tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan empat dari total 50 desa yang sebelumnya terdampak banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah hingga kini masih tergenang.
“Per hari ini tersisa empat desa masih tergenang,” kata Kepala BNPB, Suharyanto, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, dikutip Antara, Jumat (20/2/2026).
Dia menambahkan secara umum penanganan banjir di Kabupaten Grobogan relatif terkendali seiring surutnya genangan di sebagian besar wilayah terdampak.
BNPB mengonfirmasi tidak ada yang mengungsi, tapi pemerintah sudah mendorong logistik barang kebutuhan pokok, termasuk makanan bagi warga terdampak.
Meski demikian, Suharyanto memastikan perbaikan tanggul yang jebol akan dikebut oleh dinas terkait. Kerusakan tanggul tersebut sebelumnya mengakibatkan ruas Jalan Raya Semarang-Godong sempat terputus dan mengganggu mobilitas warga.
Untuk mendukung percepatan penanganan, BNPB memberikan bantuan berupa paket sembako, pompa alkon, alat kebersihan, selimut, dan matras bagi masyarakat terdampak.
Suharyanto menambahkan pemerintah daerah, baik Provinsi Jawa Tengah maupun Kabupaten Grobogan, dapat mengusulkan kebutuhan tambahan guna memperkuat penanganan banjir serta mempercepat pemulihan di wilayah terdampak.
Sebelumnya, Suharyanto meninjau langsung lokasi tanggul jebol yang memicu banjir di Kabupaten Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, guna memastikan percepatan penanganan darurat berjalan optimal.
“Beberapa hari lalu banjirnya cukup besar, sekitar 50 desa terdampak akibat tanggul jebol. Alhamdulillah, saat ini tinggal beberapa desa yang masih tergenang,” ujar Suharyanto di Grobogan, Jumat.
Dia menegaskan penanganan darurat harus dilakukan secara cepat agar aliran air dapat segera dikendalikan. BNPB, mendukung kebutuhan peralatan, seperti pompa portabel dan perahu karet untuk mempercepat penyedotan air serta membantu evakuasi warga.
Suharyanto juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana (BBWS Pemali Juana) terkait progres penutupan tanggul yang jebol. BNPB memastikan hingga kini tidak terdapat korban jiwa akibat banjir tersebut.
"Pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan logistik, layanan kesehatan, dan dukungan bagi warga terdampak tetap terpenuhi," ujarnya.
Kasatker BBWS Pemali Juana Priyo Hambodo menyampaikan bahwa langkah darurat difokuskan pada penutupan tanggul agar aliran air dari sungai tidak terus meluap ke pemukiman warga.
“Target kami tanggul darurat segera tertutup agar bisa menahan debit air. Setelah itu akan dilakukan perkuatan permanen pada titik yang mengalami kerusakan,” ujarnya.
Selain langkah darurat, pemerintah juga menyiapkan mitigasi jangka panjang melalui penataan dan normalisasi alur Sungai Tuntang guna meningkatkan kapasitas tampung air saat musim hujan.
Sementara itu, Bupati Grobogan Setyo Hadi menyampaikan pemerintah daerah segera melakukan pendataan terhadap lahan pertanian yang terdampak banjir. Dinas Pertanian akan mendata sawah milik warga yang terendam guna memastikan penanganan dan bantuan dapat segera disalurkan.
“Untuk sawah yang terdampak, akan segera didata oleh Dinas Pertanian. Kami ingin memastikan petani mendapatkan perhatian dan tindak lanjut yang jelas,” ujarnya.
Bupati juga menyoroti sejumlah akses jalan yang terputus akibat banjir dan berharap perbaikan dapat segera dilakukan, mengingat saat ini memasuki bulan Ramadhan dan mendekati arus mudik Idul Fitri.
“Terkait jalan yang terputus, semoga bisa segera diperbaiki. Kami ingin arus mudik tetap lancar dan masyarakat bisa beraktivitas dengan aman,” ujarnya.
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id































