Menuju konten utama

Apa Itu VOD di FB Pro dan Cara Membuatnya?

VOD atau video on demand merupakan fitur yang bisa digunakan kreator FB Pro untuk memperluas jangkauan akun dan konten.

Apa Itu VOD di FB Pro dan Cara Membuatnya?
Ilustrasi Facebook. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Video on Demand atau VOD menjadi salah satu fitur penting bagi kreator di FB Pro yang ingin memperluas jangkauan akun dan konten. Meski begitu, mungkin banyak yang belum tahu apa itu VOD di FB Pro.

Fitur VOD di FB Pro pada dasarnya memungkinkan kreator menayangkan video yang bisa ditonton kapan saja tanpa harus melakukan siaran langsung. Tayangan VOD ini membantu memperkuat kehadiran kreator di platform, terutama saat sedang tidak aktif streaming.

VOD berfungsi sebagai medium untuk menampilkan konten yang sudah direkam sebelumnya, baik video baru maupun dengan bahan video yang diambil dari siaran langsung yang pernah ditayangkan.

Melalui Video on Demand, kreator dapat membangun hubungan yang lebih stabil dengan audiens karena konten tetap tersedia meski sedang offline. Kehadiran VOD membuat audiens baru lebih mudah menemukan dan mengenal akun kreator.

Bagi kreator yang memenuhi syarat, membuat VOD menjadi langkah strategis untuk mengembangkan komunitas, menjaga engagement, dan meningkatkan penghasilan. Fitur ini pada akhirnya bukan hanya sebagai alat untuk mengunggah video, tetapi juga sarana penting guna memperkuat performa keseluruhan fitur kreator di FB Pro.

Fitur VOD sendiri berbeda dengan Reels yang hanya memiliki durasi maksimal 90 detik. VOD mampu menayangkan video dengan durasi hingga 12 jam, sehingga ideal bagi kreator yang kerap mengunggah video-video dengan pembahasan mendalam. Dengan begitu, kreator mampu menuangkan isi kepalanya hanya dalam satu unggahan saja.

Syarat Agar Bisa Upload VOD dan Monetisasi

Ilustrasi Facebook

Ilustrasi Facebook. FOTO/iStockphoto

Untuk bisa mengunggah Video on Demand di FB Pro, kreator harus sudah mengaktifkan Mode Professional dan mematuhi berbagai persyaratan dan ketentuan dari Facebook dan Meta. Jika persyaratan dan ketentuan sudah dipenuhi, akun atau halaman kreator bisa mengunggah VOD dan memonetisasi konten tersebut.

Sebelum membuat konten Video on Demand, kreator FB Pro perlu memahami beberapa persyaratan agar fitur VOD dan monetisasi bisa digunakan. Meta menetapkan beberapa aturan yang harus dipenuhi, baik untuk halaman maupun profil yang mengaktifkan mode profesional.

Facebook menyebut bahwa halaman atau profil hanya bisa menghasilkan uang jika memenuhi Kebijakan Monetisasi Mitra dan Kebijakan Monetisasi Konten. Kebijakan tersebut mencakup kelayakan konten, perilaku akun, serta kepatuhan terhadap standar komunitas. Dengan memenuhi aturan ini, konten VOD dapat diunggah sekaligus digunakan untuk memperoleh penghasilan tambahan melalui monetisasi konten di FB Pro.

Page atau Halaman yang ingin mengunggah dan memonetisasi VOD harus melewati pemeriksaan kelayakan oleh Meta Business Suite. Pemeriksaan ini menunjukkan apakah akun terindikasi memiliki pelanggaran, fitur monetisasi yang sudah bisa digunakan, serta fitur apa yang masih terkunci. Bagian ini penting untuk memastikan halaman benar-benar memenuhi syarat monetisasi.

Cara Memeriksa Kelayakan Monetisasi Halaman

Berikut ini cara memeriksa kelayakan monetisasi Halaman:

  1. Masuk ke Meta Business Suite.
  2. Pilih tab Monetisasi untuk melihat status kelayakan.
  3. Pilih halaman yang ingin diperiksa.
  4. Lihat bagian Status untuk mengetahui apakah ada pelanggaran.
  5. Pilih Lihat kelayakan Halaman untuk melihat daftar fitur monetisasi yang tersedia.
  6. Buka menu Lihat kriteria pada fitur yang belum aktif untuk mengetahui syarat tambahan.
Profil pribadi yang mengaktifkan mode profesional juga memungkinkan kreator mengunggah serta memonetisasi VOD. Profil yang tidak memenuhi syarat akan otomatis ditandai sebagai belum layak monetisasi.

Cara Memeriksa Kelayakan Monetisasi Profil

  1. Buka Dasbor Profesional.
  2. Pilih menu Fitur untuk dicoba.
  3. Masuk ke bagian Monetisasi.
  4. Lihat apakah fitur monetisasi seperti Bintang, iklan dalam streaming, atau VOD dapat diaktifkan.
  5. Jika muncul label Belum memenuhi syarat, profil harus memenuhi kriteria tambahan.
Jika fitur monetisasi tidak muncul sama sekali, kemungkinan negara atau lokasi akun belum mendukung program monetisasi Facebook. Oleh karena itu, penting bagi kreator untuk memastikan kelayakan akun sejak awal sebelum mulai membuat dan mengunggah konten VOD.

