Menuju konten utama

Arsjad Sebut Kondusivitas Domestik Kunci Pertumbuhan Ekonomi 8%

Arsjad ajak pengusaha fokus cari keuntungan lebih besar dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan dan ketidakpastian.

Arsjad Sebut Kondusivitas Domestik Kunci Pertumbuhan Ekonomi 8%
Ketua TPN Ganjar Pranowo, Arsjad Rasjid. (Tirto.id/ Iftinavia Pradinantia)

tirto.id - Ketua Dewan Pengawas Indonesia Business Council (IBC), Arsjad Rasjid, meminta pemerintah untuk menjaga kondusivitas dalam negeri di tengah ketidakpastian dunia yang terus berlanjut. Menurutnya, hal ini penting dilakukan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di level 8 persen dan tingkat kemiskinan 0 persen pada 2029.

"Kita ini mempunyai tantangan yang besar atas dampak daripada situasi global yang uncertain, ada Trump effects, ada perubahan-perubahan, konflik-konflik yang terjadi misalnya di ASEAN, kemarin misalnya Thailand dan Cambodia, itu masih ada ini yang kita harus jaga dulu. Kenapa? Kalau tidak ada namanya peacefulness ataupun kedamaian, bagaimana bisa ada pertumbuhan ekonomi?" katanya kepada awak media di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Selasa (26/8/2025).

Ketidakpastian dunia yang terjadi karena gejolak geopolitik di wilayah Timur Tengah serta perang dagang yang muncul akibat kebijakan tarif yang disulut Amerika Serikat (AS) memiliki dampak cukup besar bagi Indonesia, khususnya terhadap harga komoditas, energi, dan lain sebagainya.

Dengan kondisi ini, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh masyarakat juga harus bersatu serta bergotong-royong untuk membangun perekonomian nasional agar menjadi lebih kuat.

"Siapa lagi yang mikirin kita kalau bukan kita sendiri? Jangan lah kita ribut di dalam. Sedangkan yang di luar kita harus punya tantangan juga. Persatuan-kesatuan penting untuk kita menjaga ekonomi kita. Karena kita tidak mau, ya. Jangan sampai bahwa ekonomi kita itu merosot," lanjut Arsjad.

Sementara itu, sebagai pengusaha, mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu juga meminta para pengusaha lainnya untuk fokus pada bagaimana caranya agar mampu mendapatkan keuntungan lebih besar dalam kondisi yang penuh tantangan dan ketidakpastian. Dengan demikian, potensi pembukaan lapangan pekerjaan di Tanah Air juga diharapkan semakin luas.

"Makanya kita bangun ekspor yang lebih. Kita pastikan pekerjaan selain lapangan pekerjaan di dalam (negeri), kita lakukan pekerjaan di luar negeri, yaitu dengan migran. Kita lakukan bagaimana bisa ekspor lebih ke negara-negara yang belum pernah kita ekspor. Nah, ini adalah upaya-upaya untuk mendorong (perekonomian Indonesia)," jelas Arsjad.

Baca juga artikel terkait ARSJAD RASJID atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana