Menuju konten utama

Bahlil Sebut Impor Minyak RI Capai 40 Miliar Dolar AS

Konsumsi BBM di dalam negeri semakin meningkat belakangan, namun tak diikuti dengan peningkatan produksi lifting minyak.

Bahlil Sebut Impor Minyak RI Capai 40 Miliar Dolar AS
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia dalam Konferensi Pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (03/01/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan impor minyak dan gas mencapai 40 miliar dolar AS per tahun. Impor yang besar tersebut disebabkan karena produksi lifting minyak RI yang belum optimal.

Sementara kata Bahlil, konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri semakin meningkat, yakni mencapai 1,5 juta hingga 1,6 juta barel per hari. Sedangkan posisi produksi minyak dalam negeri di 2024 berada di bawah 1 juta barel per hari.

“Yang terjadi di 2024 lifting kita 580 ribu barel dan konsumsi 1,6 juta barel. Impor oil and gas itu mencapai 35-40 miliar dolar AS,” ujar Bahlil dalam Pembukaan Acara 49th IPA Convex di Gedung ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (21/5/2025).

Bahlil menekankan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi minyak bumi dan gas (migas) yang luas. Tercatat, terdapat 128 cekungan migas yang masih tersedia, serta 68 cekungan migas yang belum teroperasikan.

“Karena itu izinkan saya melaporkan kepada Bapak Presiden, bahwa potensi Migas kita, dari 128 cekungan, itu masih ada 68 cipungan yang belum diapa-apain,” kata Bahlil.

“Nah sekaligus kami umumkan, masih ada 60 wilayah kerja yang kita akan tenderkan pada waktu 2-3 tahun ke depan. Nah 60 ini, atas arahan Bapak Presiden, kami mohon arahan, kalau bisa kita cepat laksanakan, maka kita akan lakukan,” imbuhnya.

Bahlil juga membandingkan kondisi industri minyak Indonesia pada beberapa tahun lalu. Pada periode 1997, Bahlil menyebut Indonesia bisa memproduksi sekitar 1,5-16 juta barel minyak per hari. Apalagi, katanya, konsumsi minyak domestik hanya sebesar 500 ribu barel per hari, yang mana memungkinkan Indonesia melakukan ekspor.

“Konsumsi 500 ribu barel per hari pendapatan kita dari oil and gas, apa yang terjadi di 2024 lifting kita 580 ribu barel dan konsumsi 1,6 juta barel impor oil and gas,” pungkas Bahlil.

Baca juga artikel terkait LIFTINGMINYAK atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Insider
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Dwi Aditya Putra