Cara Membuat Video VOD di Facebook

Ilustrasi Facebook

Ilustrasi Aplikasi Facebook. FOTO/iStockphoto

Fitur VOD menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga hubungan dengan audiens sekaligus membuka peluang monetisasi melalui penyisipan iklan. Agar VOD bekerja dengan optimal, diperlukan perencanaan yang terstruktur.

Saat membuat video VOD, beberapa prinsip perlu diperhatikan untuk memastikan konten bisa tersampaikan dengan baik dan relevan. Poin utama dari konten terletak pada kekuatan pesan, kualitas visual, dan kemampuan video untuk mempertahankan penonton agar tidak bosan. Pemanfaatan format video seluler dan elemen interaktif juga berpengaruh terhadap distribusi konten di platform.

Berikut adalah langkah dan tips membuat VOD di FB Pro:

1. Tentukan Fokus Utama Video

Supaya video jelas mudah dipahami, tentukan topik utama yang akan dibahas. Dari awal hingga akhir, fokuslah pada bahasan utama dan tidak melenceng ke mana-mana. Jangan lupa untuk memberikan cuplikan singkat di awal guna menarik perhatian audiens dalam beberapa detik pertama.

2. Pastikan Durasinya Ideal untuk Monetisasi

Durasi VOD yang lebih dari 3 menit meningkatkan peluang video tampil penuh. Durasi di kisaran 7–10 menit dianggap paling efektif untuk penyisipan iklan di video yang memenuhi syarat.

3. Pilih Format Video yang Sesuai Perangkat Seluler

Mayoritas masyarakat saat ini menggunakan smartphone untuk mengakses media sosial. Format portrait dan persegi lebih ramah di layar smartphone dan cenderung memiliki performa lebih baik. Optimasi ini juga membantu distribusi secara organik di beranda audiens.

4. Pastikan Penonton Bertahan Minimal 60 Detik

Struktur narasi yang langsung pada inti pembahasan membantu mempertahankan audiens di awal. Bagian pembuka sebaiknya tidak perlu bertele-tele. Untuk itu gunakan hook yang menarik dan membuat audiens penasaran sehingga tetap menonton minimal untuk satu menit pertama.

5. Buat Konten Orisinal dan Relevan

Gaya yang autentik lebih mudah diterima komunitas. Lalu, ide yang berani dan segar sering memberi nilai tambah untuk keberagaman konten. Cobalah untuk selalu berpikir out of the box guna memunculkan konten-konten yang orisinal dan relavan.

6. Tambahkan Overlay Teks

Teks pendukung seperti penjelasan konteks atau subtitle membantu penonton memahami isi video meski tanpa suara. Overlay juga mempertegas poin-poin penting dalam narasi.

7. Dorong Interaksi Antarpenonton

Konten yang memicu percakapan cenderung lebih sering didistribusikan oleh algoritma. Diskusi teman ke teman menjadi nilai tambah dalam membangun komunitas. Manfaatkan kolom komentar agar audiens tergerak untuk berdiskusi dan meningkatkan interaksi, serta jangan lupa membalas komentar yang masuk dan terlibat dalam percakapan.

8. Tandai Tema atau Kata Kunci Terkait

Penandaan seperti hashtag yang relevan membantu meningkatkan visibilitas video di pencarian dan rekomendasi. Penggunaan kata kunci yang tepat juga memperkuat konteks konten.

9. Jaga Dialog tetap Natural

Penyampaian bahasan yang mengalir membuat penonton lebih nyaman mengikuti alur. Hindari gaya bicara yang terlalu kaku yang memberikan kesan terlalu formal. Gunakan dialog yang natural dan mudah dipahami.

10. Pilih Topik yang Relevan dengan Tren

Topik yang sedang hangat atau belum banyak dibahas memberi peluang eksposur lebih besar. Untuk itu usahakan selalu catch up dengan isu-isu terkini supaya tidak ketinggalan momentum.

11. Libatkan Penonton dalam Proses Kreatif

Gunakan polling, kolom pertanyaan, atau sesi tanya jawab untuk mengetahui minat audiens. Pendekatan yang menghasilkan interaksi dengan audiens membantu membangun hubungan yang lebih kuat.

12. Tulis Deskripsi dan Judul Secara Ringkas

Satu kalimat yang jelas sudah cukup menjelaskan konteks video. Hindari judul sensasional dan clickbait agar tidak menyesatkan atau berpotensi mengurangi kepercayaan audiens.

Pembuatan VOD di Facebook dapat menjadi langkah efektif untuk memperluas jangkauan konten sekaligus memperbesar peluang monetisasi. Dengan perencanaan yang tepat, VOD dapat tetap relevan di beranda audiens yang tepat. Pada akhirnya, konsistensi dan orisinalitas konten tetap menjadi kunci agar video tetap menarik dan memberi nilai bagi yang menontonnya.

Tertarik membaca artikel Tirto lainnya tentang Facebook? Silakan klik tautan berikut:

Link Kumpulan Artikel tentang Facebook

Baca juga artikel terkait FB PRO atau tulisan lainnya dari Ario Gemawang

tirto.id - Byte
Kontributor: Ario Gemawang
Penulis: Ario Gemawang
Editor: Elisabet Murni P