tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sepakat dengan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa terkait kelanjutan pembahasan rencana pengenaan bea masuk batu bara. Dia mengakui, saat ini bukan waktu yang tepat untuk membahas rencana kenaikan bea masuk batu bara.
“Saya sampaikan bahwa pembahasan untuk bea keluar batu bara, sampai dengan sekarang belum ada keputusan. Dan itu adalah menjadi kesepakatan saya dengan Pak Menteri Keuangan, menunggu formulasi yang kami buat. Dan pandangan saya dan keputusannya Pak Menteri Purbaya bahwa timing sekarang belum saatnya untuk kita melakukan pembahasan detail,” tegas Bahlil usai konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).
Sementara itu, sebelumnya Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno menyatakan, pemerintah tengah mencari sumber tambahan penerimaan negara dari sektor mineral dan batu bara (minerba) sebagai pengganti kebijakan bea keluar batu bara.
Menurut Tri, pemerintah masih melakukan berbagai perhitungan untuk menentukan skema yang paling optimal. “Kita exercise perhitungan-perhitungan lain untuk dapat duitnya,” ujarnya di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
Tri menyebutkan, upaya peningkatan penerimaan negara memang tidak harus bergantung pada bea keluar.
Meski demikian, ia belum dapat memerinci bentuk kebijakan dimaksud, dan hanya mengklaim bahwa pemerintah akan mencari perhitungan yang tepat untuk menambah pemasukan negara.
“Iya, iya [tidak harus mencari pemasukan dari bea keluar],” katanya.
“Nantilah, ini lagi belum dibahas. Kita exercise yang ada tadi, Pak Menteri [ESDM Bahlil Lahadalia], kan, menyampaikan bahwa ya cari-cari tambalan lah, kira-kira gitu,” imbuh Tri.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id







































