tirto.id - Toner termasuk salah satu jenis skincare yang memiliki manfaat tersendiri bagi kulit. Namun, belakangan muncul anggapan bahwa toner tidak memberikan manfaat signifikan sehingga dianggap tidak dibutuhkan. Bagaimana kata ahli terkait hal ini?
Toner adalah produk skincare yang digunakan setelah membersihkan wajah dengan cleanser atau pembersih muka, dan dipakai sebelum serum atau pelembap. Toner memiliki formula ringan, berbentuk cair, dan memiliki tekstur yang mirip dengan air.
Toner memiliki banyak manfaat, termasuk menghapus sisa kotoran yang tertinggal, menyegarkan, melembapkan, hingga menutrisi kulit. Secara umum, toner membantu mempersiapkan kulit wajah agar dapat menyerap produk skincare berikutnya dengan lebih optimal.
Meski memiliki banyak kegunaan, sebagian orang menganggap bahwa toner tidak memberikan dampak yang signifikan pada kulit wajah. Hal ini membuat mereka memilih meninggalkan toner dan langsung skip ke produk skincare selanjutnya, baik itu essence, serum, atau pelembap.
Klaim Viral: Toner Disebut Tidak Penting, Bahkan Bisa Dilewati

Toner sudah digunakan sejak lama dalam dunia kecantikan. Namun, belakangan muncul pendapat yang menyebutkan bahwa toner bukanlah langkah penting dalam skincare routine dan aman untuk dilewati.
Pendapat ini banyak digaungkan oleh pengguna skincare, terutama penganut skin minimalism yang menekankan rutinitas perawatan kulit sederhana. Mereka beranggapan bahwa selama wajah sudah dibersihkan dengan baik dan langsung dilanjutkan dengan serum, kesehatan kulit tetap bisa terjaga.
Salah satu alasan paling umum mengapa banyak orang memilih untuk skip toner adalah karena dianggap tidak memberikan efek yang signifikan. Beberapa pengguna merasa kulit mereka tidak menunjukkan perubahan berarti meskipun sudah rutin memakai toner.
Alasan ini membuat toner dinilai tidak termasuk produk yang esensial dibandingkan serum, pelembap, atau sunscreen. Persepsi ini semakin kuat pada orang dengan kulit normal yang jarang mengalami masalah.
Alasan lain yang sering muncul adalah anggapan bahwa toner hanya membuang-buang uang. Dengan banyaknya produk skincare yang harus dibeli, toner kerap dianggap sebagai langkah tambahan yang sebenarnya opsional atau tidak wajib.
Terlebih, harga toner tertentu bisa cukup tinggi sehingga sebagian orang lebih memilih mengalokasikan budget untuk produk dengan hasil yang lebih “terasa”.
Selain itu, toner juga dinilai membuat layering skincare menjadi terlalu berlebihan. Rutinitas yang panjang dianggap berisiko membuat kulit terasa berat, lengket, atau bahkan memicu iritasi, terutama pada kulit sensitif.
Karena berbagai alasan inilah, tidak sedikit orang yang memilih langsung melompat dari cleanser ke serum atau pelembap dengan keyakinan bahwa semakin sedikit produk yang dipakai, semakin kecil pula risiko masalah kulit.
Apa Fungsi Toner dalam Skincare Menurut Ahli Kulit?

