tirto.id - Intelijen Amerika Serikat mengatakan, Iran masih memiliki banyak peluncur rudal dan drone. Kendati telah menghadapi tekanan dan serangan dari AS-Israel selama beberapa waktu terakhir, peluncur tidak hancur. Keberadaannya diperkirakan terkubur di bawah tanah karena serangan.
"Mereka masih sangat siap untuk menimbulkan kekacauan besar di seluruh wilayah," kata salah satu sumber tentang Iran melansir laporan CNN, Jumat (3/4/2026).
Dalam analisis terbaru, komunitas intelijen AS menyimpulkan bahwa Iran masih memiliki kemampuan tinggi. Bahkan, sejumlah aset militer tersebut disebut tersebar dan tidak sepenuhnya terdampak oleh operasi militer sebelumnya.
Rudal-rudal itu dipandang akan menjadi kemampuan kunci untuk Iran dalam mengancam lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Selain peluncur rudal, Iran mempertahankan sejumlah besar rudal mencakup sistem rudal balistik dan kendaraan udara tanpa awak (UAV) yang selama ini menjadi andalan strategi pertahanan Iran.
AS Klaim Situasi Iran Makin Suram
Menanggapi hal ini, juru bicara Gedung Putih Anna Kelly mengatakan bahwa sumber anonim sangat ingin menyerang Presiden Trump dan merendahkan pekerjaan luar biasa Militer Amerika Serikat dalam mencapai tujuan Operasi Epic Fury.
"Inilah faktanya: rudal balistik dan serangan drone Iran turun 90 persen, angkatan laut mereka musnah, dua pertiga fasilitas produksi mereka rusak atau hancur, dan Amerika Serikat dan Israel memiliki dominasi udara yang luar biasa atas Iran," katanya.
Anna mengklaim pihaknya sedang menghancurkan Iran secara militer. Menurutnya, situasi Iran semakin suram dari hari ke hari.
“Satu-satunya harapan mereka adalah membuat kesepakatan dengan pemerintahan Presiden Trump dan meninggalkan ambisi nuklir mereka untuk selamanya. Jika tidak, mereka akan dipukul lebih keras daripada yang pernah mereka pukul sebelumnya,” tutur Anna.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































