Menuju konten utama

Gandeng JICA, RI Latih Delegasi Afrika Dagang-Investasi via SSTC

Kemendag dan JICA melatih delegasi enam negara Afrika soal promosi dagang, investasi, negosiasi, UMKM, hingga pemasaran digital.

Gandeng JICA, RI Latih Delegasi Afrika Dagang-Investasi via SSTC
Pembukaan South-South and Triangular Cooperation (SSTC) on Trade and Investment Promotion for African Countries, Senin (28/09/2027). tirto.id/Mukhtar Abdullah
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) menggelar program South-South and Triangular Cooperation (SSTC) untuk meningkatkan kapasitas perwakilan negara-negara Afrika dalam promosi perdagangan dan investasi.

Program yang tahun ini berfokus pada negara-negara Afrika Timur tersebut mencakup sejumlah pelatihan, mulai dari promosi perdagangan dan investasi, negosiasi dagang, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pemasaran digital.

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kemendag Abu Amar mengatakan pelatihan tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di kelas. Para peserta juga akan mempelajari pengalaman dan praktik yang diterapkan berbagai institusi di Indonesia.

"Selama beberapa hari ke depan, kita akan mengeksplorasi pengalaman praktis dalam promosi perdagangan dan investasi, negosiasi dagang, pengembangan UMKM, hingga pemasaran digital. Mereka juga akan meninjau langsung implementasi kebijakan di berbagai institusi di Indonesia," kata Abu Amar dalam pembukaan program SSTC, Senin (28/9/2026).

Program tersebut diikuti 14 peserta dan dua pengamat yang merupakan perwakilan dari enam negara, yakni Rwanda, Somalia, Sudan Selatan, Tanzania, Mozambik, dan Etiopia.

Kepala Perwakilan JICA Indonesia Takeda Sachiko mengatakan program tersebut merupakan bentuk kemitraan yang memanfaatkan pengalaman Indonesia dan Jepang dalam pengembangan kapasitas negara-negara mitra.

"Kami yakin pengalaman dari program ini akan berkontribusi kuat pada promosi perdagangan dan investasi," ujar Takeda.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP) Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono mengatakan penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting untuk meningkatkan hubungan perdagangan Indonesia dengan negara-negara Afrika.

Menurut dia, saat ini perdagangan Indonesia dengan Afrika baru menyumbang sekitar 3,5 persen dari total perdagangan luar negeri Indonesia. Padahal, kawasan tersebut memiliki potensi pasar yang besar.

Djatmiko mengatakan Afrika memiliki African Continental Free Trade Area (AfCFTA) yang mencakup sekitar 1,3 miliar penduduk dengan nilai produk domestik bruto (PDB) gabungan mencapai 3,4 triliun dolar AS.

"Afrika memiliki kawasan perdagangan bebas (African Continental Free Trade Area) dengan 1,3 miliar penduduk dan gabungan PDB mencapai 3,4 triliun dolar AS, terbesar di dunia. Ini adalah peluang bersejarah," katanya.

Melalui program SSTC, Kemendag dan JICA berharap peningkatan kapasitas peserta dapat mendukung penguatan kerja sama perdagangan dan investasi Indonesia dengan negara-negara Afrika, termasuk dalam proses perundingan perjanjian perdagangan pada masa mendatang.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Mukhtar Abdullah

tirto.id - Flash News
Reporter: Mukhtar Abdullah
Penulis: Mukhtar Abdullah
Editor: Hendra Friana