Menuju konten utama

Odor Tester, Pengendus Parfum Berbayar Harum dan Mewangi

Odor tester, penguji aroma ketiak berpenghasilan hingga ratusan juta rupiah. Tertarik tukar indra penciuman tajammu dengan ladang cuan ini?

Odor Tester, Pengendus Parfum Berbayar Harum dan Mewangi
Ilustrasi Bioteknologi. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pernah membayangkan ada orang yang dibayar khusus cuma untuk memastikan ketiak tidak bau? Sebelum deodoran favorit Anda terjangkau di rak supermarket, ada peran odor tester, profesi unik yang bertugas menguji aroma dan formulasi wewangian secara langsung.

Keampuhan sebuah deodoran tentu baru terbukti jika sudah dicoba langsung pada kulit ketiak manusia. Masalahnya, belum ada teknologi atau mesin yang mampu menilai seberapa segar aroma deodoran setelah bercampur dengan keringat.

Pengujian pun mesti dilakukan secara langsung pada relawan. Tugas mengevaluasi aroma inilah yang diemban oleh odor tester, yang dalam praktik paling ekstrem, perlu mendekat dan mencium ketiak relawan demi memastikan produk tersebut bekerja secara efektif.

Profesi odor tester tidak hanya dibutuhkan untuk pengujian deodoran saja. Keahlian hidung seorang odor tester juga diperlukan dalam proses pembuatan parfum hingga berbagai produk kecantikan lainnya.

Profesi Unik Odor Tester Sang Penguji Wewangian

Di mana pun industri tempat mereka bekerja, peran seorang odor tester sebenarnya sudah dimulai sejak awal formulasi produk diracik. Merekalah yang mengawal proses panjang ini demi memastikan produk wewangian tak cuma harum, tetapi juga efektif dan aman bagi kulit.

Pada produk deodoran biasa, fokus odor tester adalah menguji racikan bahan agar mampu menutupi bau badan secara optimal. Sementara itu, untuk produk antiperspiran, fokus odor tester bertambah. Mereka perlu memastikan kandungan bahan aktif di dalamnya benar-benar bekerja menahan keringat, sebagaimana dikutip dari Validated CS.

Maka dari itu, klaim mentereng seperti "Perlindungan Bau 24 Jam" atau "Mengurangi Keringat 12 Jam" pada kemasan stik, gel, atau semprotan bukanlah angka karangan. Klaim tersebut lahir dari rangkaian eksperimen panjang yang divalidasi langsung oleh para penguji aroma ini

Ilustrasi Odor Tester

Ilustrasi Odor Tester. foto/IStockphtoo

Profesi ini tentu tak bisa dilakoni sembarangan. Mengutip laporan NBC News,odor tester adalah tenaga profesional terlatih dengan latar belakang pendidikan sains yang relevan. Tugas harian mereka meliputi evaluasi, penyempurnaan, serta menjaga konsistensi aroma agar sesuai dengan standar industri dan selera pasar.

Dalam keseharian, odor tester mendokumentasikan setiap temuan sensorik secara rinci, mulai dari tingkat intensitas, kualitas, hingga durasi ketahanan wangi selama proses tes. Data ini yang kemudian digarap bersama tim Research & Development (R&D) serta Quality Assurance (QA) untuk menyempurnakan formula sebelum produk siap diproduksi massal.

Pencoba Parfum, Terkadang Harus Cium Ketiak Harum

Usai formulasi awal selesai diracik di laboratorium, pengujian pun bergeser ke lapangan. Di tahap inilah odor tester berhadapan langsung dengan relawan di ruang khusus bersuhu panas demi memicu timbulnya keringat.

Para relawan ini wajib mengikuti protokol pengujian yang ketat, mulai dari batasan aktivitas hingga aturan pemakaian produk. Setelah durasi tertentu, odor tester akan mengevaluasi efektivitas produk dengan cara mencium area ketiak relawan secara langsung.

Ilustrasi Odor Tester

Ilustrasi Odor Tester. foto/IStockphtoo

Tentu saja, keahlian indra penciuman odor tester ini juga dibantu oleh teknologi canggih. Salah satunya menggunakan plester penyerap keringat (sweat patches) untuk mengukur volume keringat sebelum dan sesudah penggunaan antiperspiran.

Dari pengujian tersebut, odor tester menilai performa aroma berdasarkan skala pengukuran yang terukur, mulai dari tingkat intensitas, durasi perlindungan terhadap bau, hingga ketahanan wangi saat bercampur keringat tubuh.

Rangkaian eksperimen yang dapat berlangsung hingga 25 hari ini dilakukan secara berulang dengan tujuan membandingkan efektivitas formula. Misalnya, dengan menguji perbedaan respons pada ketiak kanan dan kiri relawan. Selain memastikan keampuhan aroma, pengujian komprehensif ini juga mengevaluasi keamanan produk pada kulit serta memastikan formula tidak meninggalkan bekas noda di pakaian.

Ketika Penciuman Tajam Menjadi Ladang Cuan

Ketelitian dan kerumitan proses pengujian deodoran hingga antiperspiran menuntut kualifikasi odor tester yang tidak sembarangan. Mengutip ZipRecruiter, syarat paling utama untuk melakoni profesi ini adalah memiliki indra penciuman (olfaktori) yang tajam di atas rata-rata. Ketajaman hidung ini dibutuhkan untuk membedakan nuansa aroma paling halus sekaligus memberikan penilaian yang rinci dan akurat.

Hal penting lainnya adalah keterampilan komunikasi lisan dan tertulis. Seorang odor tester butuh mendokumentasikan temuan secara efektif dan berkolaborasi dengan tim lintas fungsi.

Mengingat industri deodoran yang terus berkembang dengan kebutuhan pasar yang kian kompleks, seorang odor tester juga dituntut untuk fleksibel. Mereka harus mampu beradaptasi dengan beragam skenario pengujian baru, sekaligus menjaga kepatuhan pada standar etika dan integritas pengujian. Kejujuran sensorik mereka sangat krusial karena menjadi penentu akhir apakah suatu produk aman dan layak dilepas ke pasaran.

Ilustrasi Odor Tester

Ilustrasi Odor Tester. foto/IStockphtoo

Lalu, apakah "penderitaan" hidung para odor tester ini sepadan dengan cuan yang didapatkan?

Mengutip data karier dari ZipRecruiter,rata-rata gaji seorang odor tester berkisar antara 30.000 dolar AS hingga 60.000 dolar AS (sekitar Rp470 juta hingga Rp940 juta) per tahun.

Jika dihitung secara proporsional jam kerja, angka ini setara dengan upah mulai dari 15-30 dolar AS (sekitar Rp235 ribu hingga Rp470 ribu) per jam. Angka ini tentu dapat bervariasi tergantung pada lokasi kerja, skala industri, serta tingkat pengalaman dan keahlian yang dimiliki.

Di balik angka-angka rupiah yang fantastis tersebut, ada ketajaman hidung dan profesionalitas tinggi yang siap mencium aroma tak sedap demi memastikan masyarakat tetap tampil wangi dan percaya diri setiap hari.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Side Job
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Iswara N Raditya