Menuju konten utama

APJII: Jumlah Pelanggan Internet Tetap RI Capai 99,5 Juta Jiwa

Survei APJJI itu mengungkap mayoritas pelanggan internet tetap menggunakan layanan internet kabel/fiber, dengan persentase sebesar 37,9 persen.

APJII: Jumlah Pelanggan Internet Tetap RI Capai 99,5 Juta Jiwa
Pelanggan melakukan konsultasi layanan Jaringan 5G di XL Center Martadinata, Bandung, Jawa Barat, Senin (23/8/2021). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/aww.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat jumlah masyarakat Indonesia yang berlangganan internet tetap mencapai 99.515.436 jiwa, dengan pertumbuhan pelanggan sebesar 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal itu tercatat dalam hasil Survei Profil Internet Indonesia Tahun 2026 yang dirilis oleh APJII pada Selasa (19/5/2026).

Ketua Umum APJII, Muhammad Arif, menilai banyaknya masyarakat yang berlangganan internet tetap menunjukkan bahwa layanan internet telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

“Internet saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, tetapi telah menjadi bagian dari aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik masyarakat Indonesia. Hasil survei ini menunjukkan bahwa transformasi digital nasional terus berkembang dan perlu didukung dengan pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan literasi digital masyarakat,” ujar Arif dalam keterangan resminya pada Selasa.

Dalam survei itu terungkap mayoritas pelanggan internet tetap menggunakan layanan internet kabel/fiber, dengan persentase sebesar 37,9 persen.

Ihwal alasan masyarakat menggunakan internet, aktivitas komunikasi dan jejaring sosial menjadi faktor terbesar dengan persentase 19,9 persen, diikuti hiburan digital seperti streaming dan gim sebesar 19,7 persen, pencarian informasi dan berita sebesar 19,6 persen, serta transaksi e-commerce dan layanan digital sebesar 18,7 persen.

APJII juga mengungkapkan bahwa tingkat penetrasi internet Indonesia pada tahun 2026 mencapai 81,72 persen, atau setara dengan 235.261.078 jiwa dari total populasi Indonesia sebanyak 287.303.234 jiwa.

“Angka ini menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada angka 80,66 persen, sekaligus memperlihatkan bahwa internet telah menjadi kebutuhan utama masyarakat Indonesia di berbagai sektor kehidupan,” tutur Arif.

Secara wilayah, Pulau Jawa masih memberikan kontribusi terbesar terhadap pengguna internet nasional dengan tingkat penetrasi mencapai 85,95 persen dan kontribusi pengguna sebesar 58,24 persen.

Sementara itu, wilayah Kalimantan mencatat penetrasi sebesar 80,40 persen dan kontribusi pengguna sebesar 6.20 persen, Sumatra sebesar 78,24 persen dan kontribusi pengguna sebesar 20.74 persen.

Bali dan Nusa Tenggara sebesar 78,14 persen dan kontribusi pengguna sebesar 5.26 persen, Sulawesi sebesar 72,58 persen dan kontribusi pengguna sebesar 6.62 persen, serta Maluku dan Papua sebesar 69,74 persen dan kontribusi pengguna sebesar 2.94 persen.

Berdasarkan kelompok generasi, penetrasi internet tertinggi berada pada kelompok Gen Z sebesar 89,02 persen dan Milenial sebesar 90,34 persen, yang menunjukkan dominasi generasi muda dalam pemanfaatan teknologi digital.

“Dari sisi aktivitas, masyarakat yang bekerja memiliki kontribusi penggunaan internet terbesar dengan penetrasi mencapai 84,9 persen,” pungkas Arif.

Baca juga artikel terkait APJII atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama