Menuju konten utama

Apakah Minyak Ikan Bisa Menambah Berat Badan? Ini Faktanya

Temukan penjelasan tentang apakah minyak ikan bisa menambah berat badan, manfaat kesehatan, dan efek samping yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsinya.

Apakah Minyak Ikan Bisa Menambah Berat Badan? Ini Faktanya
Ilustrasi Minyak Ikan. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Apakah minyak ikan bisa menambah berat badan? Minyak ikan memang memiliki segudang manfaat sehingga kerap dijadikan suplemen pilihan, apalagi saat ini ada banyak produk minyak ikan di pasaran, baik untuk anak-anak maupun dewasa.

Terkait pertanyaan apakah minyak ikan bisa menambah berat badan, tentunya kita perlu mempelajari lebih jauh tentang apa itu minyak ikan, bagaimana kandungannya, manfaatnya, hingga bukti-bukti ilmiah yang mendukung.

Minyak ikan adalah salah satu suplemen yang paling banyak dikonsumsi karena kaya akan asam lemak omega-3 yang penting bagi kesehatan. Dikutip dari Healthline, suplemen ini biasanya diekstrak dari ikan berlemak seperti ikan herring, tuna, anchovy, atau makarel.

Minyak ikan mengandung sekitar 30% omega-3 serta vitamin A dan D. Dua jenis omega-3 dalam minyak ikan adalah EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid) yang dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan.

Adapun manfaat minyak ikan antara lain mendukung kesehatan jantung, menjaga fungsi otak dan mata, mengurangi peradangan, membantu perkembangan janin selama kehamilan, menunjang fungsi hati, kesehatan tulang, hingga kesehatan mental.

Bagi mereka yang jarang mengonsumsi ikan berlemak, suplemen minyak ikan dapat menjadi alternatif praktis untuk membantu memenuhi kebutuhan omega-3 harian dan mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Apakah Minyak Ikan Bisa Menambah Berat Badan?

Minyak hati ikan kod

Ilustrasi Minyak Ikan. FOTO/iStockphoto

Minyak ikan kadang dijadikan solusi untuk menaikkan berat badan, terutama oleh orang tua yang ingin anak-anaknya memiliki badan lebih berisi.

Namun, apakah minyak ikan bisa menambah berat badan? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu memahami hubungan antara minyak ikan, kalori, dan berat badan.

Minyak Ikan dan Kandungan Kalorinya

Berat badan berkaitan dengan kalori. Apakah kalori membuat gemuk? Jika kalori yang masuk ke tubuh lebih tinggi dibandingkan kalori yang “keluar” atau dibakar oleh tubuh, maka berat badan bisa naik.

Di sisi lain, anggapan tentang manfaat minyak ikan untuk menambah berat badan kemungkinan muncul karena minyak ikan adalah lemak, dan lemak dikenal sebagai sumber kalori yang bisa menaikkan angka timbangan.

Menurut situs USDA, 1 gram lemak mengandung kalori. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan protein atau karbohidrat yang masing-masing menyediakan 4 kalori per gram.

Suplemen minyak ikan bisa tersedia dalam bentuk cair/sirup atau kapsul. Dalam 1 kapsulnya biasanya mengandung 1 gram atau 1.000 mg minyak ikan. Mengingat minyak ikan adalah lemak, maka suplemen ini juga mengandung 1 gram lemak.

Dalam bentuk cair, laman WebMD menyebutkan bahwa 1 sendok makan minyak ikan bisa mengandung sekitar 13,6 gram lemak, yang artinya memiliki kira-kira 123 kalori.

Minyak Ikan dan Kebutuhan Kalori Tubuh

Header Advertorial Le Minerale Vitamin
Ilustrasi Minum Minyak Ikan. FOTO/iStockphoto

Perlu diketahui bahwa kebutuhan kalori harian setiap orang berbeda-beda karena dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari usia hingga aktivitas fisik.

Sebagai gambaran, anak-anak usia 2-3 tahun umumnya membutuhkan sekitar 1.000 - 1.400 kalori. Wanita dewasa memerlukan kalori sekitar 1.800 - 2.400 dan pria dewasa memerlukan sekitar 2.400 - 3.000 kalori.

Dari sini dapat diketahui bahwa kalori minyak ikan relatif kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan kalori tubuh. Jadi, apakah minyak ikan bisa menambah berat badan?

Jawabannya adalah tidak secara langsung. Karena tingkat kalorinya yang rendah, mengkonsumsi minyak ikan tidak akan menambah kalori secara signifikan sehingga tidak menaikkan berat badan.

Sampai saat ini belum ada studi yang membuktikan bahwa minyak ikan dapat menaikkan berat badan secara langsung. Sebaliknya, beberapa studi ilmiah justru menunjukkan kaitan antara minyak ikan dengan penurunan berat badan.