Perlu diketahui bahwa fungsi toner mengalami perkembangan seiring dengan perubahan zaman. Menurut dokter kulit Joshua Zeichner MD, toner dulu diciptakan dengan kandungan alkohol tinggi, berbeda dengan toner modern yang diperkaya dengan berbagai bahan yang bisa menutrisi kulit.
“Secara tradisional, toner digunakan untuk menghilangkan minyak berlebih dari kulit dan sangat bermanfaat bagi orang yang berjerawat," ujarnya seperti dikutip dari situs Byrdie.
"Produk-produk tersebut mengandung konsentrasi alkohol yang tinggi dan membuat kulit kering,” tambahnya. “Toner saat ini mengandung berbagai bahan yang menenangkan, mencerahkan, dan anti-penuaan."
Sedikit berbeda dengan toner zaman dulu, toner yang sekarang dijumpai di pasaran memiliki manfaat sebagai berikut:
1. Membersihkan Sisa Kotoran
Dilansir dari laman Byrdie, dokter spesialis kulit dari Manhattan, Debra Jaliman MD, mengungkapkan bahwa salah satu manfaat toner adalah menyempurnakan pembersihan wajah."Toner menghilangkan minyak dan sisa kotoran, bakteri, dan riasan," kata dokter kulit Debra Jaliman MD. "Toner juga menghilangkan debu, polusi, dan kotoran yang mungkin masih tersisa setelah mencuci muka dengan pembersih."
2. Melembapkan Wajah
Toner memiliki kandungan air tinggi sehingga membantu melembapkan kulit. Selain itu, toner modern umumnya diperkaya dengan bahan-bahan yang mampu melembapkan seperti asam hialuronat atau gliserin yang dapat meningkatkan hidrasi kulit.3. Menenangkan Kulit
Banyak toner mengandung bahan-bahan yang menenangkan seperti ceramide, lidah buaya, dan centella asiatica. Selain dapat menutrisi kulit, toner dengan kandungan bahan ini bisa mengatasi masalah seperti kemerahan, peradangan, hingga kulit kusam.4. Menghaluskan Tekstur Kulit dan Mengecilkan Pori
Di pasaran, kita bisa menemukan toner dengan kandungan bahan eksfoliasi seperti alpha hydroxy acids (AHA) dan beta hydroxy acids (BHA). Dilansir dari Cleveland Clinic, ahli dermatologi Angela Wei MD menjelaskan bahwa toner seperti ini bisa menghaluskan kulit wajah.“Menggunakan toner dengan AHA (seperti asam glikolat atau laktat) atau BHA (seperti asam salisilat) dapat membantu membersihkan pori-pori dan menghaluskan tekstur kulit, sehingga pori-pori tampak sedikit lebih kecil,” kata Dr. Wei.
5. Membantu Meningkatkan Penyerapan Produk
Dr. Wei juga mengungkapkan bahwa memakai toner memudahkan kulit menyerap produk-produk skincare berikutnya.“Saat menggunakan toner setelah membersihkan wajah, Anda meningkatkan kandungan air pada lapisan luar kulit dan meningkatkan penyerapan produk,” katanya. “Toner bertindak seperti spons dengan membantu bahan-bahan perawatan kulit lainnya meresap.”
6. Menyeimbangkan pH Kulit
Salah satu fungsi utama toner yang juga umum diketahui banyak orang adalah sebagai penyeimbang pH kulit. Toner dengan kandungan seperti asam glikolat, asam laktat, atau asam salisilat dapat membantu mengembalikan keasaman alami kulit setelah dibersihkan dengan sabun pembersih muka.Apakah Toner Selalu Dibutuhkan oleh Semua Jenis Kulit?

Toner bisa digunakan oleh semua jenis kulit, tergantung dari jenis atau bahan aktif yang ada di dalamnya. Namun, para ahli sepakat bahwa toner sebenarnya bukan langkah yang wajib dalam rutinitas skincare karena manfaatnya sering kali sudah bisa diperoleh dari produk lain.
Sebagai contoh, fungsi eksfoliasi pada toner dapat digantikan oleh serum yang mengandung retinoid atau glycolic acid. Begitu pula jika ingin mengejar hidrasi atau fungsi pencerah, kita juga bisa mendapatkan manfaat yang sama dari serum atau moisturizer dengan bahan aktif yang serupa.
Dengan kata lain, bagi banyak orang, rangkaian skincare yang sudah terfokus dan tepat sasaran dapat bekerja optimal tanpa perlu tambahan toner.
Meski demikian, penggunaan toner tetap sah-sah saja asalkan sesuai dengan kebutuhan kulit. Hampir semua orang dapat menggunakan toner yang lembut dan bersifat melembapkan sebagai pelengkap rutinitas harian.
Mengutip dari Forbes, ahli dermatologi Dr. Nikoleta Brankov menegaskan bahwa toner sebenarnya bukan produk wajib dalam rutinitas skincare dan tidak semua orang membutuhkannya.
Jika mau menggunakannya, kita harus cermat dengan kandungan di dalamnya agar penggunaannya tidak sia-sia.
"Toner tidak diperlukan untuk semua orang, tapi dapat memberikan manfaat tambahan jika Anda memiliki masalah kulit tertentu yang ingin diatasi," kata Dr. Nikoleta Brankov.
"Kuncinya adalah mengetahui bahan-bahan apa yang harus dicari dan bahan-bahan apa yang harus dihindari, serta menemukan toner yang paling sesuai dengan jenis kulit Anda.”
Di sisi lain, kita juga perlu berhati-hati jika toner mengandung bahan aktif yang sama dengan produk lain dalam rutinitas skincare, bahkan ada beberapa bahan aktif yang tak boleh digabung karena bisa menimbulkan iritasi.
Jadi, jika merasa membutuhkan toner, disarankan untuk mencermati kandungan atau komposisi produk agar tidak “bentrok” dengan kandungan dari produk skincare lainnya.
Risiko Jika Melewatkan Toner, Apakah Benar Ada Dampaknya?

