tirto.id - Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI), Banjaran Surya Indrastomo, memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan pada kuartal-I 2026 akan lebih tinggi 0,5 persen dari rata-rata kuartal I di tahun-tahun sebelumnya.
Proyeksi ini didorong oleh momentum konsumsi jelang ramadan dan lebaran, serta pergeseran fokus belanja pemerintah dari infrastruktur ke program yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
"Kalau kita lihat ritel sales sekarang sudah November, Desember, dan lebarannya agak dekat ya, Maret pertengahan. Jadi, siklus untuk puncak konsumsi ini dalam 2 bulan ke depan," katanya dalam BSI Sharia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Banjaran menjelaskan bahwa kuartal satu tahun depan memiliki beberapa faktor pendorong likuiditas. Pertama, pola siklus keuangan pemerintahan yang kini telah dimulai sejak Januari, berbeda dengan pola sebelumnya yang dimulai Maret.
Kedua, adanya akumulasi likuiditas dari masyarakat yang menerima gaji dan tunjangan hari raya (THR).
Dengan berbagai sumber likuditas itu, menurutnya harus dapat dimanfaatkan dunia usaha dengan menggenjot produksi. Hal ini yang akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan kredit ke depan.
"Jadi konteksnya itu driven-nya banyak,tinggal apakah dunia usaha mau meng-capture," ujar Banjaran.
Ia yakin, jika pelaku usaha dapat merespons cepat, penyaluran kredit bisa mencatatkan pertumbuhan yang lebih baik dibanding kuartal satu biasanya.
Adapun, pergeseran belanja pemerintah diperkirakan akan mendorong permintaan kredit di sektor-sektor spesifik seperti pendidikan dan kesehatan.
Sementara sektor konstruksi diperkirakan akan terdampak, meski masih akan tersokong oleh program-program terkait penguatan ekosistem pangan pemerintah.
“Tapi kembali lagi, saya melihat sebetulnya petumbuhannya akan at least secara kredit perbankannya 0,5 persen lebih tinggi dari rata-rata di kuartal I sebelumnya,” ucapnya.
Secara keseluruhan, Banjaran memproyeksikan pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah pada 2026 akan mencapai 11,89 persen, meningkat dari proyeksi akhir 2025 sebesar 10,27 persen.
Angka ini lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan kredit perbankan konvensional yang diperkirakan sebesar 10,15 persen.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id



