Salah satunya dalam jurnal An Increase in the Omega-6/Omega-3 Fatty Acid Ratio Increases the Risk for Obesity. Studi ini menyimpulkan bahwa asupan asam lemak omega-3 yang tinggi justru menurunkan risiko peningkatan berat badan.

Minyak Ikan Menambah Nafsu Makan

Ilustrasi The Sirtfood Diet
Ilustrasi Makan. foto/istockphoto

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, minyak ikan memang tidak secara langsung menambah berat badan karena kalorinya yang kecil. Akan tetapi, minyak ikan bisa menambah nafsu makan yang pada akhirnya dapat berujung pada kenaikan berat badan.

Apakah minyak ikan bisa menambah nafsu makan? Jawabannya adalah ya. Hal ini sudah dibuktikan dalam berbagai studi ilmiah, misalnya dalam jurnal bertajuk Fish Oil-Supplementation Increases Appetite in Healthy Adults. A Randomized Controlled Cross-Over Trial.

Penelitian ini menguji efek suplemen minyak ikan terhadap nafsu makan pada 20 individu dengan berat badan normal. Hasilnya menunjukkan bahwa minyak ikan memang berpotensi meningkatkan nafsu makan.

Ada pula studi pada anak-anak seperti jurnal The Effect of Giving Fish Oil on Increasing the Appetite of Preschool Children in PAUD and Kindergarten Grenden Puger Jember.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian suplemen minyak ikan terbukti efektif dalam meningkatkan nafsu makan anak usia balita (3-5 tahun). Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan berat badan anak yang signifikan.

Manfaat Mengonsumsi Minyak Ikan

Ilustrasi vitamin kulit

Ilustrasi Minyak Ikan. FOTO/iStockphoto

Minyak ikan dapat menjadi sumber omega-3 yang berguna bagi orang yang tidak cukup mengonsumsi ikan berlemak dalam diet mereka. Mengutip dari laman Healthline, berikut deretan manfaat kesehatan jika mengonsumsi minyak ikan:

1. Mendukung Kesehatan Jantung

Minyak ikan kaya akan omega-3, yang terbukti dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung. Berbagai studi menunjukkan konsumsi minyak ikan dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida, menurunkan tekanan darah, serta mencegah pembentukan plak pada arteri.

2. Membantu Kondisi Kesehatan Mental Tertentu

Otak manusia terdiri sekitar 20% asam lemak tak jenuh ganda, termasuk omega-3. Jadi, mengonsumsi minyak ikan yang kaya akan omega-3 dapat mendukung kesehatan fungsi otak. Studi menunjukkan bahwa omega-3 kemungkinan dapat berdampak positif pada kesehatan mental.

Dalam jurnal berjudul Beneficial Effects of Omega-3 Fatty Acid Supplementation in Schizophrenia: Possible Mechanisms ditemukan bahwa omega-3 dapat mencegah atau membantu mengurangi gejala kondisi kesehatan mental seperti depresi.

3. Mendukung Kesehatan Mata

Orang yang kekurangan omega-3 berisiko lebih tinggi mengalami penyakit mata. Konsumsi omega-3 dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap penyakit mata age-related macular degeneration (AMD). Namun, efektivitas suplemen minyak ikan untuk pencegahan AMD masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

4. Mengurangi Peradangan

Minyak ikan memiliki sifat anti-inflamasi yang bermanfaat untuk mengurangi peradangan kronis. Hal ini berguna bagi mereka yang mengalami peningkatan peradangan akibat stres atau kelebihan berat badan. Selain itu, minyak ikan dapat mengurangi nyeri dan kekakuan sendi pada rheumatoid arthritis.

5. Mendukung Kesehatan Kulit

Kulit yang merupakan organ terbesar pada tubuh manusia diketahui mengandung banyak asam lemak omega-3. Suplemen minyak ikan dapat mendukung kesehatan kulit secara keseluruhan, termasuk mengatasi kondisi kulit tertentu seperti psoriasis dan dermatitis.

6. Mendukung Kehamilan dan Perkembangan Awal Janin

Omega-3 sangat penting untuk pertumbuhan awal janin, terutama selama trimester pertama kehamilan. Suplemen minyak ikan bagi ibu hamil atau menyusui dapat membantu perkembangan kognitif anak, meningkatkan perkembangan visual, dan berpotensi menurunkan risiko alergi.

7. Menyehatkan Organ Hati

Hati berperan penting dalam mengatur lemak tubuh, dan kelebihan lemak di hati dapat memengaruhi berat badan. Suplemen minyak ikan dapat meningkatkan fungsi hati, mengurangi peradangan, serta menurunkan risiko nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) sekaligus mengurangi jumlah lemak hati.

8. Mengurangi Hiperaktivitas pada Anak ADHD

Pada anak dengan kondisi attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), minyak ikan dapat membantu mengurangi gejala hiperaktif, inatensi, impulsivitas, dan agresivitas sehingga mendukung proses belajar anak di usia dini.

