Menuju konten utama

Batas Aman Mobil Terendam Banjir dan Hal yang Perlu Dilakukan

Jangan nekat terobos banjir! Ketahui batas aman mobil terendam banjir dan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan jika kendaraan sudah terjebak genangan air.

Batas Aman Mobil Terendam Banjir dan Hal yang Perlu Dilakukan
Ilustrasi Mobil Terendam Banjir. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Batas aman mobil terendam banjir wajib dipahami oleh setiap pengendara, terutama mereka yang tinggal di wilayah rawan banjir. Ketika mobil terendam air, risiko yang muncul tidak hanya berkaitan dengan keselamatan, tapi juga potensi kerusakan serius pada mesin.

Bencana banjir sudah bukan hal asing di Indonesia, terutama saat musim hujan tiba. Banjir sering kali membuat mobilitas masyarakat terhenti karena kendaraan seperti mobil juga sulit beroperasi.

Di sisi lain, tak sedikit pula pemilik kendaraan yang masih nekat menerobos genangan air, apalagi jika ketinggian banjir terlihat tidak terlalu tinggi dan menganggap masih aman untuk mobil.

Padahal, tindakan ini tetap berisiko karena pengemudi sering kali tidak dapat memperkirakan kedalaman air yang sebenarnya, kondisi jalan di bawahnya, maupun potensi air masuk ke dalam mesin.

Genangan yang tampak dangkal dan tidak sampai merendam bodi mobil juga bisa berbahaya. Oleh karena itu, penting bagi pengendara untuk mengetahui batas aman mobil terendam banjir dan tidak memaksakan kendaraan melaju di tengah genangan air.

Batas Aman Mobil Terendam Banjir

AKSES JALAN MENUJU GERBANG TOL JAPEK BANJIR

Ilustrasi Mobil Terendam Banjir. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.

Saat mobil melewati genangan banjir, masalah yang perlu dikhawatirkan adalah masuknya air ke dalam mesin. Jika air berhasil masuk ke mesin (walau hanya sedikit), hal ini bisa menciptakan fenomena water hammer.

Water hammer sendiri adalah kondisi ketika air masuk ke dalam ruang pembakaran atau sistem pelumasan, kondisi yang kerap terjadi saat mobil menerjang genangan air.

Karena mesin dirancang untuk memampatkan udara dan bahan bakar agar terjadi pembakaran, masuknya air yang tidak bisa dikompresikan menyebabkan tekanan abnormal yang bisa mendorong piston berlebihan.

Akibatnya, setang piston bengkok, bahkan merusak komponen internal lain seperti blok mesin atau menyebabkan mesin tidak bisa menyala sama sekali. inilah yang sering membuat mobil mogok setelah tergenang atau melewati banjir.

Oleh karena itu, pemilik mobil harus memastikan bahwa mesin kendaraannya aman dari genangan air. Menurut situs Mitsubishi Motors, batas aman mobil terendam banjir sebaiknya tidak lebih dari sekitar 30-33 cm atau maksimal setengah tinggi ban kendaraan.

Batas ini ditentukan dengan mempertimbangkan posisi mesin, air intake, transmisi, dan sistem kelistrikan. Semua itu adalah bagian yang apabila terendam air bisa menyebabkan mesin mati mendadak atau sistem kontrol elektronik terganggu.

Jika tinggi genangan air melebihi level tersebut atau lebih dari setengah tinggi ban, risiko mesin menghisap air akan meningkat sehingga kemungkinan mesin mati atau rusak juga semakin besar.

Risiko Kecelakaan saat Banjir

Ilustrasi Banjir.
Ilustrasi Mobil Terendam Banjir. FOTO/iStockphoto

Bicara tentang batas aman mobil terendam banjir, risiko yang dihadapi para pengendara bukan hanya kerusakan mesin, tapi juga bahaya keselamatan diri sendiri maupun penumpang mobil.

Menurut situs The Flood Hub, air setinggi 30 cm saja sudah cukup untuk membuat mobil mengambang dan kehilangan kontak dengan permukaan jalan sehingga pengemudi bisa kehilangan kendali penuh atas mobilnya.

Jika air banjir mengalir, risiko kecelakaan akan semakin meningkat. Kedalaman sekitar 60 cm sudah bisa membawa kendaraan terseret arus sehingga sangat berbahaya.

Laman National Weather Service memberikan gambaran yang lebih jelas terkait risiko hanyut saat banjir. Air dengan ketinggian 12 Inci (sekitar 30 cm) sudah bisa menghanyutkan mobil kecil.

Sementara itu, ketinggian air 18-24 Inci (sekitar 45-60 cm) sudah sanggup menghanyutkan kendaraan besar, termasuk SUV, van, bahkan truk. Jadi, memiliki mobil besar tidak menjamin keamanan jika berhadapan dengan banjir, terutama jika airnya mengalir.

