Menuju konten utama

Bos LPS Bantah Ada Fenomena Makan Tabungan di Tengah Masyarakat

LPS membantah masyarakat sedang "makan tabungan". Anggito menyebut simpanan di semua kelompok nominal tetap tumbuh dan menopang aktivitas ekonomi.

Bos LPS Bantah Ada Fenomena Makan Tabungan di Tengah Masyarakat
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu saat konferensi pers di Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026). tirto.id/Muhammad Naufal
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu membantah anggapan bahwa masyarakat kini sedang "makan tabungan" atau menggerus simpanan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Anggito mengeklaim, saat ini tabungan dengan nominal mulai dari di bawah Rp100 juta hingga di atas Rp5 miliar justru bertumbuh, menandakan dana masyarakat di perbankan tetap meningkat dan terus mendukung aktivitas ekonomi.

"Enggak ya, semua masih tumbuh ya. Baik itu tabungan-tabungan yang di bawah Rp100 juta maupun sampai dengan di atas Rp5 miliar semuanya tumbuh dan bergerak gitu ya," ujar Anggito di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/7/2026) petang.

Pernyataan Anggito ini disampaikan usai ia menghadiri rapat koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.

Anggito menyampaikan, kondisi itu menunjukkan bahwa pertumbuhan simpanan terjadi di semua kelompok nasabah.

"Jadi itu menunjukkan bahwa sebetulnya sirkulasi dana itu yang masuk ke bank itu mendukung kegiatan ekonomi yang sektor riil khususnya ya," ucapnya.

Sementara itu, Anggito turut mengatakan bahwa likuiditas di perekonomian masih menunjukkan tren positif. Ia menyebut, perkembangan uang beredar dalam arti luas atau M2—yang mencakup uang kartal, giro, tabungan, deposito, dan instrumen keuangan likuid lainnya di masyarakat—masih mengalami peningkatan.

"Peningkatan, ada peningkatan," imbuh Anggito.

Sebelumnya, LPS melaporkan pertumbuhan simpanan masyarakat dengan jumlah di bawah Rp100 juta mencapai 4,95 persen secara tahunan hingga Mei 2026. Capaian ini lebih baik dibandingkan pertumbuhan simpanan pada kelompok yang sama per Desember 2025, yang saat itu baru tumbuh 3,43 persen.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Hendra Friana