tirto.id - Banyak orang menganggap sepeda listrik tidak boleh terkena air atau hujan karena kendaraan ini menggunakan berbagai komponen elektronik yang dinilai rentan mengalami kerusakan saat basah. Namun, benarkah sepeda listrik tidak boleh kena hujan dan air?
Sepeda listrik merupakan kendaraan yang menggunakan motor listrik sebagai sumber penggerak utama. Sistem kerjanya memanfaatkan energi listrik yang tersimpan di dalam baterai untuk menggerakkan motor di dalamnya.
Agar dapat berfungsi dengan optimal, sepeda listrik dibekali beberapa komponen penting, seperti baterai sebagai sumber daya, throttle (grip gas) pengatur kecepatan, controller yang mengelola aliran listrik, serta motor listrik atau dinamo yang mengubah energi listrik menjadi tenaga gerak.
Saat ini, sepeda listrik jadi salah satu alat transportasi favorit di Indonesia karena dinilai praktis dan tidak membutuhkan biaya tinggi layaknya motor. Meski demikian, masih banyak orang yang ragu untuk membelinya karena khawatir dengan daya tahannya, terutama di musim hujan.
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa perangkat elektronik berisiko mengalami kerusakan jika terkena air. Karena itulah, banyak orang beranggapan bahwa sepeda listrik sebaiknya tidak sampai basah atau terkena hujan. Apakah benar demikian?
Benarkah Sepeda Listrik Tidak Boleh Kena Hujan?

Pada dasarnya sepeda listrik tetap aman digunakan saat hujan. Sebagai alat transportasi atau kendaraan yang digunakan di luar ruangan, sepeda listrik tentunya sudah dirancang sedemikian rupa dengan komponen yang memiliki ketahanan terhadap air (water-resistant).
Sepeda listrik umumnya masih mampu menghadapi hujan ringan, cipratan air, maupun jalan yang basah dalam penggunaan normal. Namun, perlu dipahami bahwa tahan air bukan berarti bahwa sepeda listrik sepenuhnya kedap air (waterproof).
Oleh sebab itu, kendaraan ini tetap tidak disarankan digunakan untuk menerobos banjir atau direndam di dalam air karena dapat merusak komponen elektronik di dalamnya.
Dikutip dari laman Polygon Bikes, komponen utama sepeda listrik seperti baterai dan motor listrik umumnya telah dilengkapi pelindung agar tidak mudah kemasukan air saat terkena hujan.
Jadi, benarkah sepeda listrik tidak boleh kena hujan? Jawabannya boleh-boleh saja, tapi tetap ada batasya. Selama kompartemen baterai tertutup dengan baik dan tidak mengalami kerusakan, air hujan biasanya tidak akan mengganggu kinerja sistem kelistrikan sepeda.
Peringkat IP (Ingress Protection)

Salah satu acuan untuk mengetahui ketahanan sepeda listrik terhadap air adalah peringkat IP (Ingress Protection). Misalnya, perangkat dengan sertifikasi IPX4 umumnya tahan terhadap percikan air dari berbagai arah, sedangkan IPX5 atau IPX6 mampu menghadapi semprotan air dengan tekanan tertentu.
Sepeda listrik modern umumnya sudah mengantongi sertifikasi IP tingkat tertentu. Agar tetap aman saat terkena hujan, setidaknya gunakan sepeda listrik yang sudah memiliki sertifikasi minimal IPX4 (misalnya IP54 yang tahan terhadap percikan air ringan), tentunya peringkat yang lebih tinggi akan semakin bagus.
Perlu diingat bahwa setiap perangkat IP memiliki kualifikasi yang berbeda-beda. Meski sudah mengantongi sertifikasi IP (sekalipun IPX7 atau IPX8 yang aman direndam air pada kedalaman dan jangka waktu tertentu), kita sebaiknya tetap berhati-hati dengan tidak menerobos genangan air yang dalam atau banjir.
Pertanyaan tentang benarkah sepeda listrik tidak boleh kena hujan sudah terjawab. Hal lain yang penting untuk diketahui adalah perawatannya jika terkena air atau hujan.
Setelah selesai digunakan, jangan lupa membersihkan sepeda listrik dengan mengelap rangka, baterai, dan area motor menggunakan kain kering untuk menghilangkan sisa air.
Saat mencuci sepeda, hindari pula menggunakan semprotan air bertekanan tinggi karena air dapat masuk ke sela-sela komponen kelistrikan dan menyebabkan kerusakan.
Perbedaan Sepeda Listrik dan Motor Listrik

