Menuju konten utama

Apa Itu Hari Pagerwesi di Bali, Kapan, Makna, & Apakah Libur?

Hari Raya Pagerwesi diperingati umat Hindu pada 10 September 2025 mendatang. Simak info libur di Bali dan makna hari peringatan ini.

Apa Itu Hari Pagerwesi di Bali, Kapan, Makna, & Apakah Libur?
Umat Hindu menghaturkan sesajen saat persembahyangan Hari Pagerwesi di Pura Jagatnatha, Denpasar, Bali, Rabu (12/2/2025).ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Salah satu rerainan yang ada di bulan September 2025 yakni Hari Pagerwesi. Simak penjelasan tanggal Hari Pagerwesi dan maknanya berikut ini.

Rerainan merupakan hari-hari suci yang diperingati berdasarkan pawukon di Bali. Salah satunya, Hari Raya Pagerwesi, diperingati setiap Rabu Kliwon wuku Sinta.

Hari Raya Pagerwesi merupakan peringatan untuk memperkokoh iman agar tidak terpengaruh kegelapan. Tepatnya, hari peringatan ini dirayakan untuk memuliakan Ida Sanghyang Widhi Wasa dengan manifestasinya sebagai Sanghyang Pramesti Guru (Tuhan sebagai guru alam semesta).

Hari Raya Pagerwesi merupakan hari suci umat Hindu yang jatuh setiap empat hari setelah Hari Saraswati. Adapun Hari Raya Saraswati sendiri merupakan hari raya yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.

Apa Itu Hari Pagerwesi di Bali & Maknanya

Tahun 2025 ini, Hari Raya Pagerwesi diperingati pada 10 September 2025. Lalu, apa sebenarnya makna hari raya ini? Simak penjelasan berikut ini.

Mengutip laman Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, penekun sastra Bali, Drs. Made Merta, M.Si., mengungkapkan bahwa perayaan Pagerwesi umat Hindu memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) dalam manifestasinya sebagai Batara Hyang Guru atau Pramesti Guru untuk memohon keselamatan lahir-batin.

Adapun Guru atau Pramesti Guru adalah nama lain dari Dewa Siwa sebagai manifestasi Tuhan untuk melebur segala hal yang buruk. Made Merta juga menjelaskan, dalam Lontar Sundarigama disebut Budha Kliwon Shinta Ngaran Pagerwesi payogan Sang Hyang Pramesti Guru kairing ring watek Dewata Nawa Sanga ngawerdhiaken sarwatumitah sarwatumuwuh ring bhuana kabeh.

Artinya, Budha Kliwon Shinta disebut Pagerwesi sebagai pemujaan Sang Hyang Pramesti Guru yang diiringi oleh Dewata Nawa Sanga (sembilan dewa) untuk mengembangkan segala yang lahir dan segala yang tumbuh di seluruh dunia.

Made Merta juga menyebut, dalam menghadapi kehidupan ini senjata yang paling utama untuk melindungi diri adalah ilmu pengetahuan. Ilmu yang diperoleh dari pendidikan formal ataupun nonformal merupakan pagar yang kuat untuk melindungi diri.

Secara sederhana, dengan kecerdasan yang dimiliki, umat mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Ini membantu diri terhindar dari kemelaratan, kebodohan, dan sebagainya.

Dalam perayaan Pagerwesi, umat juga diajarkan tentang kewaspadaan menghadapi berbagai tantangan. Salah satu rangkaian kegiatan dalam hari penting ini adalah upacara.

Upacara persembahyangan merupakan syarat awal untuk memohon kekuatan lahir-batin. Memuja Sang Hyang Widhi adalah mutlak dan wajib dilakukan oleh umat untuk memohon anugerah.

Upacara atau pemujaan terhadap Sang Hyang Widhi sejatinya tidak hanya saat hari raya, tetapi juga dilakukan setiap hari. Dengan melakukan upacara, umat sebenarnya tengah menarik diri ke dalam atau melakukan perenungan.

Dengan begitu, umat dapat lebih jelas melihat persoalan. Kemudian, mampu mencari solusi pemecahannya atau memperoleh jalan yang terang, tetap berada di jalur satya atau kebenaran.

Apakah Hari Pagerwesi Libur?

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 16 Tahun 2024 tentang Hari Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Dispensasi Hari Raya Suci Hindu di Bali Tahun 2025 tengah menetapkan apakah Hari Raya Pagerwesi libur atau tidak. Tahun ini, Hari Raya Pagerwesi diperingati pada 12 Februari 2025 dan 10 September 2025.

Bagi umat Hindu di Bali, tanggal Hari Raya Pagerwesi termasuk dalam Dispensasi Hari Raya Suci Hindu. Oleh karena itu, Hari Raya Pagerwesi pada 10 September 2025 mendatang merupakan hari libur.

Pembaca yang ingin membaca artikel sejenis terkait Hari Raya Hindu dapat mengakses tautan berikut ini:

Link artikel tentang Hari Raya Hindu

Baca juga artikel terkait HARI RAYA HINDU atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - Edusains
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Wisnu Amri Hidayat