Menuju konten utama

AS Ajukan Gencatan Senjata ke Iran, Tapi Tambah 1.000 Pasukan

AS ajukan 15 poin ke Iran dalam proposal gencatan senjata yang dikirim lewat Pakistan.

AS Ajukan Gencatan Senjata ke Iran, Tapi Tambah 1.000 Pasukan
Presiden AS Donald Trump berbicara setelah menandatangani perintah eksekutif tentang penipuan di Ruang Oval di Gedung Putih di Washington, DC, pada 16 Maret 2026. AFP/ANNABELLE GORDON

tirto.id - Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump mengajukan proposal gencatan senjata 15 poin kepada Iran melalui perantara Pakistan. Namun, di saat upaya diplomasi berjalan, Pentagon justru memperkuat kehadiran militer dengan mengirimkan 1.000 pasukan tambahan dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke kawasan Teluk.

Dikutip dari Associated Press (AP), proposal AS berisi 15 poin gencatan sejata ke Iran belum diungkap detailnya ke publik. Seorang narasumber anonim menyatakan, AS mengajukan gencatan senjata melalui perantara Pakistan, yang menawarkan diri menjadi tuan rumah perundingan.

Presiden AS Donald Trump pun menyatakan, negaranya sedang menjalankan proses negosiasi dengan Iran untuk mengakhiri perang. Pernyataan itu disampaikan saat ia berbicara di Gedung Putih pada Selasa (24/03/2026).

“Kami sedang bernegosiasi sekarang,” kata Trump. Ia juga menyebut pihak Iran ingin mencapai kesepakatan.

Namun, Iran membantah hal tersebut. Beberapa pejabat menyatakan tidak ada negosiasi langsung dengan AS. Mohammad Bagher Qalibaf, pimpinan parlemen Iran, pun menolak klaim adanya pembicaraan.

Juru bicara militer Iran menegaskan, operasi tempur masih terus berjalan, dan kekuatan bersenjata negara itu akan mempertahankan integritas nasional hingga “kemenangan penuh” tercapai.

Sementara itu di lapangan, situasi tetap memanas. Serangan udara menghantam berbagai kota di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Konflik juga meluas ke Lebanon dan sejumlah negara Teluk, menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.

Iran memberikan serangan dengan meluncurkan gelombang rudal dan drone ke Israel serta lokasi strategis di Lebanon, Bahrain, Kuwait, dan Saudi Arabia.

Di saat yang sama, AS menambah kehadiran militernya. Sekitar 1.000 pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 akan dikirim dalam beberapa hari ke depan. Selain itu, Pentagon, markas militer pertahanan AS, mengerahkan dua unit Marinir yang akan menambah ribuan personel di kawasan.

Penambahan pasukan dilakukan di tengah upaya diplomasi yang masih belum menunjukkan kepastian.

=============

Dini Puspita Ramadhani berkontribusi dalam tulisan ini.

Baca juga artikel terkait KONFLIK IRAN VS AMERIKA atau tulisan lainnya dari Intern tirto

tirto.id - Flash News
Reporter: Intern tirto
Penulis: Intern tirto
Editor: Siti Fatimah