Selain mematahkan anggapan keliru bahwa sepeda listrik tidak boleh kena hujan, kita juga perlu meluruskan salah kaprah di masyarakat yang kerap menyamakan sepeda listrik dengan motor listrik.
Tak bisa dipungkiri, kedua kendaraan ini sering kali dianggap sama, apalagi saat ini banyak sepeda listrik yang mengadopsi model motor-motor konvensional sehingga nyaris tak bisa dibedakan dengan motor listrik.
Lalu, apa saja perbedaan keduanya? Mulai dari daya hingga harga, berikut beberapa perbedaan sepeda listrik dan motor listrik:
1. Daya dan Kecepatan
Motor listrik memiliki tenaga yang lebih besar sehingga mampu melaju hingga sekitar 50–100 km/jam, beberapa model bahkan bisa lebih tinggi dari itu. Sebaliknya, sepeda listrik umumnya menggunakan motor dengan daya lebih kecil sehingga biasanya hanya menghasilkan kecepatan di bawah 50 km/jam.Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 45 Tahun 2020, batas maksimum kecepatan sepeda listrik adalah 25 km/jam. Jadi, motor listrik cocok untuk perjalanan harian di jalan raya, sedangkan sepeda listrik ideal digunakan untuk mobilitas jarak dekat.
2. Kapasitas Baterai dan Jarak Tempuh
Sepeda listrik umumnya dibekali baterai berkapasitas kecil, misalnya baterai dengan tegangan 36–48 V dengan arus berkisar antara 12–20 Ah. Jarak tempuhnya juga terbatas sekitar 20–50 km saja.Sebaliknya, motor listrik dibekali baterai dengan kapasitas lebih besar, biasanya dengan tegangan sekitar 60–72 V dengan arus 20–50 Ah, bahkan bisa lebih tinggi lagi. Jarak tempuh motor listrik juga lebih jauh, rata-rata sekitar 40–120 km.
3. Sumber Penggerak
Motor listrik sepenuhnya mengandalkan baterai untuk menggerakkan kendaraan tanpa perlu dikayuh. Sementara itu, sepeda listrik memadukan tenaga dari motor listrik dan masih tersedia pedal yang bisa dikayuh. Jadi, sepeda listrik tetap bisa digunakan seperti sepeda biasa ketika baterai habis atau saat pengendara ingin berolahraga.4. Aturan Penggunaan
Motor listrik termasuk kendaraan bermotor sehingga penggunaannya wajib memiliki STNK, pelat nomor, dan dikendarai oleh pemilik SIM C. Sementara itu, sepeda listrik tidak memerlukan registrasi kendaraan maupun SIM, tapi penggunaannya dibatasi pada area tertentu, seperti jalur sepeda atau kawasan permukiman.5. Harga
Harga sepeda listrik sangat beragam, rata-rata ada di kisaran Rp2.000.0000–Rp10.000.000. Sementara itu, motor listrik memiliki harga yang lebih tinggi karena menawarkan performa dan fitur yang lebih lengkap. Harganya pun hampir sama dengan motor konvensional, yakni sekitar Rp15.000.000–50.000.000.Demikian penjelasan terkait sepeda listrik untuk menjawab pertanyaan tentang benarkah sepeda listrik tidak boleh kena hujan. Jadi, sebagian besar sepeda listrik masih dapat digunakan saat terkena hujan, apalagi jika memiliki tingkat ketahanan air yang memadai.
Namun, pengguna tetap disarankan menghindari genangan, hujan deras, merendam komponen kelistrikan dalam air, atau menerobos banjir demi menjaga daya tahan baterai, motor listrik, dan sistem elektronik sepeda tetap awet.
Temukan berbagai tips, rekomendasi, info spesifikasi, hingga berita terkini seputar dunia otomotif melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id






