Toner memang memiliki banyak manfaat, tapi melewatkan toner juga tidak selalu menimbulkan risiko serius bagi kulit. Meski demikian, tetap ada aspek tertentu yang bisa kurang optimal tanpa penggunaan toner.
Toner yang diformulasikan dengan humektan seperti hyaluronic acid atau glycerin dapat membantu mempertahankan kelembapan setelah membersihkan wajah sehingga kulit terasa lebih terhidrasi dibandingkan tanpa toner.
Namun, hal ini juga bisa dipengaruhi oleh jenis kulit. Efektivitas toner terhadap hidrasi kulit pernah diteliti melalui jurnal Comparison of Skin Hydration in Combination and Single Use of Common Moisturizers (Cream, Toner, and Spray Water).
Studi tersebut menunjukkan bahwa pada kulit normal, kombinasi krim dan toner menunjukkan tingkat hidrasi yang tinggi. Namun, urutan aplikasi toner dan krim (toner dulu atau krim dulu) tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil hidrasi.
Sementara pada kulit kering, perbedaan hidrasi antara kombinasi krim-toner dan krim saja ternyata tidak signifikan. Bahkan, penggunaan krim saja sudah cukup efektif untuk melembapkan kulit kering.
Dari penjelasan ahli dan penelitian yang ada, bisa disimpulkan bahwa penggunaan toner memang memberikan manfaat lebih. Namun, jika ingin skip atau tidak memakainya, hal tersebut juga tidak masalah.
Cara Memilih Toner yang Tepat agar Tidak Sia-Sia

Meski bukan produk wajib dalam rutinitas skincare, toner tetap boleh digunakan untuk mendapatkan manfaat tambahan. Namun, memilih toner juga harus cermat agar tak sia-sia memakainya.
1. Perhatikan Kandungan Toner
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kandungan utama dalam toner. Untuk kulit kering atau dehidrasi, pilih toner dengan humektan seperti glycerin, hyaluronic acid, atau panthenol yang membantu menarik dan mempertahankan kelembapan.Kulit sensitif sebaiknya mencari toner dengan bahan penenang seperti centella asiatica atau aloe vera. Sementara itu, toner dengan AHA/BHA lebih cocok untuk kulit berminyak dan berjerawat karena membantu eksfoliasi ringan dan membersihkan pori, tapi perlu digunakan dengan hati-hati agar tidak merusak skin barrier.
2. Jangan Cuma Ikuti Tren
Salah satu kesalahan umum dalam memilih toner adalah mengikuti tren atau tergiur dengan produk viral tanpa memahami kondisi kulit sendiri. Tak sedikit yang tergoda mencoba toner karena adanya klaim bisa mencerahkan, menghaluskan tekstur, atau membuat wajah glowing.Tidak ada salahnya mencoba toner dengan klaim-klaim tersebut, tapi tetap perhatikan kondisi dan kebutuhan kulit, serta perhatikan komposisi atau kandungan bahannya.
3. Cocokkan Toner dengan Produk Skincare Lainnya
Kesalahan lain yang juga umum dilakukan adalah menumpuk terlalu banyak produk dengan fungsi serupa, misalnya menggunakan exfoliating toner bersamaan dengan serum eksfoliasi atau retinoid. Hal ini justru dapat meningkatkan risiko iritasi.Ada pula beberapa bahan skincare yang tidak boleh digabung, misalnya menggunakan toner retinol bersamaan dengan serum vitamin C. Memakai kedua bahan ini di satu waktu justru mengurangi efektivitasnya.
Kesimpulan: Toner Tidak Penting atau Justru Dibutuhkan?

Mengacu pada penjelasan para ahli dermatologi dan penelitian, dapat disimpulkan bahwa toner bukanlah produk skincare yang mutlak penting, tapi juga tidak sepenuhnya tidak dibutuhkan.
Perkembangan formulasi toner menunjukkan bahwa produk ini kini memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibandingkan toner generasi lama, mulai dari menyempurnakan pembersihan, membantu hidrasi, menenangkan kulit, hingga meningkatkan penyerapan skincare lain.
Namun, para ahli juga sepakat bahwa toner bukan langkah wajib dalam skincare routine karena sebagian besar fungsinya bisa digantikan oleh produk lain seperti serum, pelembap, atau treatment khusus.
Artinya, melewatkan toner tidak serta-merta berdampak buruk bagi kulit. Kunci utamanya adalah memahami kebutuhan kulit dan menyusun rutinitas yang tepat.
Jika toner dipilih dengan cermat dan tidak tumpang tindih dengan produk lain, toner bisa menjadi pelengkap yang bermanfaat. Jadi, toner bukan keharusan, melainkan pilihan.
Rekomendasi Toner Sesuai Jenis Kulit

Memilih toner sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan karena setiap jenis kulit memiliki kebutuhan yang berbeda. Dengan memahami kebutuhan kulit masing-masing, penggunaan toner tidak sia-sia dan bisa memberikan manfaat lebih untuk kulit wajah. Berikut beberapa rekomendasi toner sesuai jenis kulit:
1. Toner untuk Kulit Kering: WARDAH Aquaporin Squalane Bounce & Glow Milky Toner
Produk ini termasuk hydrating toner yang memiliki tekstur milky yang mampu memberikan hidrasi instan sekaligus memperkuat skin barrier. Toner ini memiliki kandungan aquaporin, squalane, dan low molecular hyaluronic acid untuk melembapkan.Toner ringan ini juga membantu membuat kulit terasa halus, lembut, dan kenyal. WARDAH Aquaporin Squalane Bounce & Glow Milky Toner bisa dibeli di harga Rp120.000 - Rp130.000 (100 ml).
2. Toner untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat: ERHA Acneact AHA BHA & Niacinamide Clarifiying Toner
ERHA menghadirkan toner eksfoliasi yang cocok untuk kulit berminyak. Toner ini bertekstur gel dan dapat membantu merawat kulit berjerawat. Kandungan AHA dan BHA berperan dalam membersihkan pori serta membantu mengontrol sebum berlebih.Sementara kandungan niacinamide membantu menenangkan kulit dan mengurangi kemerahan. Toner ini juga memiliki sifat antibakteri yang membantu mengurangi jerawat sekaligus mencegah kemunculan jerawat baru. Produk ini dibanderol dengan harga Rp95.000 - Rp110.000 (60 ml).
3. Toner untuk Kulit Sensitif: Labore GentleBiome Hydration Toner
Labore GentleBiome Hydration Toner adalah toner non-alkohol dengan tekstur rich-liquid dan pH 5,5 yang ringan serta cepat meresap di kulit. Diformulasikan khusus untuk kulit sensitif di iklim tropis, toner ini membantu mengurangi kekeringan sekaligus menenangkan kulit.Toner ini dapat digunakan pagi dan malam hari untuk mempersiapkan kulit agar lebih optimal menyerap rangkaian skincare selanjutnya. Labore GentleBiome Hydration Toner dibanderol dengan harga Rp150.000 - Rp155.000 (100 ml).
Itulah beberapa rekomendasi toner sesuai jenis kulit serta penjelasan lengkap tentang fungsi toner. Penggunaan toner kembali pada kebutuhan dan kondisi kulit masing-masing. Dengan beragam jenis toner yang tersedia, produk ini dapat menjadi pelengkap skincare yang bermanfaat jika dipilih dan digunakan dengan tepat.
Butuh informasi menarik lain tentang perawatan kulit? Temukan rekomendasi produk, tips yang bermanfaat, dan info lain seputar skincare di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id


