9. Mencegah Penurunan Fungsi Otak

Konsumsi ikan secara rutin dikaitkan dengan melambatnya laju penurunan fungsi otak seiring bertambahnya usia. Suplemen omega-3 diketahui dapat menurunkan risiko demensia dan penurunan kognitif terkait usia hingga 20%.

10. Mengurangi Gejala Asma dan Risiko Alergi

Omega-3 dapat membantu mengurangi peradangan terkait asma serta menurunkan keparahan gejala. Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan efektivitasnya secara konsisten.

11. Mendukung Kesehatan Tulang

Selain kalsium dan vitamin D, omega-3 juga bermanfaat dalam menjaga kepadatan mineral tulang, terutama pada usia lanjut. Orang dengan asupan omega-3 lebih tinggi diketahui memiliki kepadatan mineral tulang yang lebih baik, tapi efektivitas suplemen minyak ikan terkait kesehatan tulang masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Efek Samping Mengonsumsi Minyak Ikan

Ilustrasi Minyak Ikan
Ilustrasi Minyak Ikan. foto/istockphoto

Minyak ikan memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Namun, mengonsumsi minyak ikan secara berlebihan atau dikonsumsi oleh orang dengan kondisi kesehatan tertentu, pastinya bisa menimbulkan risiko tersendiri. Berikut efek samping minyak ikan menurut Healthline:

1. Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)

Minyak ikan dapat menurunkan tekanan darah, misalnya pada dosis 2-3 gram omega-3 per hari. Bagi orang yang sudah memiliki tekanan darah rendah atau sedang mengonsumsi obat penurun tekanan darah, minyak ikan ini bisa membuat tekanan darah turun terlalu rendah.

2. Refluks Asam dan Gangguan Pencernaan

Meski tergolong jarang, sebagian orang mungkin akan mengalami refluks asam, heartburn, dan masalah gastrointestinal lain setelah mengonsumsi minyak ikan. Hal ini disebabkan karena kandungan lemak yang tinggi pada minyak ikan.

3. Diare

Diare dapat muncul terutama jika mengonsumsi minyak ikan dosis tinggi (misalnya 3-4 gram EPA dan DHA per hari). Jika mengalami diare, sebaiknya suplemen diminum bersama makanan dan dosis dikurangi untuk melihat apakah gejala membaik.

4. Sakit Kepala

Minyak ikan kemungkinan dapat menyebabkan efek samping berupa sakit kepala. Akan tetapi, ada juga studi yang menunjukkan minyak ikan justru dapat membantu mengurangi keparahan serangan migrain. Efek ini berbeda pada setiap individu dan perlu penelitian lebih lanjut.

5. Bau Ikan/Amis pada Tubuh

Efek samping ini jarang terjadi, tapi beberapa orang bisa mengalami kondisi trimetilaminuria, yaitu ketidakmampuan tubuh memecah senyawa trimetilamina dari minyak ikan. Akibatnya, bau ikan bisa muncul melalui napas, keringat, atau urine.

6. Risiko Fibrilasi Atrial

Pada orang dengan penyakit jantung atau berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular, mengonsumsi minyak ikan dosis tinggi dan dalam jangka panjang bisa sedikit meningkatkan risiko fibrilasi atrial.

Fibrilasi atrial merupakan kondisi ketika irama jantung tidak normal yang dapat mengganggu aliran darah pada jantung serta meningkatkan risiko penggumpalan darah dan stroke.

7. Penurunan Fungsi Imun

Minyak ikan memang mampu mengurangi peradangan, tapi perlu dipahami juga bahwa peradangan termasuk mekanisme tubuh dalam mengelola dan mengobati infeksi, cedera, maupun penyakit.

Jadi, mengonsumsi minyak ikan dosis tinggi secara terus-menerus bisa mengurangi kemampuan tubuh dalam merespons infeksi atau cedera.

8. Risiko Toksisitas Vitamin A

Beberapa jenis minyak ikan mengandung vitamin A yang tinggi. Konsumsi berlebihan dapat membuat vitamin A menumpuk di tubuh dan menyebabkan gejala seperti pusing, mual, nyeri sendi, iritasi kulit, sakit kepala parah, bahkan kerusakan hati dalam kasus ekstrem.

Demikian penjelasan tentang apakah minyak ikan bisa menambah berat badan, apa saja manfaat suplemen yang satu ini, serta efek samping yang mungkin timbul.

Meski memiliki banyak manfaat, pastikan untuk mengonsumsi minyak ikan secara bijak, menyesuaikan dosis dengan kebutuhan tubuh, dan tetap memantau kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi minyak ikan, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat lain, agar manfaat maksimal bisa diperoleh tanpa risiko yang tidak diinginkan.

Ingin tahu lebih banyak tentang minyak ikan atau vitamin kesehatan? Temukan informasi tentang berbagai macam suplemen, tips, serta rekomendasi produk pilihan melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Vitamin

Baca juga artikel terkait VITAMIN atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - GWS
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani