tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah memintanya mengkaji penerapan biodiesel B60 sebagai kelanjutan program mandatori biodiesel B50. Arahan itu disampaikan dalam pertemuan lanjutan setelah Sidang Kabinet Paripurna.
“Perintah Bapak Presiden juga harus segera kita mempelajari, mengkaji kemungkinan untuk B60. Dan sekarang kita lagi lakukan kajian,” kata Bahlil kepada wartawan usai rapat, di Komplek Istana Kepresidenan, dikutip Selasa (21/7/2026).
Menurut Bahlil, pengembangan biodiesel menjadi salah satu pembahasan utama pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar.
Program biodiesel sendiri merupakan kebijakan pencampuran bahan bakar nabati berbasis minyak sawit ke dalam solar. Pemerintah secara bertahap telah meningkatkan kadar campurannya, mulai dari B10, B20, B30, hingga kini B50.
"Jadi, kita berharap dulu, kita melakukan copy paste dari strategi yang dilakukan oleh B10, B20, B30, sampai sekarang B50," imbuhnya.
Sebelumnya, dalam Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo menyebut capaian B50 sebagai prestasi besar Indonesia. Menurutnya, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang berhasil menerapkan bauran biodiesel dengan komposisi 50 persen berbasis minyak sawit.
"Prestasi kita cukup besar, prestasi kita nanti sejarah akan mencatat. Tadi saya sudah sebut, kita sudah swasembada pangan delapan komoditas pangan. Cadangan beras kita tertinggi selama sejarah NKRI. Kita sudah mencetak atau menghasilkan B50, solar dari kelapa sawit 50 persen," katanya bangga.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































