen BOLA.
"Robinhood belum resmi dan masih sedang dalam tahap penawaran akuisisi PT PAK. Izin OJK terkait hal ini juga masih dalam proses sampai dengan surat ini diterbitkan," kata Corporate Secretary BOLA, Yohanes Ade Bunian Moniaga, dalam keterangan resminya, Senin (15/12/2025).
Ia menjelaskan lebih lanjut, latar belakang rencana transaksi ini muncul karena kinerja unit usaha PT Pedagang Aset Kripto (PAK) dinilai belum optimal. Sementara itu, tawaran dari Robinhood dianggap sebagai opsi strategis.
Meski belum final, proses transaksi telah memasuki tahap tertentu. Yohanes mengonfirmasi bahwa proses telah sampai pada tahap Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) atau Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat.
"Proses akan berlanjut apabila sudah ada persetujuan dari OJK. Untuk timeline belum dapat ditentukan," tambahnya.
Perusahaan menegaskan tidak ada informasi atau kejadian material lain yang dapat memengaruhi kelangsungan hidup dan harga saham perusahaan di luar penjelasan tersebut.
Sebelumnya, Robinhood disebut telah resmi mengakuisisi perusahaan pialang Indonesia, PT Buana Capital, dan perusahaan aset kripto nasional Coinvest, yakni PT Pedagang Aset Kripto.
Kepala Asia Robinhood, Patrick Chan, mengungkapkan Indonesia menjadi pilihan sebagai perluasan pasar karena pertumbuhan signifikan investor pasar modalnya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), per akhir Oktober 2025 terdapat 19 juta investor pasar modal dan 17 juta investor kripto. Tidak hanya itu, secara tahun berjalan (year to date/ytd), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mengalami pertumbuhan sebesar 21,5 persen.
"Indonesia merupakan pasar yang tumbuh pesat untuk perdagangan, menjadikannya tempat yang menarik untuk melanjutkan misi Robinhood dalam mendemokratisasi keuangan bagi semua orang," kata Patrick dalam acara Corporate Action Launch di Bursa Efek Indonesia, Senin (8/12/2025).
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id




































