tirto.id - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan akan mempercepat proses verifikasi terhadap 106 ribu Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) dengan penyakit kronis yang kini sudah direaktivasi oleh Kemensos pada 10 Februari 2026.
Sebagaimana diketahui, penerima ini sebelumnya mengalami penonaktifan di tengah pemutakhiran data nasional.
"Bahwa yang 106.153 orang yang sudah diaktivasi secara otomatis oleh Pak Mensos, ini akan segera kami lakukan ground check dan akan segera selesai karena ini jumlahnya tidak terlalu banyak," ujar Amalia dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/2/2026).
Amalia mengatakan verifikasi ini dilakukan dengan kolaborasi antara petugas kemensos juga BPS. Proses ini, kata Amalia, ditargetkan akan rampung sebelum Idulfitri 2026.
"Petugas lapangan akan berkolaborasi antara pegawai BPS, kemudian juga pendamping PKH [Program Keluarga Harapan], dan kami juga akan menggandeng mitra statistik kami. Ini akan segera diselesaikan, target kami adalah sebelum Lebaran ini sudah selesai," katanya.
Dalam kesempatan sebelumnya, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, juga meminta pendamping PKH di seluruh Indonesia untuk terlibat dalam proses ground check peserta BPJS segmen PBI-JK yang dinonaktifkan.
“Kami akan melibatkan pendamping-pendamping kami yang ada 30 ribu lebih di seluruh Indonesia untuk membantu ya, ground check, melihat kondisi setiap penerima manfaat,11 juta tersebut,” kata Gus Ipul dalam keterangannya.
Di samping melibatkan pendamping, Gus Ipul juga meminta keterlibatan masyarakat dalam rangka pemutakhiran data melalui usulan atau sanggahan yang disampaikan ke saluran-saluran yang telah disediakan oleh Kemensos. Saluran itu yakni seperti aplikasi Cek Bansos, Call Center, hingga WhatsApp Center.
“Kami bekerja sekuat tenaga, tetapi hari-hari ini, kita memerlukan bantuan dari masyarakat luas untuk ikut usul, ikut sanggah, jadi ikut usul, ikut sanggah, ikut berpartisipasi, supaya data kita makin akurat, koreksi dari masyarakat, sanggahan dari masyarakat itu sangat penting buat kami,” kata Gus Ipul.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































