tirto.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) program makan bergizi gratis (MBG).
Dadan mengatakan Satgas MBG ini diprioritaskan untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Diutamakan (wilayah) 3 T dan juga percepatan menyeluruh di masing-masing daerah,” kata Dadan kepada Tirto, Jumat (25/7/2025).
Dadan menjelaskan Satgas MBG berkoordinasi dengan personel tim BGN di wilayah kabupaten dalam melakukan percepatan penyediaan infrastruktur, seperti dapur umum, hingga jalur distribusi makanan.
“Percepatan daerah 3 T. Satgas bersama-sama dengan Personel BGN di kabupaten melakukan koordinasi, harmonisasi, dan sinkronisasi dalam percepatan penyediaan infrastruktur dan juga rantai pasok,” jelas Dadan.
Dadan tidak memerinci ihwal pembentukan Satgas di daerah 3 T tersebut. “Anggota Satgas MBG dari pemerintah daerah internal,” ucap Dadan.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, menginstruksikan kepada semua kepala daerah seluruh Indonesia untuk segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berkoordinasi langsung dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
Tito menjelaskan dengan adanya Satgas MBG di setiap daerah maka program prioritas pemerintah tersebut dapat segera terlaksana secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
“Nah, setelah itu rekan-rekan kepala daerah, segera saya minta menunjuk semacam membuat satgas untuk MBG, dan tunjuk kepalanya, ketuanya,” kata Tito dalam Rapat Koordinasi Sosialisasi Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Persiapan Launching Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta Perayaan HUT ke-80 RI Tahun 2025 yang digelar secara virtual, Jumat (18/7/2025).
Tito mengatakan sejumlah pemerintah daerah dinilai telah berhasil dalam inisiatif membentuk Satgas MBG. Di antaranya adalah Kabupaten Bogor dan Garut yang kini ketua Satgasnya adalah sekretaris daerah di masing-masing wilayah.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































