Menuju konten utama

BKPM Pastikan Investasi Apple di Indonesia Jalan Terus

Perkembangan investasi Apple akan disampaikan langsung oleh Menteri BKPM, Rosan di kemudian hari.

BKPM Pastikan Investasi Apple di Indonesia Jalan Terus
Kantor Kementerian Investasi/BKPM. (FOTO/Yohanes Hasiholan)

tirto.id - Deputi Bidang Pengembagan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM), Riyatno, optimistis investasi Apple Inc. di Indonesia melalui pembangunan pabrik AirTag, masih terus berlanjut. Pasalnya, perusahaan teknologi tersebut telah membeli tanah di Batam untuk merealisasikan pembangunan pabrik tersebut.

“Kalau kami optimis, ya bahwa investasi yang sudah direncanakan, apalagi sebenarnya mungkin Pak Menteri (Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani) juga dalam beberapa kesempatan sudah menyampaikan bahwa Apple itu juga sudah membeli (tanah), untuk rencana investasi di Batam,” ujar dia, saat ditemui usai Konferensi Pers di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta Selatan, Jumat (18/7/2025).

Meski begitu, Riyatno enggan menjelaskan lebih lanjut terkait perkembangan rencana investasi perusahaan asal Califonia, Amerika Serikat (AS) tersebut di Indonesia. Katanya, perkembangan investasi Apple akan disampaikan langsung oleh Rosan di kemudian hari.

“Menurut saya, (menurut) kami akan tetap dilanjutkan, ya. Jadi tidak bisa, maksudnya tidak mungkin, atau kemungkinan besar akan diteruskan,” imbuh Riyatno.

Sementara itu, investasi Apple diharapkan bisa tetap terealisasi, kendati AS telah menetapkan tarif resiprokal sebesar 19 persen untuk Indonesia. Sebelumnya, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan, menilai tarif resiprokal yang ditetapkan Gedung Putih kepada Indonesia akan berpengaruh pada perkembangan investasi Apple di Batam.

Meski begitu, dengan luasnya pasar Apple, nilai pemasaran produk teknologi raksasa teknologi tersebut tak akan begitu terpengaruh, khususnya untuk perekonomian AS.

“Dugaan saya kemungkinan akan berpengaruh. Tapi, knowing that ini ada perusahaan Amerika juga. Artinya, tentunya mereka tidak akan tinggal diam terkait dengan hal ini,” kata dia, di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta Selatan, Rabu (23/4/2025).

Karenanya, perusahaan-perusahaan yang menanamkan modalnya di luar negeri dan berpotensi terdampak, akan berusaha meningkatkan daya saingnya.

“Kalau dia berpikir bahwa market-nya bukan cuma di Amerika, tapi juga di tempat lain. Kemudian, kalau dia harus bangun [pabrik] di Amerika menjadi tidak kompetitif di tempat lain, maka global value-nya tidak bisa didapatkan sebagai leaders dari produk itu sendiri,” ujar Nurul.

Baca juga artikel terkait APPLE atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra