Menuju konten utama

Tanggul Sungai Tuntang Jebol, Jalur Purwodadi-Semarang Terputus

Untuk arus Purwodadi menuju Semarang, kendaraan bertonase besar atau sumbu tiga ke atas dialihkan melalui Demak.

Tanggul Sungai Tuntang Jebol, Jalur Purwodadi-Semarang Terputus
Akses Jalan Grobogan-Semarang terdampak banjir dan ada jalur yang terputus menyusul jebolnya tanggul Sungai Tuntang, sehingga Polres Grobogan melakukan rekayasan arus lalu lintas. ANTARA/Gunawan
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Polres Grobogan, Jawa Tengah, menerapkan pengalihan arus lalu lintas setelah akses utama Purwodadi–Semarang terputus akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang. Kerusakan tersebut menyebabkan badan jalan di wilayah Desa Tinanding tak bisa dilalui kendaraan.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo, mengatakan genangan air disertai arus deras menggerus jalan hingga ambles dan terputus. Demi mencegah kemacetan serta risiko kecelakaan, polisi memberlakukan rekayasa lalu lintas bagi kendaraan dari kedua arah.

"Genangan air dan arus deras membuat badan jalan tergerus hingga putus. Sebagai langkah penanganan, petugas menerapkan pengalihan arus untuk kendaraan dari arah Purwodadi menuju Semarang maupun sebaliknya," ujarnya dikutip Antara, Selasa (17/2/2026).

Untuk arus Purwodadi menuju Semarang, kendaraan bertonase besar atau sumbu tiga ke atas dialihkan melalui Demak. Sementara kendaraan kecil diarahkan melewati jalur Penawangan–Godong–Karangrayung–Jeketro–Kemiri.

Sebaliknya, dari arah Semarang menuju Purwodadi, kendaraan sumbu tiga ke atas diminta berbalik arah melalui jalur Pantura Demak. Adapun kendaraan kecil dapat melintas melalui rute Kemiri–Jeketro–Karangrayung–Godong–Penawangan.

Rekayasa arus ini akan diberlakukan hingga kondisi tanggul dan ruas jalan dinyatakan aman untuk dilalui. Petugas juga ditempatkan di sejumlah titik strategis guna mengatur lalu lintas dan memberikan informasi kepada pengguna jalan.

Selain memutus jalur transportasi, banjir akibat tanggul jebol juga merendam permukiman warga di beberapa desa sekitar. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena curah hujan masih tinggi dan berpotensi memicu banjir susulan.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait saat ini fokus melakukan penanganan darurat, termasuk menutup tanggul yang jebol serta mendata kerusakan infrastruktur dan dampak yang dialami warga terdampak.

Baca juga artikel terkait BANJIR

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Anggun P Situmorang