Selain itu, air banjir sering menyembunyikan bahaya tersembunyi seperti puing-puing, lubang jalan, atau benda apa saja yang semuanya bisa menyebabkan kerusakan kendaraan atau kecelakaan. Oleh karena itu, pemilik kendaraan diharapkan lebih hati-hati dan waspada ketika banjir.

Sudah Terendam Banjir Tinggi, Hal Apa yang Harus Dilakukan

BANJIR KEMANG

Ilustrasi Mobil Terendam Banjir. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

Jika mobil sudah terendam banjir tinggi, respons pertama yang kita ambil bisa sangat menentukan tingkat kerusakan yang nantinya dialami kendaraan. Dilansir dari situs Wuling dan Nissan Indonesia, berikut beberapa hal yang wajib dilakukan mobil sudah terendam:

1. Jangan Menyalakan Mesin Mobil

Langkah pertama yang paling penting adalah tidak mencoba menyalakan mesin. Menyalakan mesin dalam kondisi ini bisa menyebabkan air terhisap ke dalam mesin, memicu water hammer, dan menyebabkan kerusakan serius pada mesin serta sistem kelistrikan.

Jika ingin memindahkan mobil ke tempat yang lebih aman, disarankan untuk mendorong mobil saja tanpa menyalakan mesin. Apabila kesulitan, bisa gunakan layanan towing.

2. Lepaskan Kabel Negatif Aki

Segera lepaskan kabel negatif aki untuk membantu memutus aliran listrik dan mencegah korsleting serta kerusakan pada komponen elektronik. Air banjir merupakan penghantar listrik yang baik sehingga arus listrik aktif dapat menyebabkan kerusakan lebih parah.

3. Ganjal Roda Mobil

Genangan air yang tinggi bisa membuat mobil mengambang atau hanyut. Di sisi lain, rendaman banjir dapat membuat kampas rem melekat atau lengket pada tromol/roda, terutama pada kendaraan dengan rem tromol.

Jangan gunakan rem tangan untuk membuat mobil diam, tapi lebih disarankan menggunakan batu atau pengganjal yang memadai. Jangan lupa masukkan gigi 1 (manual) atau posisi P (matic) untuk menjaga mobil tetap pada tempatnya sampai dievakuasi.

4. Cek dan Ganti Oli serta Bahan Bakar

Air banjir bisa bercampur dengan oli mesin dan bahan bakar yang dapat berdampak buruk pada kesehatan mesin. Setelah banjir surut, jangan langsung menyalakan mobil, tapi periksa kondisi oli dan bensin terlebih dahulu.

Jika terlihat tercampur air, segeralah menguras dan mengganti oli serta membuang air dari tangki bahan bakar agar kerusakan yang lebih parah bisa dihindari.

5. Periksa Filter Udara dan Komponen Mesin Lainnya

Filter udara yang basah menunjukkan bahwa air telah mencapai saluran masuk udara, dan jika tidak ditangani dapat menyebabkan masalah mesin lebih lanjut.

Bersihkan atau ganti filter udara, dan cek juga cairan lain seperti rem, pendingin, serta sistem elektrik. Jika kurang paham tentang cara memeriksanya sendiri, bawa mobil ke bengkel agar diperiksa oleh ahlinya.

6. Bersihkan dan Keringkan Interior

Hal yang tak kalah penting adalah membersihkan bagian dalam mobil. Air banjir yang masuk ke kabin tidak hanya membuat tidak nyaman, tapi juga bisa menyebabkan jamur, bau apek, dan kerusakan interior lainnya.

Angkat karpet, kain pelapis, dan buka semua pintu serta ventilasi untuk mempercepat proses pengeringan. Jika kesulitan, gunakan layanan jasa pembersihan mobil atau car cleaning service untuk perawatan menyeluruh.

7. Bawa ke Bengkel atau Dealer Resmi

Meskipun langkah awal sudah dilakukan, mobil yang terendam banjir tetap perlu diperiksa secara profesional di bengkel atau dealer resmi. Mekanik akan melakukan pengecekan menyeluruh mulai dari mesin, sistem kelistrikan, serta komponen lain untuk memastikan tidak ada kerusakan tersembunyi yang bisa menyebabkan masalah di kemudian hari.

Demikian penjelasan tentang batas aman mobil terendam banjir. Saat banjir datang, keselamatan diri dan kondisi mesin harus selalu menjadi perhatian utama para pemilik kendaraan.

Oleh karena itu, menghindari menerobos banjir tetap menjadi pilihan paling bijak, dan jika mobil sudah terlanjur terendam, penanganan yang tepat serta pemeriksaan menyeluruh sangat diperlukan untuk mencegah kerusakan serius.

Temukan berbagai tips, rekomendasi, info spesifikasi, hingga berita terkini seputar dunia otomotif melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Otomotif

Baca juga artikel terkait OTOMOTIF atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Gearbox
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani