tirto.id - COO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Dony Oskaria, mengungkapkan anak-anak usaha PT Danareksa (Persero) yang berfokus pada sektor jasa keuangan dan investasi akan mulai bergabung ke PT Danantara Asset Management (DAM) pada pekan ini.
Konsolidasi anak-anak usaha holding BUMN spesialis transformasi dan investasi ini dilakukan agar fokus bisnis Danareksa ke depan menjadi lebih jelas. Pasalnya, Danareksa sampai saat ini membawahi banyak BUMN yang fokus bisnisnya tidak sejalan dengan inti bisnis Danareksa.
Di sektor kawasan industri, misalnya, Danareksa membawahi BUMN PT Kawasan Industri Medan, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, PT Kawasan Industri Makassar, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), dan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER).
Lalu, di sektor konstruksi dan Industri ada PT Nindya Karya, sedangkan di sektor jasa lainnya ada PT Balai Pustaka, PT Jalin Pembayaran Nusantara, PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI).
"Minggu ini, semua anak perusahaan Danareksa akan pindah ke DAM sehingga Danareksa itu clean. Sekarang, Danareksa itu semua industri ada di situ, mulai dari kontraktor sampai ke kawasan industri, keuangan. Semua dicampur. Ini kami tata ulang," ungkap Donny kepada awak media di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).
Meski begitu, proses penataan ulang Danareksa maupun BUMN lain membutuhkan kesabaran. Sebab, Danantara melakukan penataan berdasarkan prioritas.
"Jadi, ini membutuhkan kesabaran, satu-satu," lanjutnya.
Sebelumnya, Dony menyebut Danantara sedang berupaya untuk mengembalikan peran Danareksa Indonesia sebagai perusahaan manajemen aset. Hal ini dilakukan seiring dengan adanya penataan ulang bisnis kawasan industri milik BUMN.
"Danareksa akan kami kembalikan menjadi manajemen aset, seiring dengan penataan ulang bisnis kawasan industri,” ujar Dony akhir Januari lalu.
Penataan ulang kawasan industri ini juga mencakup perubahan model bisnis. Nantinya, kawasan industri yang saat ini masih mengandalkan pemasukan dari penjualan lahan, diharapkan dapat lebih fokus pada pendapatan berulang melalui penyediaan utilitas dan layanan pendukung.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id






































