tirto.id - Peredaran vitamin palsu semakin marak dan mudah didapatkan di pasaran, termasuk secara online melalui e-commerce. Meski memiliki klaim meyakinkan dan banyak ulasan positif, masyarakat wajib waspada dan selalu cermat dalam memilih suplemen kesehatan.
Belum lama ini muncul postingan dari warganet tentang vitamin palsu yang beredar secara daring di marketplace seperti Shopee. Beberapa merek yang disebutkan mengklaim bahwa merek mereka berasal dari luar negeri atau impor.
Namun, jika diselidiki lebih jauh, produk vitamin ini tidak mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ironisnya, vitamin palsu yang dijual online ini sudah dibeli ribuan orang.
Membeli dan mengonsumsi vitamin palsu tidak hanya merugiakan secara materi, tapi juga berisiko membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, masyarakat harus lebih jeli sebelum membeli dan mengenali ciri-ciri vitamin palsu yang beredar di pasaran.
Ciri-Ciri Vitamin Palsu yang Dijual Bebas di Shopee

Kehadiran marketplace seperti Shopee memang memudahkan kita untuk berbelanja apa saja, termasuk vitamin atau suplemen kesehatan. Namun, kita juga harus waspada terhadap vitamin palsu yang justru bisa sangat merugikan. Dilansir dari laman BPOM dan berbagai sumber, berikut ciri-ciri vitamin palsu:
1. Tidak Terdaftar BPOM
Izin edar dari BPOM adalah jaminan mutlak bahwa produk tersebut aman dikonsumsi. Vitamin palsu biasanya tidak memiliki nomor registrasi. Kalaupun ada, nomor tersebut sering kali fiktif dan tidak ditemukan saat dicek melalui aplikasi atau situs resmi BPOM.Jadi, saat hendak membeli vitamin, pastikan produk tersebut memiliki nomor BPOM. Jangan lupa mengecek keaslian nomor tersebut melalui laman resmi BPOM.
2. Harga Terlalu Murah
Coba bandingkan harga vitamin tersebut dengan suplemen sejenis lainnya. Jika perbedaan harganya terlalu signifikan, kita harus waspada, bisa jadi produk tersebut palsu atau memiliki kualitas yang rendah.Tak hanya itu, jika menemukan merek vitamin terkenal (termasuk merek impor), tapi dijual online dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan produk yang dijual di website resminya, kita juga patut curiga dan tidak langsung tergiur untuk membelinya.
3. Tidak Punya Website Resmi yang Jelas
Produk vitamin yang kredibel pasti memiliki website resmi di internet. Website-nya pun harus jelas, salah satunya mencantumkan informasi kontak dan alamat yang bisa ditelusuri di internet.Sebagai contoh, vitamin IPI yang sudah beredar sejak lama di Indonesia termasuk produk vitamin yang kredibel dan memiliki website resmi yang jelas. Profil dan alamat perusahaan juga bisa dilihat langsung di situsnya.
Sebaliknya, vitamin palsu biasanya tidak memiliki web resmi. Kalaupun punya, website-nya tidak memberikan informasi detail terkait perusahaan maupun produk-produknya.
4. Biasanya Berbentuk Soft Gel
Vitamin berbentuk soft gel memang tidak selalu palsu, tapi vitamin palsu biasanya berbentuk soft gel. Beberapa merek vitamin palsu di online atau dari Shopee yang ramai disorot netizen juga rata-rata berbentuk soft gel, ada pula yang bentuknya gummy.Kita juga harus waspada jika vitamin tersebut adalah magnesium. Melalui akun TikTok resminya, dr. Mia Ayu, MKK menjelaskan bahwa suplemen magnesium harusnya tidak berbentuk soft gel.
“Dalam bentuk unsurnya, magnesium itu tidak larut dalam air, tapi magnesium mudah membentuk senyawa yang larut dalam air ketika berikatan dengan unsur atau molekul lainnya. Jadi, sediaan magenium yang make sense itu kapsul, tablet, liquid, powder, dan spray,” ujarnya.
5. Toko Online Tidak Tepercaya
Vitamin palsu bisa dibeli dengan mudah, baik secara offline maupun online, melalui seller yang tidak tepercaya, misalnya dari penjual kaki lima atau seller online yang bukan official store dari produk vitamin tersebut.Biasakan untuk membeli obat maupun vitamin dari apotek tepercaya. Jika membeli online, khususnya di Shopee, jangan hanya mengandalkan label Star Seller atau Shopee Mall, tapi pastikan untuk membeli di toko online resmi apotek atau merek vitamin tertentu agar tidak mendapatkan produk palsu.
