Menuju konten utama

BPS Catat Indonesia Alami Deflasi 0,37 Persen di Mei 2025

Penyumbang utama deflasi Mei 2025 secara bulanan adalah kelompok makanan, minuman, tembakau.

BPS Catat Indonesia Alami Deflasi 0,37 Persen di Mei 2025
Warga membawa barang belanjaan di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, Senin (7/10/2024). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2025 mengalami deflasi sebesar 0,37 persen secara bulanan atau dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara secara tahunan atau year on year (yoy) terjadi inflasi sebesar 1,60 persen.

"Pada Mei 2025 terjadi deflasi secara month to month sebesar 0,37 persen," ujar Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Senin (2/6/2025).

Pudji menyebut, penyumbang utama deflasi Mei 2025 secara bulanan adalah kelompok makanan, minuman, tembakau dengan andil deflasi 0,41 persen. Komoditas utama deflasi pada kelompok ini diantaranya cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih.

Sedangkan penyumbang utama inflasi secara tahunan adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil inflasi 0,69 persen. Adapun komoditas penyumbang Utama inflasi pada kelompok ini adalah emas perhiasan.

Jika melihat dari komponen inti pada Mei 2025 mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,40 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 104,09 pada Mei 2024 menjadi 106,59 pada Mei 2025. Sementara komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,36 persen dan komponen yang harganya bergejolak mengalami deflasi y-on-y sebesar 1,17 persen.

Komponen inti mengalami inflasi m-to-m dan y-to-d masing-masing sebesar 0,08 persen dan 1,18 persen. Komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami deflasi m-to-m sebesar 0,02 persen, sedangkan y-to-d mengalami inflasi sebesar 1,04 persen.

Di sisi lain, jika melihat Inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Jayawijaya sebesar 5,75 persen dengan IHK sebesar 115,26 dan terendah terjadi di Kota Pontianak sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 106,56.

Sedangkan deflasi y-on-y terdalam terjadi di Manokwari sebesar 1,51 persen dengan IHK sebesar 106,60 dan terendah terjadi di Kabupaten Pasaman Barat sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 108,96.

Baca juga artikel terkait BPS atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra