Menuju konten utama

Apa Itu CNG Pengganti LPG dan Kapan Mulai Berlaku?

Simak penjelasan soal perbedaan LPG dan CNG. Pemerintah sedang mencanangkan program untuk mengganti LPG dengan CNG.

Apa Itu CNG Pengganti LPG dan Kapan Mulai Berlaku?
Warga membawa gas LPG 3 kilogram saat operasi pasar penyeimbang di Pasar Datah Manuah, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (13/12/2025). Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar pasar penyeimbang setiap hari sabtu selama bulan Desember 2025 dengan menyediakan 200 tabung gas LPG 3 kilogram pada setiap operasinya, yang dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp22 ribu sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. ANTARA FOTO/Auliya Rahman/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Compressed Natural Gas (CNG) diproyeksikan pemerintah akan jadi pengganti alternatif LPG tabung tiga kilogram untuk kebutuhan rumah tangga.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut penggunaan CNG dapat menekan impor energi Indonesia. Namun, kapan hal ini mulai diberlakukan?

Sebelumnya, Bahlil mengungkap rencana penggunaan CNG tersebut usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa (5/5/2026). Ia menyebut bahwa pemerintah kini tengah mengembangkan tabung CNG ukuran tiga kilogram.

“Untuk ukuran 3 kilogram, tabungnya masih dalam tahap uji coba karena tekanannya cukup besar. Dalam dua hingga tiga bulan ke depan kami harapkan sudah ada hasilnya,” kata Bahlil, dikutip dari Antara News.

CNG sendiri merupakan bahan bakar gas yang dihasilkan dari proses pemampatan gas alam pada tekanan tinggi. Tekanan untuk mengompresi CNG ini umumnya mencapai lebih dari 200 bar.

Umumnya, kandungan dalam CNG didominasi oleh metana. Kadar gas metana dalam CNG biasanya mencapai lebih dari 95 persen.

Meskipun hasil akhir dari CNG dan LPG sama-sama berbentuk gas, namun kedua produk bahan bakar ini bersumber dan diproses dengan cara yang berbeda.

Beda CNG dan LPG

LPG atau Liquefied Petroleum Gas berasal dari campuran propana dan butana yang dihasilkan lewat perpaduan penyulingan minyak mentah dan pengolahan gas alam. Hasil pemrosesan tersebut membuat LPG berbentuk cair.

Cairan tersebut baru akan jadi gas ketika mengalami penguapan akibat perubahan tekanan dalam tabung penyimpanan. Dalam tabung LPG untuk keperluan rumah tangga, proses vaporisasi ini terjadi ketika kompor yang terhubung dengan tabung LPG dinyalakan.

Berbeda dengan LPG, CNG berasal dari gas alam secara langsung, khususnya metana. Gas metana ini langsung didapatkan dari sumur gas alam.

Gas alam tersebut kemudian dikompresi di bawah tekanan tinggi. Sebagai perbandingan, LPG biasanya disimpan dengan tekanan tabung antara 5 hingga 10 bar, sementara CNG disimpan dalam tekanan antara 200 hingga 250 bar.

Pemrosesan lewat tekanan tinggi tersebut kemudian membuat CNG tidak berbentuk cair ketika disimpan. CNG biasanya disimpan dan didistribusikan dalam bentuk gas secara langsung.

Bahan bakar CNG sebelumnya telah umum digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Banyak jenis kendaraan truk dan bus yang telah menggunakan CNG sebagai bahan bakarnya karena diklaim lebih ramah lingkungan.

CNG juga telah digunakan untuk keperluan rumah tangga layaknya LPG. Dalam keterangannya pada Selasa, Bahlil menyebut bahwa pemanfaatan CNG di Indonesia selama ini digunakan untuk sektor perhotelan dan restoran. Namun, penggunaannya masih terbatas pada tabung berkapasitas besar di atas 10 hingga 20 kilogram.

Menurut Bahlil, pemanfaatan CNG di Indonesia memiliki keunggulan karena seluruh bahan bakunya tersedia di dalam negeri. Ia juga menyebut prospek penggunaan situs cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang potensial untuk kebutuhan domestik.

Ketersediaan dalam negeri tersebut disebut Bahlil dapat membuat harga CNG dapat lebih murah dibandingkan LPG. Bahlil mengklaim harga CNG dapat lebih murah 30 persen daripada LPG.

Akan tetapi, Bahlil menyebut penggunaan CNG secara luas baru akan dilaksanakan jika uji coba tabung rampung dan menunjukkan hasil positif. Produk CNG, katanya, baru bisa dijadikan alternatif LPG oleh masyarakat luas jika uji coba tabung CNG berskala kecil berhasil dan layak.

Baca juga artikel terkait LPG atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dipna Videlia Putsanra