6. Kemasan yang Mencurigakan
Ciri-ciri vitamin palsu bisa dilihat dari kemasannya. Vitamin palsu sering kali memiliki kemasan yang rusak, labelnya memiliki gambar atau tulisan yang buram, tidak mencantumkan informasi yang jelas seperti tanggal kedaluwarsa, hingga terdapat typo atau kesalahan penulisan.Salah satu fun fact terkait vitamin palsu, khususnya merek-merek yang sedang ramai diperbincangkan netizen di media sosial, kemasan atau bentuk botol produk-produk ini cenderung seragam dan agak berbeda dengan kemasan merek vitamin lain yang sudah terkenal.
7. Informasi Produk Menyesatkan
BPOM menekankan bahwa label produk vitamin harus mencantumkan informasi lengkap terkait kandungan, dosis, cara penggunaan, dan peringatan terkait produknya. Tak hanya itu, nama produsen atau distributor serta nomor BPOM juga harus dicantumkan secara jelas.Masyarakat dianjurkan untuk menghindari produk yang informasinya tidak lengkap, kurang jelas, ambigu, atau mencantumkan klaim kesehatan yang berlebihan dan tidak masuk akal.
Daftar Vitamin Palsu yang Sudah Dibanned oleh BPOM
Dilansir dari laman resminya, BPOM pernah mengidentifikasi setidaknya 22 produk vitamin yang beredar di e-commerce tanpa izin edar BPOM. Produk yang paling banyak ditemukan adalah vitamin C, vitamin D3, dan vitamin E.
Akan tetapi, BPOM tidak merilis daftar vitamin palsu atau mempublikasikan merek-merek vitamin ilegal yang dimaksud. Sebagai tindak lanjut, BPOM telah memberikan rekomendasi untuk menurunkan atau takedown seluruh konten dan link yang mempromosikan atau menjual produk ilegal tersebut.
Sementara pada 2025 lalu, BPOM pernah mengumumkan bahwa vitamin Blackmores Super Magnesium+ termasuk produk yang tidak terdaftar dan tidak memiliki izin edar di Indonesia.
BPOM menegaskan bahwa produk tersebut hanya dijual di Australia sehingga pihaknya melakukan takedown link penjualan sekaligus mengajukan daftar negatif atau pemblokiran terhadap produk vitamin tersebut.
Lantas, bagaimana dengan produk vitamin yang ramai di media sosial? Ada cukup banyak merek vitamin yang ramai diperbincangkan oleh warganet dan dituding palsu, mulai dari Nature’s Way, Kirkland, Mulittea, Youthvita, Bbeeaauu, Imatchme, dan masih banyak lagi.
Jika dicek melalui laman resmi BPOM, merek-merek ini ternyata belum terdaftar atau tidak mendapatkan izin edar dari BPOM. Jadi, masyarakat harus berhati-hati dan waspada terhadap merek-merek vitamin yang beredar di pasaran, khususnya yang dijual online.
Bahaya Vitamin/Suplemen Palsu

Vitamin palsu tentunya sangat merugikan dalam hal materi karena kita akan membuang-buang uang untuk hal yang sia-sia. Di sisi lain, vitamin palsu juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Dikutip dari laman BPOM, berikut bahaya dari vitamin palsu yang patut diwaspadai:
1. Membahayakan Kesehatan
Vitamin palsu sering kali tidak dibuat dengan standar keamanan yang layak. Alih-alih berisi zat gizi yang dibutuhkan tubuh, produk ini justru dapat mengandung bahan berbahaya seperti logam berat atau senyawa kimia yang tidak tercantum di label.Paparan zat-zat tersebut dalam jangka panjang berpotensi memicu gangguan serius, mulai dari kerusakan organ hingga penyakit kronis yang sulit disembuhkan.
Selain itu, konsumsi rutin vitamin palsu juga berisiko menyebabkan gangguan fungsi hati karena organ hati akan bekerja keras untuk menyaring zat asing yang masuk ke dalam tubuh.
2. Tidak Memberikan Manfaat Kesehatan Sama Sekali
Berbeda dengan vitamin resmi yang kandungannya diuji dan diawasi, vitamin palsu umumnya tidak mengandung zat aktif sesuai klaim. Kandungan nutrisinya bisa sangat sedikit, tidak stabil, atau bahkan nihil.Akibatnya, konsumen tidak mendapatkan manfaat kesehatan apa pun meski telah mengonsumsinya secara rutin. Kondisi ini menjadi lebih berbahaya ketika vitamin palsu digunakan sebagai pengganti pengobatan atau suplemen resmi.
Alih-alih membantu pemulihan, masalah kesehatan justru dapat semakin parah karena tidak ditangani dengan cara yang tepat sejak awal.
3. Berpotensi Menyebabkan Interaksi Obat Berbahaya
Vitamin palsu sangat berisiko bagi orang yang sedang menjalani pengobatan tertentu atau mengonsumsi obat resep dari dokter. Beberapa produk ilegal diketahui mengandung bahan kimia sintetis yang seharusnya hanya digunakan di bawah pengawasan medis.Jika dikonsumsi bersamaan dengan obat tertentu, zat tersembunyi ini dapat menimbulkan interaksi yang tidak diinginkan. Interaksi tersebut bisa menurunkan efektivitas obat, memperparah efek samping, atau bahkan mengancam nyawa.
4. Merugikan Konsumen dan Perekonomian Negara
Selain membahayakan kesehatan dan merugikan secara materi bagi konsumen, peredaran vitamin palsu juga berdampak pada aspek ekonomi negara. Produk ilegal ini beredar tanpa izin, tidak memenuhi kewajiban pajak, dan merusak persaingan usaha yang sehat.Produsen legal yang telah mematuhi regulasi jadi dirugikan karena harus bersaing dengan produk murah, tapi tidak aman. Di sisi lain, meningkatnya kasus kesehatan akibat konsumsi vitamin palsu juga dapat membebani sistem layanan kesehatan di Indonesia.
Cara Memastikan Supplemen yang Dibeli Aman

Di tengah maraknya peredaran suplemen dan vitamin palsu, konsumen perlu lebih cermat sebelum membeli dan mengonsumsi produk kesehatan. Tidak cukup hanya melihat klaim manfaat atau testimoni, keamanan suplemen harus dipastikan dari sumber, legalitas, hingga kondisi fisik produknya.
Berikut beberapa cara untuk memastikan produk vitamin yang hendak kita beli memang asli, aman, dan layak untuk dikonsumsi:
1. Beli Suplemen di Tempat Terpercaya
Baik membeli secara offline maupun online, pastikan suplemen dibeli melalui apotek, toko obat resmi, atau distributor yang memang memiliki reputasi baik. Berhati-hatilah jika membeli dari toko online atau marketplace meskipun memiliki banyak testimoni positif.2. Periksa Kemasan dan Label Produk dengan Teliti
Suplemen yang asli dan aman pasti memiliki kemasan rapi dan tersegel dengan baik, serta label yang tercetak jelas dan mudah dibaca. Informasi penting seperti komposisi, aturan pakai, nomor izin edar BPOM, nama produsen, dan tanggal kedaluwarsa harus tercantum lengkap.3. Cek BPOM
Periksa apakah produk tersebut memiliki nomor BPOM pada kemasannya. Produk yang asli dan tepercaya pasti akan mencantumkan nomor izin BPOM pada label produknya. Namun, jangan berhenti sampai di situ dan langsung percaya pada nomor BPOM yang tertera di kemasan.Luangkan waktu untuk memverifikasi nomor tersebut melalui situs atau aplikasi resmi BPOM. Dengan pengecekan ini, konsumen dapat memastikan apakah produk benar-benar terdaftar, masih berlaku, dan sesuai dengan nama serta jenis suplemen yang dibeli.
4. Waspadai Harga yang Terlalu Murah
Jangan mudah tergiur dengan produk vitamin dengan klaim setinggi langit, tapi dibanderol dengan harga yang sangat murah dan di bawah harga pasaran.Harga murah memang bukan patokan bahwa produk tersebut palsu. Jika ada produk asli dijual dengan harga terjangkau, umumnya mereka tidak memberikan klaim kesehatan yang berlebihan sehingga harga yang ditawarkan juga terbilang wajar.
Demikian penjelasan terkait vitamin palsu, ciri-cirinya, risiko atau bahayanya, serta tips untuk memastikan bahwa vitamin yang kita konsumsi sudah aman. Dengan semakin maraknya peredaran produk kesehatan ilegal, sikap kritis dan kehati-hatian menjadi kunci utama dalam melindungi diri dan keluarga.
Pastikan selalu memeriksa legalitas produk, tidak mudah tergiur harga murah atau klaim berlebihan, serta membeli vitamin hanya dari sumber tepercaya.
Temukan informasi menarik lain seputar dunia kesehatan, termasuk tips bermanfaat dan rekomendasi produk pilihan di tautan berikut ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id




























