tirto.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah berjalan di sebagian besar sekolah di Indonesia. Di baliknya, ada kerja-kerja di dapur sehingga tersaji makanan di meja siswa.
Salah satu yang berperan penting dalam kerja-kerja tersebut adalah Kepala Dapur MBG. Tanpanya, pembuatan makanan akan sulit terkoordinasi dengan baik, mencakup menu dan nilai gizinya.
Kepala Dapur MBG atau yang secara resmi disebut sebagai Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi kunci terselenggaranya program yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN) ini. Kepala Dapur SPPG sendiri adalah pusat layanan yang bertugas dan bertanggung jawab mengelola seluruh kegiatan harian MBG.
Sebagaimana umum diketahui, program MBG ini berlangsung setiap hari selama siswa di sekolah. Maka dari itu, pelaksanaan kegiatan operasional dapur hampir tiap hari kecuali hari libur sekolah.
Kepemimpinan dan manajemen yang baik dibutuhkan oleh seorang Kepala Dapur MBG di tiap wilayah. Di antaranya butuh persiapan, pengolahan, dan distribusi makanan bergizi sehingga berjalan efektif dan efisien.
Kepala Dapur SPPG tidak hanya berperan mengawasi proses memasak, tetapi juga bertindak sebagai manajer, koordinator, dan pemimpin. Mereka memastikan setiap porsi makanan memenuhi standar gizi nasional, terjamin keamanannya, dan dikirim tepat waktu.
Lalu, berapa gaji yang diperoleh seorang Kepala Dapur MBG? Simak informasi berikut tugas dan tanggung jawabnya.
Info Gaji Kepala Dapur MBG
Saat ini gaji karyawan dapur MBG rata-rata sebesar Rp2 juta per bulan. Angka tersebut masih terbilang kecil karena berada di bawah standar upah minimum regional (UMR).
Namun, seorang Kepala Dapur MBG mendapat gaji yang lebih tinggi dari gaji karyawan dapur. Mereka memperoleh setidaknya Rp6,4 juta per bulan, di atas UMR rata-rata Pulau Jawa.
Hingga Oktober 2025, belum ada aturan resmi yang mengatur besaran gaji tersebut secara khusus. Perbedaan gaji yang diperoleh karyawan dan kepala dapur tersebut dilandasi perbedaan kompetensi dan tanggung jawab.
Posisi Kepala Dapur MBG biasanya diisi oleh lulusan program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Mereka sejak 2024 telah dilatih untuk menjadi tenaga ahli profesional dalam menjalankan program pembangunan daerah secara efektif dan berkelanjutan. Salah satunya yakni program MBG ini.
Dengan gaji yang lebih tinggi dan dibekali kemampuan manajerial, kepemimpinan, dan pengetahuan gizi, apa saja tugas dan tanggung jawab seorang Kepala Dapur MBG? Simak penjelasan berikut ini.
1. Manajemen dan Pengawasan Tim
Kepala Dapur SPPG bertanggung jawab penuh atas kinerja dan pengembangan seluruh tim karyawan yang berjumlah mencapai 50 orang. Di dalamnya mencakup urusan menyusun jadwal kerja, mengelola konflik, serta memastikan setiap anggota tim bekerja sesuai dengan etika dan prosedur yang berlaku.2. Pengadaan Bahan Baku dan Kemitraan Strategis
Kepala Dapur SPPG memastikan ketersediaan bahan baku yang berkualitas dan bernutrisi secara konsisten. Tidak hanya fokus pada harga termurah, tetapi juga pada kualitas terbaik.3. Pelaksanaan Operasional Harian
Kepala Dapur SPPG bertanggung jawab mengawasi setiap tahapan, mulai dari persiapan bahan, pengolahan, pemorsian, hingga pengawasan. Tak hanya itu, mereka juga memastikan setiap makanan diolah maksimal 4—6 jam sebelum dikonsumsi untuk menjaga kesegaran dan keamanannya.4. Distribusi dan Jaminan Kualitas
Kepala Dapur SPPG harus memastikan makanan dikemas dalam wadah tertutup yang aman dan higienis. Kemudian, distribusi dilakukan menggunakan kendaraan khusus yang dilengkapi boks tertutup.5. Administrasi dan Pelaporan Keuangan
Kepala Dapur SPPG bertanggung jawab mengelola anggaran dan membuat laporan. Laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan harus disusun secara berkala, setiap dua minggu, dan dilengkapi dengan bukti-bukti pengeluaran yang sah serta dokumentasi kegiatan.Pembaca yang ingin membaca artikel sejenis terkait Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat mengakses tautan berikut ini.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Wisnu Amri Hidayat
Masuk tirto.id


































