tirto.id - Penyebab kasus keracunan MBG yang dialami 15 murid SDN Rawalele di Desa Rawalele Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang pada 25 September 2025 lalu, akhirnya terjawab.
Kadinkes Subang, dr Maxi, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Barat menunjukkan hasil negatif kontaminasi pada menu MBG.
"Sample menu MBG yang di periksa di Lab Kesehatan Provinsi Jawa Barat, untuk nasi, ikan dory crispy, tempe, jeruk, semuanya negatif tak terkontaminasi bakteri," kata Maxi, Jum'at (10/10/2025).
Maxi mengatakan bahwa semua sampel yang diperiksa, menggunakan parameter salmonella, staphylococcus, dan bacillus. Semua sampel pun menunjukkan hasil negatif.
"Tapi, di makanan tertentu ada tumbuh bakteri lain, misalkan di tumis pakcoy ada tumbuh bakteri Pantoae agglomerans," ungkapnya.
Bakteri-bakteri yang tumbuh itu bukan penyebab utama keracunan makanan. Namun, memang ketika di inkubasi terdeteksi bakteri.
Menurut Maxi, kemungkinan kasus keracunan diakibatkan oleh kandungan Nitrit pada menu MBG.
"Ada kandungan Nitrit 10,11 mg di sayuran tumis pakcoy. Harusnya kandungan nitrit 0 ada di makanan," katanya.
"Nitrit bisa digunakan di olahan tertentu, kayak daging, kornet, sosis diatur di bpom batas kandungan di makanannya 30 mg/kg," imbuhnya.
Dikatakan Maxi, Nitrit adalah senyawa kimia yang mengandung ion Nitrogen dan Oksigen, sering kali sebagai garam atau ester dari asam nitrit (HNO2cap H cap N cap O sub 2๐ป๐๐2).
"Senyawa ini dapat terbentuk secara alami sebagai produk perantara dalam siklus nitrogen, digunakan sebagai pengawet pada daging olahan, dan dapat ditemukan di lingkungan seperti air dan tanah," ungkapnya.
Maxi menegaskan, Nitrit bisa menyebabkan keracunan jika daya tahan tubuh lemah. Namun, jika daya tahan tubuh kuat, tak akan menyebabkan keracunan.
"Daya tahan tubuh yang lemah membuat kerentanan terhadap keracunan Nitrit,โ lontarnya.
Dijelaskan, Nitrit dapat memicu methemoglobinemia, kondisi di mana hemoglobin tidak dapat membawa oksigen. Kondisi ini menyebabkan kelemahan, sesak napas, dan perubahan warna kulit kebiruan karena tubuh kekurangan oksigen.
โKeracunan Nitrit terjadi ketika tubuh tidak mampu mentoleransi kadar Nitrit yang terlalu tinggi, baik dari lingkungan atau makanan," tegasnya.
Oleh sebab itu, kata Maxi, dari 400 siswa di SDN Rawalele terdapat 15 siswa yang keracunan. Diduga, 15 siswa tersebut daya tahan tubuhnya lemah.
"Dari sekitar 400 siswa yang makan MBG hanya 15 yang keracunan, diduga kuat daya tahan tubuhnya lemah akibat mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung senyawa Nitrit 10,11 mg," pungkasnya.
==========
Subang Info adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.
Penulis: Subang Info
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id





























