tirto.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan tidak ada dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bersifat fiktif. Penjelasan ini ia sampaikan menanggapi isu yang beredar mengenai banyak dapur MBG fiktif.
Dadan memaparkan, masalah yang sebenarnya terjadi adalah ketidakseriusan sejumlah mitra dalam melengkapi persyaratan administrasi. Dari sekitar 6.000 mitra yang dinilai "tidak serius", sekitar 2.100 di antaranya telah aktif kembali setelah BGN membuka layanan pengaduan.
“Kami temukan 6.000 mitra yang kurang serius. Kemudian yang serius kami buka layanan pengaduan dan sudah kembali 2.100 lebih,” kata Dadan di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (26/9/2025).
Dengan demikian, masih ada sekitar 3.900 mitra yang belum menunjukkan keseriusan. Mitra-mitra ini, menurut Dadan, berpotensi dihapus dari sistem untuk membuka kuota baru.
“Sehingga sekarang itu lebih dari 3.900 mitra yang tidak serius itu, sebentar lagi mungkin akan hilang dari sistem dan akan membuka kuota baru. Jadi tidak ada yang fiktif,” tegasnya.
Dadan menjelaskan perbedaan antara “fiktif” dan "tidak serius". Menurutnya, suatu dapur MBG dinyatakan fiktif jika sudah disetujui, diberikan persetujuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan virtual account, tetapi tidak beroperasi. Sementara dalam kasus ini, mitra bahkan belum memasuki tahap pembangunan.
“Ini enggak, mereka membangun saja belum, kemudian secara proses persiapan tidak serius kita rollback ke belakang. Itu yang kita temukan 6.000 lebih. Ya bukan fiktif. Tapi mitra yang tidak serius,” tuturnya.
Prosesnya, calon mitra yang mengajukan diri harus melewati tahap verifikasi legalitas lahan, yayasan, dan data geospasial. Jika dalam waktu 20 hari persyaratan tidak dilengkapi, status mitra akan dikembalikan ke tahap pengajuan awal (rollback).
“Kasus yang banyak terjadi, banyak yang sudah dapat dan sudah masuk dalam proses persiapan tidak menunjukkan legalitasnya selama 20 hari,” ucapnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































