Menuju konten utama

Bitcoin Cetak Rekor Tertinggi Baru, Tembus US$125.245

Sentimen positif pasar didukung oleh kebijakan regulasi yang lebih mendukung dari pemerintahan Trump dan minat kuat investor institusional.

Bitcoin Cetak Rekor Tertinggi Baru, Tembus US$125.245
Warga memperlihatkan pemberitahuan tarif baru pajak kripto yang muncul di sebuah aplikasi pembelian mata uang kripto saat melakukan proses transaksi di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (1/8/2025). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nilai Bitcoin kembali mencetak sejarah baru dengan mencatat rekor tertinggi pada perdagangan hari Minggu (5/10/2025).

Aset kripto terbesar di dunia ini mengalami penguatan hampir 2,7 persen menjadi 125.245,57 dolar AS per koin pada pukul 05.12 GMT. Kondisi ini semakin mengukuhkan momentum bullish Bitcoin, yang sebelumnya telah mengalami kenaikan untuk delapan sesi berturut-turut hingga Jumat lalu.

Melansir Reuters, kenaikan beruntun ini turut didorong oleh penguatan yang terjadi di pasar saham Amerika Serikat serta tingginya arus masuk modal ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin.

“Rekor sebelumnya, yang dicapai pada pertengahan Agustus lalu, berada di level 124.480 dolar AS per koin,” tulis Reuters dikutip Senin (6/10/2026).

Sentimen positif pasar didukung oleh kebijakan regulasi yang lebih mendukung dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan minat kuat yang terus ditunjukkan oleh investor institusional.

Sementara aset kripto bersinar, mata uang dolar AS justru mengalami tekanan. Pada hari Jumat, dolar tercatat melemah terhadap sejumlah mata uang utama di level Rp16.553, mencatatkan kerugian dalam beberapa pekan.

Melemahnya dolar ini dipicu ketidakpastian akibat ancaman shutdown pemerintah AS, yang memicu penundaan rilis data-data kunci, seperti data penggajian yang sangat penting untuk mengukur arah perekonomian.

Baca juga artikel terkait BITCOIN atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana