Menuju konten utama

Program Insentif Biodiesel Menghemat Devisa Rp720 Triliun

Penghematan itu disebut berasal dari berkurangnya kebutuhan impor solar karena sebagian konsumsi telah digantikan bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit.

Program Insentif Biodiesel Menghemat Devisa Rp720 Triliun
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (10/10/2025). Kementerian ESDM mencatat bahwa selama periode 2020-2025, pelaksanaan program biodiesel telah membantu Indonesia menghemat devisa negara sebesar 40,71 miliar dolar AS karena berkurangnya impor solar. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mencatat program insentif biodiesel memberikan penghematan devisa bagi Indonesia hingga Rp722,9 triliun selama 10 tahun terakhir atau pada 2015-2025.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, berujar pihaknya telah menyalurkan dana insentif biodiesel sebesar Rp240 triliun. Kemudian, total penyaluran biodiesel telah mencapai 83,8 juta kiloliter.

Penghematan itu disebut berasal dari berkurangnya kebutuhan impor solar karena sebagian konsumsi telah digantikan bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit melalui program biodiesel B50.

"Untuk pemenuhan kebutuhan bahan bakar nabati biodiesel, sekarang sudah program B50, itu sudah Rp240 triliun yang disalurkan dengan total penyaluran 83,8 juta kiloliter," ucap Zaid saat konferensi pers di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (29/7/2026).

"Ada penghematan devisa, karena program insentif biodiesel itu, ada Rp722,9 triliun devisa Indonesia yang kita hemat, karena tidak harus membeli bahan bakar solar karena sudah sebagian dipenuhi oleh bahan bakar nabati," lanjutnya.

Ia menyebutkan selain mendukung program biodiesel, BPDP juga menyalurkan dana untuk sejumlah program strategis di sektor sawit, mulai dari peremajaan sawit rakyat (PSR), penyediaan sarana dan prasarana, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM) bagi pekebun.

Kata Zaid, selama sekitar 10 tahun terakhir, BPDP telah menyalurkan dana Rp12,3 triliun untuk program PSR. Dana tersebut digunakan untuk meremajakan lebih dari 408.000 hektare kebun sawit rakyat yang dimanfaatkan oleh sekitar 182.000 pekebun.

BPDP juga menyalurkan dana Rp537 miliar untuk penyediaan sarana dan prasarana di sekitar 50.000 hektare kebun sawit rakyat yang mencakup 12.848 pekebun. Bantuan tersebut antara lain ditujukan untuk penyediaan benih unggul, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian.

Zaid menyatakan, di bidang pengembangan SDM, BPDP telah menyalurkan sekitar Rp1,3 triliun untuk program pendidikan dan pelatihan. Dana itu mencakup beasiswa bagi 13.265 penerima serta pelatihan bagi lebih dari 29.000 pekebun sawit.

"Dana tersebut kemudian dikembalikan kepada sektor perkebunan melalui berbagai program strategis, seperti Peremajaan Sawit Rakyat, penyediaan sarana prasarana, pengembangan SDM, penelitian, hingga pemenuhan kebutuhan bahan bakar nabati," ujar Zaid.

"Kita berharap ke depan keberlanjutan sawit Indonesia bisa semakin terjaga dan Indonesia akan terus menjadi nomor satu di dunia dari produk sawit, baik dari sektor hulu maupun sektor hilir," lanjutnya.

Baca juga artikel terkait BIODIESEL atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto